Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bobotoh

Duel Sengit di GBLA! Persib vs Bali United, Harga Tiket dan Jadwal Resmi Dirilis

Sabtu, 4 April 2026 04:00 WIB

Bocoran Link Telegram Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part Dapur Beredar, Ini yang Bikin Heboh Warganet

Sabtu, 4 April 2026 03:00 WIB

Waspada Jebakan Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Medsos: Modus Phishing di Balik Konten Viral

Sabtu, 4 April 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Duel Sengit di GBLA! Persib vs Bali United, Harga Tiket dan Jadwal Resmi Dirilis
  • Bocoran Link Telegram Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part Dapur Beredar, Ini yang Bikin Heboh Warganet
  • Waspada Jebakan Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Medsos: Modus Phishing di Balik Konten Viral
  • Fakta di Balik Viral Video ‘Ojol vs Bule’ di Bali: Dari Isu Part 2 Hingga Pelanggaran Visa
  • Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan
  • Maung Bandung Tertekan! Semen Padang Siap Gagalkan Ambisi Juara Persib
  • Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara
  • Ramai Dicari di Telegram! Link Video ‘Kebaya Hitam’ 22 Menit Viral
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

17 Hektare Lahan Pertanian di Desa Mekarsari Garut Terdampak Kekeringan

By Putra JuangKamis, 21 September 2023 16:41 WIB2 Mins Read
17 Hektare Lahan Pertanian di Desa Mekarsari Garut Terdampak Kekeringan. (Foto: garutkab.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Pertanian Kabupaten Garut menyatakan, 17 hektare lahan pertanian di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong menghadapi masalah kekeringan.

Subkor Penanganan Bencana Alam Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dudung Sumirat mengatakan, pihaknya belum bisa mengidentifikasi apakah lahan pertanian di Desa Mekarsari masuk ke dalam kondisi ringan, sedang, berat, ataupun puso.

“Untuk saat ini kami belum bisa mengidentifikasi secara utuh. Kami nanti bisa melaporkan kondisi yang sebenarnya potensi, apakah ini masuknya kekeringan terancam atau sedang atau ringan, ini untuk lebih besaran kisaran ini belum semua bisa terindentifikasi,” ucap Dudung, Kamis (21/9/2023).

Dudung mengatakan, untuk saat ini pihaknya melaksanakan sebuah gerakan untuk membantu para petani agar lahannya bisa terairi kembali, sehingga tanaman tersebut dapat terselamatkan dari kondisi kekeringan guna mempertahankan produksi padi.

Baca Juga:  Bawaslu: DKI Jakarta Provinsi Paling Rawan Kampanye SARA di Media Sosial

“Mudah-mudahan saja, kami dalam hal ini bisa mengantisipasi minimal kami bisa menurunkan tingkat kekeringan ini,” ungkapnya.

Dudung menjelaskan, saat ini pihaknya fokus pada penyedotan air dari sumber mata air untuk mengairi lahan pertanian yang membutuhkan. Dua alat, pompa air berukuran 3 inci dan floating pump, telah disiapkan untuk mempercepat proses tersebut.

“Harapan kami mudah-mudahan kegiatan ini bisa diikuti oleh kelompok-kelompok terdekat khususnya di Kecamatan Bayongbong ini dan mudah-mudahan saja kami dalam rangka penanganan bencana kekeringan ini ada dalam keberhasilan, ada dalam kelancaran,” jelasnya.

Baca Juga:  Vonis Mario Dandy Imbas Penganiayaan David Ozora Ditentukan Hari Ini

Di sisi lain, Kepala Dusun 03 Desa Mekarsari, Linda menyebut, bahwa dari 17 hektar lahan pertanian di desa tersebut, 12 hektar terancam puso. Melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, 5 hektar berhasil diselamatkan melalui pengairan dari Sungai Cikeruh.

“Dan 5 hektar kita selamatkan, bukti penyelamatannya Harum Madu Desa Mekarsari Kecamatan Bayongbong bekerja sama dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Garut melaksanakan pengairan dengan sumber air yang ada di Sungai Cikeruh nah untuk mengairi daerah yang ada di blok Cikondang, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong,” terangnya.

Baca Juga:  Terafiliasi Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar, Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Boyolali

Linda menekankan, pentingnya tanggung jawab bersama dalam menghadapi bencana kekeringan ini. Pihaknya juga mengaitkan kekeringan ekstrim dengan kurangnya pepohonan yang mampu menyerap air.

Di mana di sekitar hulu sudah jarang terlihat pepohonan yang bisa menyimpan cadangan air. Karena itu, dia pun mengajak pemerintah untuk gencar melakukan reboisasi demi mencegah kekeringan di masa depan.

“Jadi harapannya pemerintah dengan adanya kejadian kekeringan ekstrim semacam ini dapat menggelorakan lagi reboisasi untuk menangkal kekeringan yang akan terjadi di masa mendatang,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Desa Mekarsari Featured Kabupaten Garut Kekeringan lahan pertanian
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.