Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara

Kamis, 27 Agustus 2026 23:00 WIB

Bukan Sekadar Gaya, Ini Alasan Ariel Tatum Ganti Nama Legalnya

Kamis, 27 Agustus 2026 21:58 WIB

Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU

Kamis, 27 Agustus 2026 20:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara
  • Bukan Sekadar Gaya, Ini Alasan Ariel Tatum Ganti Nama Legalnya
  • Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU
  • Madinah Disergap Badai Debu! Pelataran Masjid Nabawi Mendadak Mencekam
  • Desil Bansos Berubah? Cek Sekarang Lewat HP, Ini Cara Tahu Masih Dapat Bansos atau Tidak
  • Miris! 16 PMI Asal Bandung Barat Bermasalah di Luar Negeri, 5 Meninggal Dunia
  • Igor Tolic Waspada! Persib Temui Masalah Jelang Duel Hidup-Mati Lawan Manila Digger
  • Haji 2026 Dapat Rapor Hijau, Timwas DPR Ungkap 3 Capaian yang Bikin Jemaah Lebih Nyaman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dana Transfer Pusat Dipangkas Rp2,458 Triliun, Dedi Mulyadi Siapkan Strategi Efisiensi Jabar

By SusanaKamis, 25 September 2025 10:25 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengumumkan akan mengambil kebijakan efisiensi anggaran pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan menyusul pengurangan dana transfer pusat yang cukup tajam ke Jawa Barat.

Menurut Dedi Mulyadi, dana transfer pusat ke Jabar pada 2026 mengalami penurunan signifikan mencapai Rp2,458 triliun.

“Dana transfer pusat ke Jabar pada 2026 penurunannya mencapai Rp2,458 triliun,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Rincian Penurunan Dana Transfer Pusat

Penurunan terbesar terjadi pada dana bagi hasil pajak pusat yang semula Rp2,2 triliun turun menjadi Rp843 miliar, sehingga Jabar kehilangan Rp1,2 triliun. Dana Alokasi Umum (DAU) juga turun dari proyeksi Rp4 triliun menjadi Rp3,3 triliun.

Pemerintah pusat juga menghapus Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp276 miliar yang biasa digunakan untuk pembangunan jalan, irigasi, hingga ruang kelas.

“Dana untuk bangun jalan, irigasi, bangun puskesmas tahun 2026 tidak ada, tidak ada harapan,” tuturnya.

Baca Juga:  Dinilai Kurang Empati, Ucapan Dedi Mulyadi ke Maba Unpad Keisha Soal 'Tak Bisa Pilih Nasib' Tuai Kritik

Pengurangan juga terjadi pada DAK non-fisik untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dari Rp4,8 triliun menjadi Rp4,7 triliun, padahal jumlah siswa SMA/SMK di Jabar terus meningkat.

Dampak pada APBD Jawa Barat 2026

Akibat pengurangan dana tersebut, APBD Jawa Barat 2026 yang awalnya diproyeksikan Rp31,1 triliun menjadi hanya Rp28,6 triliun.

Dedi Mulyadi menegaskan, meski anggaran berkurang, keberpihakan pada pembangunan layanan dasar warga Jabar tidak boleh dipangkas.

“Saya sebagai gubernur, pembangunan infrastruktur, sarana pendidikan, dan layanan kesehatan tidak boleh berkurang. Pembangunan irigasi tidak boleh berkurang,” tegasnya.

Strategi Efisiensi Anggaran Pemprov Jabar

Setelah membedah struktur APBD 2026, Dedi Mulyadi, akrab disapa KDM, mengidentifikasi sejumlah pos yang dapat dihemat untuk menutup kekurangan Rp2 triliun lebih.

  • Belanja pegawai akan berkurang Rp768 miliar dari total Rp9,9 triliun. Dampaknya, pengangkatan CPNS baru pada 2026 ditunda.
  • Belanja hibah ke instansi dan organisasi masyarakat turun dari Rp3,03 triliun menjadi Rp2,3 triliun. Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) diarahkan menjadi beasiswa langsung untuk siswa yang kurang mampu.
  • Bantuan keuangan ke kabupaten/kota dipangkas dari Rp2 triliun menjadi Rp1,2 triliun.
  • Belanja barang dan jasa untuk makan minum, alat tulis kantor, dan perjalanan dinas turun dari Rp7,6 triliun menjadi Rp6,9 triliun.
Baca Juga:  Dedi Mulyadi Lega! Reni Rahmawati Korban TPPO Sukabumi, Akhirnya Pulang ke Jabar

KDM juga meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menekan belanja barang dan jasa lebih jauh lagi, dari Rp6,9 triliun menjadi Rp5 triliun. Penghematan akan diambil dari biaya listrik, pemakaian air, dan jamuan di seluruh kantor Pemprov Jabar.

“Listrik di seluruh dinas kantor Provinsi Jabar hanya dinyalakan pada waktu jam kerja. Matikan AC dan air kalau tidak perlu,” tegasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pertimbangkan Revisi Kerja Sama dengan TNI AD

Pemangkasan Jamuan dan Biaya Operasional

KDM menginstruksikan pengurangan biaya internet, telepon, dan air agar hasil efisiensi diarahkan ke pelayanan masyarakat.

Jamuan makan yang dianggarkan sebesar Rp5 miliar di Biro Umum dan Biro Administrasi Pimpinan Setda Jabar juga dipangkas. Menurutnya, biro cukup menganggarkan biaya untuk minum selama satu tahun.

Untuk kegiatan yang tetap membutuhkan jamuan makanan, Pemprov Jabar akan menggunakan jasa tukang masak langsung agar lebih hemat dan sajian lebih segar.

“Enggak ada katering,” katanya.

Komitmen Layanan Publik Tetap Prima

Meski dana transfer pusat berkurang drastis, Dedi Mulyadi memastikan keberpihakan Pemprov Jabar untuk belanja publik tidak akan berubah.

“Jalan kudu halus, jembatan kudu halus, sekolah harus bagus, lampu-lampu PJU harus bagus. Kita tetap prima. Jangan pernah menyerah,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi efisiensi anggaran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara

Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU

Madinah Disergap Badai Debu! Pelataran Masjid Nabawi Mendadak Mencekam

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Desil Bansos Berubah? Cek Sekarang Lewat HP, Ini Cara Tahu Masih Dapat Bansos atau Tidak

Miris! 16 PMI Asal Bandung Barat Bermasalah di Luar Negeri, 5 Meninggal Dunia

Haji 2026 Dapat Rapor Hijau, Timwas DPR Ungkap 3 Capaian yang Bikin Jemaah Lebih Nyaman

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.