Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Hilang! Ini Alasan Persib Tak Terima ‘Giant Check’ Usai Juara

Selasa, 26 Mei 2026 04:00 WIB

Heboh! Video Viral ‘TKW Taiwan 3 Vs 1’ Bikin Pencarian Meledak di Medsos

Selasa, 26 Mei 2026 03:00 WIB
Keindahan Kebun Teh Ciater, salah satu ikon Wisata Subang.

Healing ke Subang? Ini 7 Spot Wisata Terbaik untuk Melarikan Diri dari Hiruk-Pikuk Kota

Selasa, 26 Mei 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Hilang! Ini Alasan Persib Tak Terima ‘Giant Check’ Usai Juara
  • Heboh! Video Viral ‘TKW Taiwan 3 Vs 1’ Bikin Pencarian Meledak di Medsos
  • Healing ke Subang? Ini 7 Spot Wisata Terbaik untuk Melarikan Diri dari Hiruk-Pikuk Kota
  • Liburan Seru di Bandung Barat: 5 Spot Wisata Favorit yang Tak Boleh Dilewatkan
  • The Legacy Continues! Igor Tolic Resmi Pimpin Persib Bandung
  • Resmi! Tinggalkan Kursi Pelatih, Bojan Hodak Siap Kawal Masa Depan Persib dari Balik Layar
  • Konvoi Juara Persib dan Tanggung Jawab Kolektif Bobotoh dan Manajemen
  • Bojan Hodak Bakal Bertahan di Persib? Ini Kata Umuh Muchtar Soal Ambisi Juara Musim Depan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 26 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

712 Jiwa Terisolasi di Purabaya Sukabumi, Bey Pastikan Percepat Relokasi Rumah Layak Huni

By Putra JuangJumat, 6 Desember 2024 21:25 WIB2 Mins Read
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin saat mengunjungi warga terdampak bencana pergerakan tanah dan longsor di Desa Cikembar, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menyatakan, ada sebanyak 215 KK, 712 jiwa terisolasi akibat bencana longsor dan pergerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Sukabumi.

Hal itu disampaikan Bey Machmudin saat menemui warga terdampak bencana di Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Jumat (6/12/2024).

“Ada 215 KK, 712 jiwa terisolasi, mereka mengungsi dan ini kami akan laporkan ke BNPB, pertama harus dilakukan asesment oleh PVMBG, apakah masih aman atau tidak. Kalau sudah tidak aman harus relokasi, sesegera mungkin,” ucap Bey.

“Tadi saya bertemu dengan pengungsi, jadi warga di sini yang merasa sudah tidak aman walaupun disini hanya empat rumah yang ambruk amblas, tiga rumah amblas, satu rumah sebetulnya masih ada tapi sudah tidak aman untuk ditempati,” tambahnya.

Baca Juga:  Bey: Dies Natalis UPI ke-70 Jadi Momentum untuk Lahirkan Tenaga Pendidik Berkualitas

Sebelum meninjau lokasi bencana di Kecamatan Purabaya, Bey mendampingi Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka menemui warga terdampak bencana.

“Tadi juga Pak Wapres ke Cikembar, mereka menyampaikan secepat mungkin melakukan relokasi (bagi rumah terdampak),” ujarnya.

Tak hanya itu, Bey juga menyampaikan pesan Wapres Gibran yang menginginkan anak-anak segera bersekolah agar mereka tidak terlalu larut dalam rasa cemas dan ketakutan.

Baca Juga:  Bey Machmudin Tantang Pelaku Usaha Buka Tempat Wisata di Kuningan

“Dan beliau memintanya sebetulnya anak-anak segera mungkin bisa sekolah jangan sampai libur terlalu lama, jadi diperhatikan betul, nanti jadi kami akan laporkan karena kan di sini sepertinya masih belum baik penanganannya,” katanya.

Bey mengatakan bahwa warga menginginkan kepastian terkait tempat tinggal yang layak huni dan aman. Hal itu terungkap, ketika Bey mengobrol dengan warga Kecamatan Parubaya.

“Kalau mereka perlu kepastian kapan mereka bisa tinggal di tempat yang aman, jadi kalaupun relokasi mereka bersedia untuk relokasi,” ungkapnya.

Terkait pasokan logistik makanan, Bey menyebut kondisi dapur umum sudah berjalan baik. Meskipun memang masih ada sedikit kendala keterlambatan dalam menyiapkan makanan untuk 700 orang, namun hal itu akan segera diperbaiki karena keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Baca Juga:  Bey Tekankan Pentingnya Edukasi Masyarakat soal Kesiapsiagaan Bencana

“Aman (logistik) tadi makan siang kita tahu ada 700 orang lebih, dapur umumnya masaknya jam 12, jadi baru mungkin sekarang hampir sore baru siap. Saya minta bu Camat lebih awal lagi menyiapkan (makanan) jangan sampai mereka mengungsi tapi (disiapkan makanannya telat). Diusahakan lagi mereka makan pagi jam 7, makan siang jam 12, makan malam jam 7,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Kabupaten Sukabumi longsor Pergerakan Tanah Rumah Layak Huni
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tarif Ducting Bikin Gaduh! 25 Operator di Bandung Serbu Kantor BUMD

Tinggal Tulang! Video Induk Orangutan Kurus Kering Kelaparan Ini Bikin Netizen Ngamuk

Disambut Tangis dan Elusan Hangat, Alasan Hartono Soekwanto Batal Kurbankan Sapi Matilda Bikin Mewek

Usai Ribuan Bobotoh Rayakan Persib, Puluhan Taman Kota Bandung Jadi Korban

Ilustrasi korban meninggal.

Bobotoh Tewas di Tengah Euforia Persib Juara? Pemuda Cibiru Ditemukan Bersimbah Darah di Ujungberung

Teror Pocong Gentayangan di Bandung Barat, Polisi Turun Tangan Selidiki Isu Orang Iseng

Terpopuler
  • Diduga Hina Bos Persib Umuh Muchtar, Pemilik Akun Facebook Ini Diburu Netizen!
  • Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Fenomena Video Guru Bahasa Inggris Viral 2026: Warganet Diburu Rasa Penasaran, Link Berbahaya Mengintai
  • Kejutan Bursa Transfer: Bintang Liga Singapura Beri Sinyal Gabung Persib Bandung, Bakal Jadi Pemain Termahal?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.