Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Rabu, 13 Mei 2026 22:20 WIB

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

Rabu, 13 Mei 2026 21:57 WIB

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Rabu, 13 Mei 2026 20:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan
  • Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif
  • ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi
  • Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026
  • Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan
  • UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok
  • Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif
  • Kelas Bos! Lihat Apa yang Dilakukan Pria Ini Saat Sulap Dinding Kusam Jadi Emas!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ahmad Syaikhu Beberkan Tiga Strategi ASIH soal Mitigasi Bencana di Jabar

By Putra JuangSabtu, 16 November 2024 22:12 WIB2 Mins Read
Cagub Jabar, Ahmad Syaikhu. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie (ASIH) memiliki beberapa langkah strategis guna menangani permasalahan bencana alam yang selama ini terjadi di Jabar.

Hal itu disampaikan Cagub Jabar, Ahmad Syaikhu dalam debat publik Pilgub Jabar 2024 putaran kedua di Hotel Patra Cirebon, Sabtu (16/11/2024).

Syaikhu mengatakan bahwa Jabar merupakan wilayah yang berada di kawasan rawan bencana, termasuk banjir. Sebab, provinsi ini terletak dalam jalur Cincin Api Bencana.

“Jawa Barat sesuai dengan pendapat para pakar berada dalam ring of fire artinya berada dalam cincin api bencana. Dan di antaranya juga adalah bencana banjir,” ucap Syaikhu.

Baca Juga:  Kekuatan Perempuan Terpadu, PIRA Jabar Siap Menangkan Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan

Syaikhu mengatakan, strategi pertama adalah Jabar harus memiliki kajian peta bencana yang komprehensif untuk mengidentifikasi titik-titik rawan bencana.

“Kita harus memiliki yang pertama adalah kajian peta kajian bencana di Jawa Barat. Dimana yang sering terjadi banjir, dimana yang sering terjadi gempa, dimana yang sering terjadi bencana-bencana yang lainnya,” katanya.

Strategi kedua, lanjut Syaikhu, adalah mengedukasi masyarakat agar masyarakat lebih peduli terhadap bencana yang akan dihadapi.

“Ketika yang dihadapi adalah bencana banjir, maka dia harus tahu bagaimana upaya untuk menyelematkan diri dan hartanya, kemana dia harus mengevakuasi kekuaganya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Detik-detik Pendaftaran Pilkada 2024, Golkar Sebut Ridwan Kamil Berpeluang Besar Maju di Jabar

Sedangkan strategi ketiga atau terakhir adalah perlunya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memiliki early warning system atau sistem peringatan dini.

“Dan yang ketiga, tugas Pemprov tentu perlu memiliki rencana contingency planning. Di antaranya dengan menghidupkan early warning system,” ujarnya.

Syaikhu mengatakan bahwa sistem peringatan dini sudah dirinya praktikan saat menjabat sebagai wakil wali Kota Bekasi.

“Saya tinggal di Bekasi, sering kali menghadapi bencana-bencana banjir yang salah satu kebijakan Pemerintah Kota Bekasi sebagai early warning sistem kita menempatkan petugas di P3C pertemuan Cikeas, sungai itu diberikan petugas yang menginformasikan ketinggan air,” jelasnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Jabar, Syaikhu-Ilham Akan Bentuk BUMD

“Sehingga ketika ketinggian itu betul-betul terdeteksi maka jarak air sampai ke Kota Bekasi ini memerlukan waktu tempuh 6 jam,” lanjutnya.

Nantinya, lanjut Syaikhu, informasi bencana tersebut bisa disampaikan melalui berbagai platform media. Sehingga, masyarakat pun masih bisa untuk menyelematkan diri dan harta bendanya.

“Sehingga dari situ masyarakat diinformasikan melakui radio, melalui Hp, melalui informasi-informasi dalam berbagai hal sehingga kemudian masyarakat faham dan bisa menyelematkan harta, diri sehingga mereka bisa selamat semuanya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ahmad Syaikhu ASIH Bencana Alam debat Ilham Habibie Mitigasi Bencana Pilgub Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.