Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

Bansos PKH-BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap, Cek Nama Penerima Lewat NIK KTP di Sini

Kamis, 20 Agustus 2026 14:41 WIB

Akun IG Thom Haye Mendadak Hilang Usai Persib Juara, Ada Apa?

Kamis, 20 Agustus 2026 14:17 WIB

Viral Maba Unpad Tertekan Usai Dialog dengan Dedi Mulyadi, Pihak Kampus Buka Suara

Kamis, 20 Agustus 2026 14:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos PKH-BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap, Cek Nama Penerima Lewat NIK KTP di Sini
  • Akun IG Thom Haye Mendadak Hilang Usai Persib Juara, Ada Apa?
  • Viral Maba Unpad Tertekan Usai Dialog dengan Dedi Mulyadi, Pihak Kampus Buka Suara
  • Terbongkar! Di Balik Isu Mualaf Roberto Carlos & Deretan Bintang Bola Dunia yang Pilih Masuk Islam
  • US Open 2026: Bisakah Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka Pertahankan Gelar Juara Mereka? 
  • Bandung Terasa Panas dan Menyesakkan, BMKG Beri Peringatan soal Potensi Hujan
  • Pemkot Bandung Siapkan Nikah Massal Gratis, Ada Fasilitas Dokumen hingga Honeymoon
  • Legenda Timnas Brasil Roberto Carlos Jadi Mualaf?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Terbongkar! Di Balik Isu Mualaf Roberto Carlos & Deretan Bintang Bola Dunia yang Pilih Masuk Islam

By Aga GustianaKamis, 20 Agustus 2026 14:07 WIB8 Mins Read
Roberto Carlos. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Stadion sepak bola adalah panggung besar tempat emosi jutaan orang dipertaruhkan. Di sana, raungan jutaan penonton bisa melambungkan nama seorang pemain setinggi langit, atau menjatuhkannya ke jurang kritik dalam hitungan detik. Namun, ketika peluit panjang dibunyikan dan lampu sorot stadion perlahan padam, para pesepak bola kembali menjadi manusia biasa. Mereka mencari ketenangan, kedamaian jiwa, dan pegangan hidup yang tak bisa ditawarkan oleh trofi emas maupun deretan angka nol di dalam rekening bank mereka.

Pada pertengahan Agustus 2026, jagat sepak bola internasional mendadak bergolak. Sebuah narasi kilat menyebar dari balik layar kaca ponsel pintar di seluruh penjuru dunia: Roberto Carlos, si pemilik tendangan “pisang” legendaris dari Brasil dan ikon Real Madrid, dikabarkan telah mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam.

Kabar tersebut meledak cepat bagai tembakan bebas jarak jauh yang menjadi ciri khasnya sewaktu masih aktif merumput. Namun, di balik keriuhan rumor dan konfirmasi resmi yang menyertainya, tersimpan cermin besar tentang bagaimana pencarian spiritualitas, dinamika ruang pribadi, serta persinggungan budaya Timur dan Barat senantiasa mewarnai panggung sepak bola modern.

Gemuruh Cuitan dan Badai Spekulasi

Semua bermula ketika seorang anggota parlemen Turki, Ali Sahin, mengunggah sebuah pernyataan resmi melalui akun X (Twitter) pribadinya. Sahin memberikan ucapan selamat secara terbuka kepada mantan bek kiri Fenerbahce tersebut atas apa yang ia sebut sebagai “kembali fitrahnya” sang legenda.

“Kami mengucapkan selamat atas perjumpaan Roberto Carlos dengan Islam; kami mendoakan agar dirinya dan keluarganya diberi kehidupan yang penuh kedamaian, kesehatan, dan keberkahan,” tulis Ali Sahin.

Dalam lanjutan unggahannya, Sahin mengklaim bahwa kabar gembira ini ia dapatkan langsung dari tokoh Muslim terkemuka asal Brasil, Syekh Jihad Hammadeh. Disebutkan bahwa beberapa pekan sebelum unggahan itu beredar, Carlos sempat menemui sang syekh di Brasil untuk mengucapkan syahadat secara tertutup.

Kehadiran sosok Syekh Jihad Hammadeh—tokoh yang kerap menjadi jembatan dakwah dan syiar Islam di Amerika Latin—seolah mengukuhkan kebenaran narasi tersebut. Ditambah lagi, tak lama kemudian beredar foto-foto suasana pernikahan Roberto Carlos dengan seorang pebisnis sekaligus agen sepak bola asal Maroko, Souheila Tahiri. Dalam foto yang beredar luas di media sosial, prosesi pernikahan tampak kental dengan suasana Islami dan dihadiri oleh petugas syariah.

Bagi publik sepak bola—khususnya para penggemar di kawasan Timur Tengah dan Indonesia—kabar ini disambut dengan antusiasme tinggi. Dalam hitungan jam, nama “Roberto Carlos Mualaf” menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media massa maupun forum diskusi digital.

Klarifikasi dari Jantung Saudi Arabia: “Saya Sangat Menghormati Islam, Tapi…”

Ketika rumor kian liar dan spekulasi makin tak terkendali, Roberto Carlos akhirnya memutuskan untuk memecah keheningan. Pria yang sukses membawa Timnas Brasil meraih gelar Juara Dunia 2002 tersebut memilih media ternama Arab Saudi, Okaz, untuk memberikan ruang penjelasan mengenai kehidupan pribadinya.

Dengan tegas namun penuh kelembutan, Carlos meluruskan kabar simpang siur yang menerpa dirinya dan sang istri.

“Saya sangat menghormati Islam, dan sungguh menyenangkan melihat istri saya berdoa, namun rumor yang beredar tentang saya masuk Islam tidak benar,” ungkap Carlos secara langsung.

Terkait foto-foto pesta pernikahan mereka yang memicu persepsi publik bahwa dirinya telah mualaf, Carlos menerangkan bahwa perayaan pernikahan mereka sengaja dilangsungkan dalam beberapa format perayaan. Hal ini dilakukan demi menjembatani dua latar belakang keluarga dan kolega yang berbeda keyakinan, baik yang beragama Katolik maupun Islam.

Carlos menceritakan bahwa hubungannya dengan Souheila Tahiri telah terjalin selama dua tahun terakhir. Pertemuan awal mereka tidak didasari oleh latar belakang agama, melainkan murni profesionalisme dunia sepak bola.

Riuh Rendah Silang Pendapat Netizen di Jagat Maya

Klarifikasi langsung dari sang legenda tidak serta-merta menghentikan gelombang perbincangan di linimasa media sosial. Klarifikasi tersebut justru memicu beragam respons dari netizen yang memiliki sudut pandang berbeda-beda dalam menyikapi kabar burung semacam ini.

Sebagian netizen masih menaruh harapan besar bahwa sang legenda sepak bola tersebut berada dalam proses pencarian keyakinan dan kelak akan benar-benar berpindah agama.

“Dia bilang belum, karna lagi belajar sedikit demi sedikit dulu.. Jadi tinggal tunggu waktu aja sbenarnya,” ujar seorang netizen dengan optimis.

Namun, tidak sedikit pula netizen yang bersikap lebih kritis dan menyayangkan maraknya fenomena klaim sepihak serta penyebaran berita bohong yang kerap mencatut nama bintang-bintang sepak bola dunia.

“Kemarin kena tipu berita CR7 sekarang Roberto Carlos aneh orng2 seblh ya,” ujar netizen lain yang merasa heran dengan berulangnya pola klaim isu mualaf di jagat maya.

Di luar silang pendapat dan perdebatan mengenai kebenaran berita tersebut, suara ketulusan dan doa-doa kebaikan juga terus mengalir dari para penikmat sepak bola.

“Semoga Alloh subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah….. Aamiin,” ujar netizen lainnya penuh pendoa.

Mengenal Souheila Tahiri: Pengusaha dan Agen Lisensi FIFA

Di balik sosok Roberto Carlos yang pendiam dalam urusan privasi, Souheila Tahiri adalah gambaran wanita modern yang tangguh. Ia merupakan seorang pengusaha sekaligus agen pemain sepak bola berlisensi resmi FIFA yang berbasis di Spanyol. Melalui perannya sebagai agen, Tahiri kerap mengurusi berbagai proyek olahraga, transfer pemain, dan manajemen hak citra para bintang lapangan hijau.

Laporan dari Sky News Arabia yang mengutip sumber-sumber di Spanyol dan Brasil menyebutkan bahwa Souheila Tahiri adalah pengusaha warga negara Spanyol keturunan Maroko. Meskipun beberapa media Arab kerap melabelinya sebagai keturunan “Maroko-Lebanon”, peran pentingnya dalam karier bisnis Carlos tidak dapat diragukan. Dari meja perundingan bisnis itulah, benih-benih cinta tumbuh di antara mereka hingga berlanjut ke jenjang pernikahan interkultural yang megah namun sarat toleransi.

Meskipun Carlos mengklarifikasi bahwa dirinya tetap memeluk keyakinan lamanya, sikap saling hormat yang ditunjukkannya terhadap ibadah sang istri menorehkan pesan damai. Fenomena ini memperlihatkan betapa sepak bola mampu meruntuhkan sekat-sekat perbedaan kebudayaan dan agama.

Deretan Bintang Sepak Bola Dunia yang Menemukan Kedamaian dalam Islam

Meski kabar mualafnya Roberto Carlos berujung pada klarifikasi, sejarah sepak bola dunia mencatat ada begitu banyak pesepak bola papan atas yang benar-benar mengambil keputusan spiritual besar untuk mendekap Islam. Bagi mereka, pencerahan tidak datang dari gemuruh stadion, melainkan dari proses perenungan panjang, interaksi sosial, hingga pencarian makna hidup.

Berikut adalah deretan pesepak bola ternama dunia yang mantap berpindah keyakinan menjadi seorang Muslim:

  1. Franck Ribery (Prancis)Mantan winger lincah Bayern Munchen dan Timnas Prancis ini resmi memeluk agama Islam pada tahun 2006. Keputusannya diambil usai berdiskusi intensif dengan istrinya, Wahiba, yang merupakan keturunan Aljazair, serta rekan-rekannya di lingkungan sepak bola. Ribery bahkan menambah nama Muslim “Bilal” di belakang namanya. Ia kerap kedapatan memanjatkan doa dengan mengadahkan kedua tangan di pinggir lapangan sebelum kick-off dimulai. Bagi Ribery, Islam memberinya kekuatan mental luar biasa saat menghadapi tekanan karier dan trauma kecelakaan masa kecilnya.
  2. Nicolas Anelka (Prancis)Striker jempolan yang pernah melanglang buana membela klub-klub raksasa seperti Real Madrid, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City ini memutuskan masuk Islam saat masih berusia 16 tahun di Prancis. Namun, ia baru mempublikasikan identitas barunya pada tahun 2004 sewaktu bermain di Uni Emirat Arab, dengan mengadopsi nama Abdul-Salam Bilal. Anelka mengungkapkan bahwa keyakinan barunya memberikan ketenangan jiwa di tengah gaya hidup glamor pesepak bola Eropa.
  3. Eric Abidal (Prancis)Mantan bek tangguh Barcelona dan Timnas Prancis ini mengumumkan keputusannya menjadi mualaf pada tahun 2007 setelah menikahi Hayet Kebir, seorang mantan pesenam asal Aljazair. Abidal mengubah namanya menjadi Bilal Eric Abidal. Keteguhan imannya diuji keras saat ia didiagnosis menderita tumor hati pada tahun 2011. Keikhlasan dan kepercayaannya kepada Takdir Ilahi disebut-sebut sebagai modal utama mentalnya hingga berhasil sembuh dan kembali bermain di tingkat tertinggi.
  4. Emmanuel Adebayor (Togo)Mantan juru gedor Arsenal, Real Madrid, dan Manchester City ini mengucapkan dua kalimat syahadat pada bulan Juli 2015 dalam sebuah upacara terbuka di negara asalnya, Togo. Adebayor menyebutkan bahwa pencarian spiritualnya membimbingnya menemukan banyak keselarasan antara ajaran yang ia pelajari sebelumnya dengan prinsip-prinsip keteraturan dan kedamaian dalam Islam.
  5. Clarence Seedorf (Belanda)Salah satu gelandang terbaik sepanjang masa yang memegang rekor menjuarai Liga Champions bersama tiga klub berbeda (Ajax, Real Madrid, AC Milan) ini mengejutkan publik pada Maret 2022. Seedorf mengumumkan di akun Instagram resminya bahwa ia telah masuk Islam. Ia terinspirasi oleh istrinya, Sophia Makramati, yang mengajarkannya tentang kedalaman ajaran Islam. Seedorf memutuskan untuk tetap menggunakan nama pemberian orang tuanya sebagai bentuk penghormatan.
  6. Thomas Partey (Ghana)Gelandang bertahan andalan Arsenal dan Timnas Ghana ini memilih memeluk agama Islam pada pertengahan tahun 2022. Keputusannya tak lepas dari pengaruh kekasihnya asal Maroko, Bella. Setelah menjadi mualaf di sebuah masjid di London, Partey sempat mengadopsi nama Yakubu, meski tetap mengenakan nama “Partey” di punggung jersey tandingnya.
  7. Paul Pogba (Prancis)Meski tumbuh di lingkungan keluarga dengan ibu seorang Muslimah, Pogba tidak dibesarkan sebagai seorang Muslim sejak lahir. Bintang pemenang Piala Dunia 2018 ini baru memutuskan untuk mendalami dan memeluk Islam secara personal pada usia 20-an. Pogba menyebut bahwa Islam mengubah jalan hidupnya, membuatnya menjadi pribadi yang lebih tenang, bersyukur, dan terhindar dari krisis identitas akibat ketenaran instan.

Sepak Bola sebagai Ruang Bertemunya Keberagaman

Kisah seputar klarifikasi Roberto Carlos, selentingan komentar netizen, serta deretan pesepak bola yang memilih menjadi mualaf menegaskan satu hal penting: lapangan hijau adalah miniaturnya dunia. Lapangan bola tidak hanya menguji ketangkasan fisik dan taktik, tetapi juga menjadi tempat bertemunya berbagai kultur, ras, dan keyakinan.

Klarifikasi dari seorang Roberto Carlos mengajarkan kita tentang pentingnya verifikasi informasi dan penghormatan terhadap batasan privasi seseorang. Carlos menunjukkan bahwa meski ia tidak berpindah keyakinan, sikap saling toleransi dan rasa hormat terhadap agama Islam—terutama yang dijalani oleh istrinya—adalah wujud kedewasaan seorang manusia.

Sementara itu, perjalanan kisah Ribery, Anelka, hingga Seedorf memberi bukti bahwa dalam riuk pikuk industri olahraga modern yang bernilai triliunan rupiah, pencarian atas kedamaian hakiki tetap menjadi kebutuhan terdalam setiap individu. Agama dan kepercayaan hadir bukan untuk memisahkan para pemain di ruang ganti, melainkan menjadi fondasi moral yang memperkaya warna-warni indahnya permainan bernama sepak bola.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Brasil mualaf Roberto Carlos Turki
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

US Open 2026: Bisakah Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka Pertahankan Gelar Juara Mereka? 

Legenda Timnas Brasil Roberto Carlos Jadi Mualaf?

Resmi! Tijjani Reijnders Tinggalkan Man City Setelah Semusim, Al Qadsiah Tebus Rp1,4 Triliun

Tikung PSG di Detik Akhir, Aston Villa Resmi Amankan Tanda Tangan Zion Suzuki

Timnas Indonesia

FIFA ASEAN Cup 2026 Bergulir Bulan Depan: Format Turnamen, Pembagian Divisi, dan Lokasi Laga

Hasil Drawing ACL 2 2026/2027: Persib Berpotensi Hadapi FC Seoul dan Melbourne Victory

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.