Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Bantah Keisha Terpuruk Imbas Video Viral, Tegaskan Tetap Kuliah

Kamis, 20 Agustus 2026 15:44 WIB
Kemendag

TikTok Siapkan Fitur Kirim Uang Lewat DM, Bisa Transfer Tanpa Keluar Aplikasi!

Kamis, 20 Agustus 2026 15:35 WIB
Bansos

Bansos PKH-BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap, Cek Nama Penerima Lewat NIK KTP di Sini

Kamis, 20 Agustus 2026 14:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Bantah Keisha Terpuruk Imbas Video Viral, Tegaskan Tetap Kuliah
  • TikTok Siapkan Fitur Kirim Uang Lewat DM, Bisa Transfer Tanpa Keluar Aplikasi!
  • Bansos PKH-BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap, Cek Nama Penerima Lewat NIK KTP di Sini
  • Akun IG Thom Haye Mendadak Hilang Usai Persib Juara, Ada Apa?
  • Viral Maba Unpad Tertekan Usai Dialog dengan Dedi Mulyadi, Pihak Kampus Buka Suara
  • Terbongkar! Di Balik Isu Mualaf Roberto Carlos & Deretan Bintang Bola Dunia yang Pilih Masuk Islam
  • US Open 2026: Bisakah Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka Pertahankan Gelar Juara Mereka? 
  • Bandung Terasa Panas dan Menyesakkan, BMKG Beri Peringatan soal Potensi Hujan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

260 Siswa Didiskualifikasi dari PPDB Jabar 2024 Jalur Zonasi, Bey: KK Tidak Sesuai

By Putra JuangKamis, 4 Juli 2024 18:35 WIB2 Mins Read
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mencatat, ada sebanyak 260 dalam pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 jalur zonasi yang didiskualifikasi.

Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin mengatakan, ratusan siswa tersebut dianulir lantaran tempat tinggal tidak sesuai dengan persyaratan administrasi yaitu kartu keluarga.

“Total peserta PPDB di Jabar yang dianulir ada 260-an itu karena setelah penerimaan dicek ulang bahwa KK-nya betul di situ tapi tidak tinggal di situ. Seharusnya KK-nya di situ tinggal juga di situ antara lain seperti itu,” ucap Bey dalam keterangan resminya, Kamis (4/7/2024).

Bey mengakui, pihaknya cukup kesulitan untuk mengikis kesenjangan antara sekolah favorit dan non-favorit pada PPDB 2024 demi pemerataan di setiap wilayah.

“Jadi PPDB seperti ini kan maksud awalnya kan baik untuk menghilangkan sekolah favorit, tapi setelah berjalan tetap sekolah favorit itu tidak bisa hilang di masyarakat kita ya, jadi kan harusnya buat pemerataan,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya pun akan mengundang seluruh kepala dinas pendidikan dari 27 kabupaten dan kota untuk merumuskan tentang pelaksanaan PPDB yang ideal itu harus dilakukan seperti apa polanya.

“Nanti kami akan mengundang semua kota dan kabupaten, akan berdiskusi (dan) menjadi laporan Pemprov kepada Kemendikbud PPDB yang ideal seperti apa,” ungkapnya.

Bey pun merasa iba terhadap pihak sekolah yang mendapatkan banyak tekanan dalam pelaksanaan PPDB 2024.

“Jadi bagaimana, apakah kami akan mengusulkan yang terbaik seperti apa? jangan sampai pada pelaksanaan PPDB itu, jujur (pihak) sekolah yang gak siap. Kasihan mereka itu, karena tekanan begitu banyak makanya tahun ini kami keras, mulai dari saya gubernur sampai operator menandatangani pakta integritas bahwa tidak ada titip menitip sogok menyogok,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin jalur zonasi PPDB siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Bantah Keisha Terpuruk Imbas Video Viral, Tegaskan Tetap Kuliah

Bansos

Bansos PKH-BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap, Cek Nama Penerima Lewat NIK KTP di Sini

Viral Maba Unpad Tertekan Usai Dialog dengan Dedi Mulyadi, Pihak Kampus Buka Suara

Ilustrasi cuaca panas.

Bandung Terasa Panas dan Menyesakkan, BMKG Beri Peringatan soal Potensi Hujan

Pemkot Bandung Siapkan Nikah Massal Gratis, Ada Fasilitas Dokumen hingga Honeymoon

CCTV Bongkar Aksi Maling TV Hotel di Bandung, Pelaku Sewa Kamar Lalu Bawa Kabur Televisi

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.