Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah

Jumat, 23 Oktober 2026 18:14 WIB

Karier Hancur dalam 10 Menit? Mengenal Irenna Kristyn, Influencer yang Disorot Gara-gara Sindir Biaya Hidup

Jumat, 23 Oktober 2026 18:08 WIB

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Jumat, 23 Oktober 2026 18:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah
  • Karier Hancur dalam 10 Menit? Mengenal Irenna Kristyn, Influencer yang Disorot Gara-gara Sindir Biaya Hidup
  • Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?
  • Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan
  • Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem
  • Dua Emas Lagi! Indonesia Kokoh di 10 Besar Asian Para Games 2026
  • Jadwal Super League Pekan 7: Persib Bertekad Bangkit di Pakansari
  • Misi Amankan Papan Atas, Persib Bandung Bersiap Hadapi Garudayaksa FC di Bogor
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dana Transfer Pusat Dipangkas Rp2,458 Triliun, Dedi Mulyadi Siapkan Strategi Efisiensi Jabar

By SusanaKamis, 25 September 2025 10:25 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengumumkan akan mengambil kebijakan efisiensi anggaran pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan menyusul pengurangan dana transfer pusat yang cukup tajam ke Jawa Barat.

Menurut Dedi Mulyadi, dana transfer pusat ke Jabar pada 2026 mengalami penurunan signifikan mencapai Rp2,458 triliun.

“Dana transfer pusat ke Jabar pada 2026 penurunannya mencapai Rp2,458 triliun,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Rincian Penurunan Dana Transfer Pusat

Penurunan terbesar terjadi pada dana bagi hasil pajak pusat yang semula Rp2,2 triliun turun menjadi Rp843 miliar, sehingga Jabar kehilangan Rp1,2 triliun. Dana Alokasi Umum (DAU) juga turun dari proyeksi Rp4 triliun menjadi Rp3,3 triliun.

Pemerintah pusat juga menghapus Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp276 miliar yang biasa digunakan untuk pembangunan jalan, irigasi, hingga ruang kelas.

“Dana untuk bangun jalan, irigasi, bangun puskesmas tahun 2026 tidak ada, tidak ada harapan,” tuturnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Buka Sayembara Berhadiah Rp50 Juta untuk Warga yang Ringkus Begal

Pengurangan juga terjadi pada DAK non-fisik untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dari Rp4,8 triliun menjadi Rp4,7 triliun, padahal jumlah siswa SMA/SMK di Jabar terus meningkat.

Dampak pada APBD Jawa Barat 2026

Akibat pengurangan dana tersebut, APBD Jawa Barat 2026 yang awalnya diproyeksikan Rp31,1 triliun menjadi hanya Rp28,6 triliun.

Dedi Mulyadi menegaskan, meski anggaran berkurang, keberpihakan pada pembangunan layanan dasar warga Jabar tidak boleh dipangkas.

“Saya sebagai gubernur, pembangunan infrastruktur, sarana pendidikan, dan layanan kesehatan tidak boleh berkurang. Pembangunan irigasi tidak boleh berkurang,” tegasnya.

Strategi Efisiensi Anggaran Pemprov Jabar

Setelah membedah struktur APBD 2026, Dedi Mulyadi, akrab disapa KDM, mengidentifikasi sejumlah pos yang dapat dihemat untuk menutup kekurangan Rp2 triliun lebih.

  • Belanja pegawai akan berkurang Rp768 miliar dari total Rp9,9 triliun. Dampaknya, pengangkatan CPNS baru pada 2026 ditunda.
  • Belanja hibah ke instansi dan organisasi masyarakat turun dari Rp3,03 triliun menjadi Rp2,3 triliun. Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) diarahkan menjadi beasiswa langsung untuk siswa yang kurang mampu.
  • Bantuan keuangan ke kabupaten/kota dipangkas dari Rp2 triliun menjadi Rp1,2 triliun.
  • Belanja barang dan jasa untuk makan minum, alat tulis kantor, dan perjalanan dinas turun dari Rp7,6 triliun menjadi Rp6,9 triliun.
Baca Juga:  Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor

KDM juga meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menekan belanja barang dan jasa lebih jauh lagi, dari Rp6,9 triliun menjadi Rp5 triliun. Penghematan akan diambil dari biaya listrik, pemakaian air, dan jamuan di seluruh kantor Pemprov Jabar.

“Listrik di seluruh dinas kantor Provinsi Jabar hanya dinyalakan pada waktu jam kerja. Matikan AC dan air kalau tidak perlu,” tegasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Prioritaskan Pendidikan hingga Kesehatan dalam Arah Pembangunan Jawa Barat

Pemangkasan Jamuan dan Biaya Operasional

KDM menginstruksikan pengurangan biaya internet, telepon, dan air agar hasil efisiensi diarahkan ke pelayanan masyarakat.

Jamuan makan yang dianggarkan sebesar Rp5 miliar di Biro Umum dan Biro Administrasi Pimpinan Setda Jabar juga dipangkas. Menurutnya, biro cukup menganggarkan biaya untuk minum selama satu tahun.

Untuk kegiatan yang tetap membutuhkan jamuan makanan, Pemprov Jabar akan menggunakan jasa tukang masak langsung agar lebih hemat dan sajian lebih segar.

“Enggak ada katering,” katanya.

Komitmen Layanan Publik Tetap Prima

Meski dana transfer pusat berkurang drastis, Dedi Mulyadi memastikan keberpihakan Pemprov Jabar untuk belanja publik tidak akan berubah.

“Jalan kudu halus, jembatan kudu halus, sekolah harus bagus, lampu-lampu PJU harus bagus. Kita tetap prima. Jangan pernah menyerah,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi efisiensi anggaran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem

Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang

Purwakarta Krisis Air Bersih, Lebih dari 219 Ribu Jiwa Terdampak Kemarau Panjang

Pelecehan Seksual

Modus Pinjam Uang Rp20 Ribu, Pria Bermotor Nekat Pamer Alat Kelamin ke Siswi di Bogor

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.