Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Influencer Michelle Wibowo Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Internasional Palsu

Minggu, 8 November 2026 23:01 WIB

Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang

Minggu, 8 November 2026 21:17 WIB

Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?

Minggu, 8 November 2026 19:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Influencer Michelle Wibowo Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Internasional Palsu
  • Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang
  • Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?
  • Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United
  • Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung
  • Lelah Usai dari Australia, Persib Malah Bikin Pelatih Java United Ketar-ketir
  • CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang
  • Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Alasan Gugat ke PTUN, BMPS: Sekolah Swasta Terpinggirkan, Dedi Mulyadi Harus Tanggung Jawab

By Aga GustianaKamis, 7 Agustus 2025 20:41 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memperluas jumlah siswa dalam satu kelas di sekolah negeri menuai gugatan dari delapan organisasi sekolah swasta. Gugatan resmi terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dilayangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Perkara ini telah diregistrasi dengan nomor 121/G/2025/PTUN.BDG, dan objek gugatan mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025, tertanggal 26 Juni 2025. Inti kebijakan yang dipermasalahkan adalah penambahan rombongan belajar (rombel) hingga maksimal 50 siswa per kelas pada tahun ajaran 2025/2026.

Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bandung, Atty Rosmiati, menilai kebijakan tersebut berdampak serius terhadap keberlangsungan sekolah swasta. Ia menyayangkan tidak adanya pelibatan pihak swasta dalam penyusunan program tersebut.

“Pada intinya kami sangat mengapresiasi program yang dilaunching Pak Gubernur, tapi program itu tidak melibatkan swasta dan dampaknya sangat signifikan terhadap penerimaan siswa baru,” ujar Atty saat dikonfirmasi, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga:  Plot Twist Kasus Satpam vs Polisi: Damai, Pelat Palsu Terbongkar, Korban Diangkat Kerja di Gedung Sate

Menurut Atty, banyak sekolah swasta mengalami penurunan jumlah peserta didik secara drastis, terutama yang berlokasi berdekatan dengan sekolah negeri. Tak sedikit pula siswa yang sebelumnya dijanjikan masuk sekolah negeri, namun gagal, dan akhirnya baru mendaftar ke sekolah swasta.

“Bahkan ada yang baru masuk ke sekolah kami karena sebelumnya dijanjikan masuk negeri, tapi tidak diterima. Mereka seperti di-PHP,” tambahnya.

Dampak lainnya dirasakan para guru bersertifikasi di sekolah swasta. Dengan berkurangnya jumlah siswa, otomatis jam mengajar pun ikut turun, yang bisa menyebabkan guru kehilangan tunjangan sertifikasi.

Baca Juga:  Ratusan Kepsek di Jabar Terancam Dicopot Imbas Gelar Study Tour

“Kalau siswa menurun, otomatis jam mengajar guru pun berkurang. Itu sangat berdampak untuk guru-guru sertifikasi. Banyak guru swasta yang kemungkinan tidak akan mendapatkan sertifikasi di triwulan ketiga dan keempat tahun ini,” jelas Atty.

Ia mencatat, ribuan guru bersertifikasi di sekolah swasta saat ini bukanlah guru baru, melainkan mereka yang sudah mengabdi selama lebih dari 15 tahun. Demi bertahan, banyak dari mereka kini mencari jam tambahan di sekolah lain.

“Mungkin kalau negeri mau siswa berapapun enggak masalah karena negara sudah menjamin kehidupan,” katanya.

Dari hasil pemantauan sementara BMPS, dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kabupaten Bandung sudah menutup operasionalnya karena kekurangan murid baru.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Imbau Sekolah di Jabar Segera Serahkan Ijazah yang Ditahan

“SMK ada 130 sekolah, dan dua di antaranya sudah tutup. Kalau SMA ada 110, datanya masih kami kumpulkan,” lanjut Atty.

Ia berharap pemerintah tidak hanya memfokuskan kebijakan pada sekolah negeri, tetapi juga memberi ruang adil bagi lembaga pendidikan swasta yang juga melayani masyarakat.

“Kalau negeri dianggap mampu, silakan, tapi kami juga masyarakat Jabar. Kami juga butuh perlindungan dari Gubernur. Kalau memang swasta tidak diinginkan, seharusnya dari awal jangan diberi kesempatan sertifikasi atau tempat untuk berjuang,” pungkasnya.

Adapun delapan organisasi penggugat antara lain:

  • Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Jabar
  • BMPS Kabupaten Bandung
  • BMPS Kabupaten Cianjur
  • BMPS Kota Bogor
  • BMPS Kabupaten Garut
  • BMPS Kota Cirebon
  • BMPS Kabupaten Kuningan
  • BMPS Kota Sukabumi

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar sekolah swasta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Influencer Michelle Wibowo Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Internasional Palsu

Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung

CPNS

CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang

Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan

Kabar Duka! Bobotoh Meninggal saat Menuju Laga Persib di Semarang

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.