Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Kamis, 15 Oktober 2026 17:32 WIB

Belum Menang dalam 4 Laga, Garudayaksa FC Punya Misi Penting Lawan Arema FC

Kamis, 15 Oktober 2026 17:24 WIB

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Kamis, 15 Oktober 2026 16:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI
  • Belum Menang dalam 4 Laga, Garudayaksa FC Punya Misi Penting Lawan Arema FC
  • Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga
  • Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI
  • Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje
  • Bikin Geram! Bali Krisi Bensin: Antrean SPBU Mengular, Pasar Gelap Digital Merajalela!
  • Dua Terduga Pencuri Motor di Jalan Japati Bandung Ditangkap, Polisi Temukan Narkotika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Adu Mulut! Wali Santri vs Ustadz: Gak Terima Anak Dihukum, Bawa-Bawa Jabatan Suami!

By SusanaSenin, 23 Februari 2026 10:42 WIB4 Mins Read
Viral walisantri paksa ustadz klarifikasi usai anaknya disanksi karena merokok di pesantren. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus walisantri yang memaksa seorang ustadz membuat klarifikasi publik tengah viral di media sosial. Peristiwa ini dipicu sanksi terhadap seorang santri yang kedapatan merokok di lingkungan pesantren.

Sang ibu menilai persoalan tersebut sebagai hal sepele, sementara pihak pesantren menegaskan bahwa tindakan itu melanggar aturan yang berlaku.

Video perdebatan tersebut ramai dibagikan ulang, salah satunya melalui akun Instagram Instagram @lagi.viral pada Senin (23/2/2026), dan langsung menuai ribuan komentar dari warganet.

Kronologi: Dari Sanksi Hingga Tuntutan Klarifikasi

Berdasarkan video yang beredar, santri tersebut disebut telah beberapa kali tertangkap merokok di area pesantren. Sebagai bentuk penegakan disiplin, pihak pesantren memberikan sanksi berupa penggundulan rambut.

Tak terima dengan kebijakan itu, sang ibu mendatangi pesantren dan meminta ustadz yang bersangkutan untuk membuat video klarifikasi. Ia menilai anaknya tidak melakukan kesalahan besar.

“Anak saya viral, saya menuntut ustadz untuk klarifikasi,” ujar walisantri dalam video tersebut.

Namun ustadz menegaskan dirinya tidak merasa melakukan kesalahan. “Klarifikasi apa, Bu? Saya tidak punya salah apa-apa,” jawabnya.

Situasi semakin memanas ketika sang ibu menyatakan bahwa merokok adalah persoalan sepele dan menyebut suaminya merupakan anggota kepolisian. Ia bahkan mengancam akan melaporkan jika klarifikasi tidak segera dibuat.

“Merokok itu sepele, suami saya polisi. Pokoknya hari ini unggah video klarifikasi,” tegasnya.

Meski demikian, ustadz tetap bersikukuh tidak akan membuat klarifikasi karena merasa telah menjalankan aturan sesuai ketentuan pesantren.

Aturan Pesantren dan Hak Orang Tua

Dalam keterangan yang beredar, pihak pesantren disebut telah memberikan opsi kepada orang tua untuk membawa pulang anaknya jika tidak sepakat dengan kebijakan yang diterapkan. Langkah ini dianggap sebagai bentuk keterbukaan sekaligus konsistensi dalam menegakkan disiplin.

Pesantren pada umumnya memiliki tata tertib ketat, termasuk larangan merokok bagi santri. Aturan tersebut bukan hanya menyangkut kedisiplinan, tetapi juga pembinaan karakter dan kesehatan.

Kasus ini pun memunculkan perdebatan publik tentang batas kewenangan lembaga pendidikan dalam menjatuhkan sanksi, serta peran orang tua dalam mendukung proses pembinaan anak.

Reaksi Warganet Memanas

Kolom komentar media sosial dipenuhi beragam tanggapan. Sebagian besar warganet menilai orang tua seharusnya mendukung aturan pesantren, bukan membela kesalahan anak.

“Kalau anaknya nggak bisa dididik, bawa pulang saja, Bu,” tulis akun @nan***.

Komentar lain menyoroti pernyataan sang ibu yang menyebut suaminya polisi sebagai bentuk tekanan terhadap pengajar. Tidak sedikit yang menegaskan bahwa setiap pesantren memiliki aturan yang wajib dipatuhi oleh seluruh santri tanpa pengecualian.

“ANAKNYA SALAH PONDOK BU… PINDAHIN KE PONDOK CIPINANG BU… Udah Viral Tambah Aja Viral. KOCAKKK,” tulis akun @her***.

“JADI KARENA SUAMI IBU POLISI, TRUS IBU DENGAN SEENAKNYA MENGANCAM DAN MENEKAN ORANG GITU? WEEEEEHHHH HEBAT YA?” tulis akun @eri***.

“Di pesantren ada aturannya Bu, harus diikuti, dan harusnya orang tua berterima kasih karena tugas mendidik anak sudah dibantu oleh guru-guru di pesantren,” tulis akun @bud***.

Cuplikan Film Pendek yang Viral dan Banyak Diresapi Penonton

Menariknya, video viral ini ternyata merupakan cuplikan dari proses pembuatan film pendek yang terinspirasi dari kisah nyata.

Banyak penonton yang merasa relate karena konflik antara walisantri dan pihak pesantren sering terjadi di masyarakat.

Dikutip dari kolom komentar akun TikTok Kingzadma, Senin (23/2/2026):

“Kalaupun ini konten pastinya sedang menceritakan kisah asli,” tulis akun @tri***.

“Proses pembuatan video pendek itu, yang menceritakan tentang kejadian yang sering ada di kalangan masyarakat,” tulis akun @nov***.

Narasi ini berhasil menghadirkan dramatisasi situasi nyata, sehingga cepat menyebar di media sosial dan memicu diskusi publik.

Viral dan Dampak Sosial

Fenomena viral seperti ini menunjukkan bagaimana konflik internal lembaga pendidikan dapat dengan cepat meluas ke ruang publik digital. Dalam era media sosial, satu potongan video dapat membentuk opini luas tanpa konteks utuh.

Kasus walisantri dan ustadz ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang bijak antara pihak sekolah dan orang tua. Di sisi lain, peristiwa ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai pola asuh, kedisiplinan, serta etika bermedia sosial ketika menyangkut nama baik individu maupun institusi pendidikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI

Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje

Bikin Geram! Bali Krisi Bensin: Antrean SPBU Mengular, Pasar Gelap Digital Merajalela!

Dua Terduga Pencuri Motor di Jalan Japati Bandung Ditangkap, Polisi Temukan Narkotika

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.