bukamata.id – Pemecatan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 6 Depok menjadi pekerjaan pertama Dedi Mulyadi sejak dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat, pada Kamis (20/2/2025).
Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi usai menghadiri pelantikan 961 orang kepala daerah di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025). Pelantikan dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Saya langsung kerja ya, hari ini juga langsung kerja. Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMA Negeri 6 Depok,” ucap Dedi dikutip YouTube Liputan6.
Dedi mengatakan, alasan pemecetan tersebut lantaran Kepsek SMA Negeri 6 Depok tidak mengindahkan imbauan yang melarang siswa untuk berkegiatan ke luar provinsi.
“Karena dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya bepergian ke luar provinsi,” ujarnya.
Sebagai gubernur Jabar, kata Dedi, dirinya akan membenahi persoalan-persoalan serupa yang terjadi di sekolah. Selain soal study tour, ada juga masalah pungutan liar alias pungli.
Orang nomor satu di Jabar itu juga sudah meminta jajarannya untuk memeriksa sekolah yang melakukan pungutan di luar ketentuan.
“Nah ini salah satu bagian yang akan kita benahi. Dan hari ini juga sudah diperintahkan inspektur untuk memeriksa sekolah itu ada pungutan-pungutan di luar ketentuan atau tidak,” katanya.
Dedi menyebut bahwa persoalan study tour, pungutan liar alias pungli sangat meresahkan masyarakat Jabar.
“Ini kinerja saya pertama ingin membenahi manajemen di kependidikan di provinsi Jawa Barat, karena kan isu PIP (Program Indonesia Pintar), pungutan, study tour, itu isu yang begitu meresahkan masyarakat di Jawa Barat,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









