Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib

Senin, 28 September 2026 11:59 WIB
gempa

Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar

Senin, 28 September 2026 10:56 WIB

Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini

Senin, 28 September 2026 10:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib
  • Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar
  • Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini
  • Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota
  • Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!
  • Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam
  • Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Sweeping Warung di Garut Saat Ramadhan Tuai Kontroversi

Sejumlah Massa Obrak-abrik Warung Buka Saat Ramadhan
By Aga GustianaSabtu, 8 Maret 2025 12:00 WIB2 Mins Read
sweeping warung
Sweeping warung di Garut tua kontroversi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video viral memperlihatkan aksi sekelompok massa yang melakukan sweeping terhadap warung yang buka pada siang hari selama Ramadhan. Insiden ini terjadi di Kabupaten Garut dan menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Dilihat bukamata.id Sabtu (8/3/2025), dalam video berdurasi 49 detik itu memperlihatkan sekelompok orang mendatangi sebuah warung yang buka pada siang hari. Dalam rekaman tersebut, beberapa pengunjung tampak sedang duduk, merokok, dan menikmati kopi.

Seorang dari massa yang datang terlihat menanyakan alasan pengunjung tidak berpuasa.

“Nu saha iyeu? Eta kopi nu saha? Naha teu puasa? Muslim lain?” tanyanya dalam Bahasa Sunda.

Baca Juga:  5 Tempat Ngabuburit Seru di Bandung yang Wajib Kamu Kunjungi Selama Ramadhan

Salah seorang pengunjung menjawab bahwa ia tidak berpuasa karena tidak sahur. Massa kemudian menunjukkan sikap agresif dengan menyiramkan segelas kopi dan menginterogasi pemilik warung.

Seorang pria lain yang terlibat dalam aksi tersebut bahkan menggebrak meja dan berbicara dengan nada tinggi kepada para pengunjung. Ketegangan semakin meningkat ketika seorang pembeli beradu argumen dengan beberapa anggota massa.

Respons Publik dan Pemerintah

Video ini memicu berbagai tanggapan dari warganet. Beberapa mengkritik tindakan sweeping tersebut sebagai bentuk intimidasi yang tidak seharusnya terjadi, sementara yang lain mendukung penegakan aturan selama Ramadan.

Baca Juga:  Niat Puasa Ramadhan, Lengkap Bacaan Arab dan Latinnya

Kepala Satpol PP Garut, Basuki Eko, mengonfirmasi bahwa kejadian ini berlangsung pada Rabu (5/3/2025) di Jalan Ibrahim Adjie dan sekitar Guntur. Ia menyayangkan tindakan massa yang berujung pada aksi pengrusakan.

“Kami sangat menyayangkan aksi tersebut terjadi,” ujarnya.

Eko juga menjelaskan kehadiran personel Satpol PP dalam video yang beredar. Ia menegaskan bahwa anggotanya tidak terlibat dalam sweeping, melainkan sedang menjalankan patroli untuk mensosialisasikan Maklumat Ramadan. Namun, karena mereka bergerak dengan mobil sementara massa menggunakan sepeda motor, Satpol PP tiba di lokasi lebih lambat.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dokter Kandungan di Garut

Meski demikian, empat anggota Satpol PP yang berada di lokasi diberikan teguran karena dinilai lalai dalam meminta bantuan segera untuk mengatasi situasi.

“Kami memberikan teguran kepada mereka karena tidak segera meminta dukungan tambahan,” jelas Eko.

Imbauan dan Tindakan Lanjutan

Terkait insiden sweeping yang dilakukan oleh kelompok massa, Eko mengungkapkan bahwa perwakilan kelompok tersebut telah bertemu dengan Pemkab Garut pada Jumat (7/3/2025) malam dan menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah dan masyarakat.

“Kami akan menindaklanjuti kasus ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkas Eko.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

garut puasa Ramadhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar

Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini

Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.