bukamata.id – Korban tenggelam di Waduk PLTA Saguling, Kabupaten Bandung Barat, akhirnya ditemukan setelah tim SAR Gabungan melakukan pencarian selama dua hari. Korban bernama Angga Permana (27) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (18/7/2026).
Penemuan korban menjadi akhir dari operasi pencarian yang dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung bersama berbagai unsur SAR Gabungan.
Sebelumnya, Angga Permana dilaporkan tenggelam di kawasan Waduk PLTA Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Tim kemudian melakukan pencarian dengan mengerahkan personel dan peralatan untuk menemukan korban.
Jenazah Angga Permana Ditemukan pada Hari Kedua Operasi SAR
Pada hari kedua pencarian, Basarnas Bandung bersama tim SAR Gabungan menerima informasi mengenai penemuan jenazah di sekitar lokasi Waduk Saguling.
Lokasi penemuan berada di koordinat 6°58’09.47″S 107°25’52.22″E.
Mendapat informasi tersebut, tim langsung bergerak menuju titik lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Sekitar pukul 06.50 WIB, korban berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan.
Setelah proses evakuasi, jenazah kemudian menjalani proses identifikasi oleh pihak keluarga. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Angga Permana, korban yang sebelumnya dalam pencarian.
Usai dipastikan identitasnya, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk kemudian dibawa menuju rumah duka.
Operasi SAR Waduk Saguling Resmi Ditutup
Dengan ditemukannya korban, tim SAR Gabungan langsung melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian operasi pencarian.
Debriefing dan evaluasi operasi dilakukan sekitar pukul 07.15 WIB. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.
Seluruh personel yang terlibat kemudian kembali ke instansi masing-masing.
Penutupan operasi dilakukan setelah seluruh tahapan pencarian, evakuasi, hingga penyerahan korban kepada keluarga selesai dilaksanakan.
Banyak Unsur Terlibat dalam Pencarian Korban
Operasi pencarian korban tenggelam di Waduk PLTA Saguling melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, TNI, Polri, BPBD, aparat pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat sekitar.
Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pencarian korban hingga berhasil ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Bandung, Ade Dian Permana, S.A.P., M.Si, menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga korban.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang telah terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
“Keberhasilan operasi ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama yang baik dari seluruh unsur yang terlibat. Semoga semangat kebersamaan dalam tugas-tugas kemanusiaan ini terus terjaga demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Ade Dian Permana, Minggu sore.
Tim SAR Apresiasi Dukungan Masyarakat
Keberhasilan menemukan korban Angga Permana tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak yang ikut membantu proses pencarian.
Selain personel resmi SAR, dukungan dari masyarakat dan relawan juga menjadi bagian penting selama operasi berlangsung.
Basarnas Bandung berharap semangat gotong royong dalam misi kemanusiaan terus terjaga, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di tengah masyarakat.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian di Waduk PLTA Saguling Bandung Barat pun berakhir dan seluruh unsur SAR resmi menghentikan kegiatan di lapangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









