Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Minggu, 14 Juni 2026 20:51 WIB

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ahmad Sahroni Kembali Tampil ke Publik Lewat Momen Wisuda Doktor Hukum

By Aga GustianaRabu, 15 Oktober 2025 07:48 WIB4 Mins Read
Ahmad Sahroni diwisuda. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Politikus Ahmad Sahroni kembali menjadi sorotan publik setelah sebelumnya rumahnya dijarah pada akhir Agustus 2025. Setelah sempat muncul secara virtual dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Motor Indonesia (IMI) pada pertengahan September, Sahroni kini tampil langsung di acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Borobudur, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Mengenakan toga hitam berlis merah khas Program Studi Hukum, Sahroni hadir sebagai salah satu peserta wisuda. Dalam tayangan YouTube resmi Universitas Borobudur, tampak dirinya tersenyum dan menyalami para petinggi kampus saat dipanggil ke panggung.

Sahroni meraih gelar doktor melalui disertasi berjudul “Pemberantasan Korupsi Melalui Prinsip Ultimum Remidium: Suatu Strategi Pengembalian Kerugian Keuangan Negara.” Ia juga terlihat berfoto bersama Bambang Soesatyo (Bamsoet), mantan Ketua MPR RI yang turut hadir dalam acara tersebut.

Bamsoet, yang menjabat sebagai Ketua MPR RI ke-15 sekaligus Anggota Sidang Senat Terbuka Universitas Borobudur, menjelaskan bahwa tahun ini kampus meluluskan 594 mahasiswa dari program diploma tiga, sarjana, magister (S-2), hingga doktor (S-3).

Beberapa tokoh yang ikut diwisuda antara lain Ahmad Sahroni (NasDem), Trimedya Panjaitan (PDIP), Hamid Noor (PKS), Bupati Banyuasin Askolani, Mayjen TNI AD Endro Satoto, Hery Chariansyah, Taufan Zakaria, Ricky Setiawan Anas, dan Brigjen Pol I Gusti Gede Maha Andika. Seluruhnya merupakan lulusan Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur.

Baca Juga:  Ketika Anggota DPR Sebut MBG Tak Perlu Ahli Gizi: Polemik yang Memicu Amarah Publik

“Momentum wisuda sarjana di berbagai perguruan tinggi harus dimaknai sebagai tonggak lahirnya generasi baru yang siap meraih masa depan gemilang. Wisuda bukan sekadar seremoni penyerahan ijazah, melainkan momentum strategis untuk melahirkan sumber daya manusia unggul, adaptif, dan inovatif yang mampu bersaing di kancah global menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bamsoet dalam pidatonya.

Acara wisuda turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, pejabat LLDIKTI Wilayah III, Pemprov DKI, Rektor Bambang Bernanthos, serta jajaran civitas akademika Universitas Borobudur.

Bamsoet juga menyinggung persoalan serius di dunia kerja. Berdasarkan data BPS Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka nasional mencapai 4,76 persen atau sekitar 7,28 juta orang. Dari jumlah itu, lulusan perguruan tinggi menyumbang 6,23 persen atau lebih dari satu juta orang. Lulusan SMK masih menduduki tingkat pengangguran tertinggi, yaitu 8 persen.

Baca Juga:  Gelar Sidang Senat Terbuka, Itenas Bandung Resmi Kukuhkan 1.432 Mahasiswa Baru

“Ini kontradiksi besar. Di satu sisi, kita memiliki jutaan sarjana baru setiap tahun. Namun di sisi lain, masih banyak yang belum terserap pasar kerja karena kompetensi yang dimiliki belum sepenuhnya sesuai kebutuhan industri. Artinya, masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam sistem pendidikan kita,” tegasnya.

Menurutnya, ketimpangan antara kurikulum pendidikan tinggi dan kebutuhan industri menjadi akar masalah. Pendidikan terlalu fokus pada teori, sementara pengalaman praktik sering kali hanya formalitas. Ia menilai mahasiswa seharusnya sejak awal berinteraksi dengan dunia kerja agar memiliki bekal menghadapi tantangan nyata.

Bamsoet kemudian mengapresiasi program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemendikbud. Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang melibatkan lebih dari 500 ribu mahasiswa dan 2.000 perusahaan, serta program Matching Fund dengan dana Rp2,3 triliun pada 2025, disebut sebagai langkah penting memperkuat sinergi kampus dan industri.

“Langkah-langkah ini harus diperkuat. DPR siap mendorong regulasi agar kemitraan kampus, industri, dan pemerintah menjadi standar nasional. Jangan sampai kebijakan bagus berhenti di tataran konsep,” ujar Bamsoet.

Baca Juga:  Tak Lolos Ambang Batas, Kaesang Bakal Kawal PSI sampai Masuk Parlemen di 2029

Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan pascawisuda melalui career center aktif dan tracer study untuk memperbaiki kurikulum secara berkelanjutan.

“Data BPS tahun 2025 menunjukkan sekitar 55 persen pekerja Indonesia masih berada di level menengah ke bawah. Jika pendidikan tinggi gagal menciptakan mobilitas vertikal, maka bonus demografi justru bisa menjadi beban. Lulusan sarjana tidak cukup hanya memiliki ijazah. Mereka harus punya kemampuan belajar cepat, berpikir kreatif, dan adaptif terhadap teknologi baru,” kata Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, perubahan global menuju ekonomi digital dan hijau akan mengubah struktur pekerjaan secara besar. Berdasarkan data World Economic Forum, 23 persen pekerjaan akan terdampak otomatisasi, namun 69 juta pekerjaan baru muncul dengan tuntutan keahlian digital, analisis data, dan inovasi sosial.

“Generasi sarjana hari ini akan menjadi pengambil keputusan di tahun 2045. Dua dekade ke depan, mereka akan menentukan apakah Indonesia benar-benar menjadi negara maju atau tertinggal di gelombang perubahan. Karena itu, wisuda tidak boleh menjadi titik akhir, melainkan titik awal tanggung jawab baru,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ahmad Sahroni Bamsoet dpr Pendidikan Universitas Borobudur Wisuda Doktor
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.