Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Minggu, 14 Juni 2026 17:35 WIB

Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?

Minggu, 14 Juni 2026 16:27 WIB

Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini

Minggu, 14 Juni 2026 15:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Alasan Gugat ke PTUN, BMPS: Sekolah Swasta Terpinggirkan, Dedi Mulyadi Harus Tanggung Jawab

By Aga GustianaKamis, 7 Agustus 2025 20:41 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memperluas jumlah siswa dalam satu kelas di sekolah negeri menuai gugatan dari delapan organisasi sekolah swasta. Gugatan resmi terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dilayangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Perkara ini telah diregistrasi dengan nomor 121/G/2025/PTUN.BDG, dan objek gugatan mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025, tertanggal 26 Juni 2025. Inti kebijakan yang dipermasalahkan adalah penambahan rombongan belajar (rombel) hingga maksimal 50 siswa per kelas pada tahun ajaran 2025/2026.

Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bandung, Atty Rosmiati, menilai kebijakan tersebut berdampak serius terhadap keberlangsungan sekolah swasta. Ia menyayangkan tidak adanya pelibatan pihak swasta dalam penyusunan program tersebut.

“Pada intinya kami sangat mengapresiasi program yang dilaunching Pak Gubernur, tapi program itu tidak melibatkan swasta dan dampaknya sangat signifikan terhadap penerimaan siswa baru,” ujar Atty saat dikonfirmasi, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sebut Adab Budaya Sunda Ciptakan Harmoni Sosial

Menurut Atty, banyak sekolah swasta mengalami penurunan jumlah peserta didik secara drastis, terutama yang berlokasi berdekatan dengan sekolah negeri. Tak sedikit pula siswa yang sebelumnya dijanjikan masuk sekolah negeri, namun gagal, dan akhirnya baru mendaftar ke sekolah swasta.

“Bahkan ada yang baru masuk ke sekolah kami karena sebelumnya dijanjikan masuk negeri, tapi tidak diterima. Mereka seperti di-PHP,” tambahnya.

Dampak lainnya dirasakan para guru bersertifikasi di sekolah swasta. Dengan berkurangnya jumlah siswa, otomatis jam mengajar pun ikut turun, yang bisa menyebabkan guru kehilangan tunjangan sertifikasi.

Baca Juga:  Teladani Nabi Muhammad, Jadi Alasan Dedi Mulyadi Dukung Jeje Bawa Anak ke Kantor

“Kalau siswa menurun, otomatis jam mengajar guru pun berkurang. Itu sangat berdampak untuk guru-guru sertifikasi. Banyak guru swasta yang kemungkinan tidak akan mendapatkan sertifikasi di triwulan ketiga dan keempat tahun ini,” jelas Atty.

Ia mencatat, ribuan guru bersertifikasi di sekolah swasta saat ini bukanlah guru baru, melainkan mereka yang sudah mengabdi selama lebih dari 15 tahun. Demi bertahan, banyak dari mereka kini mencari jam tambahan di sekolah lain.

“Mungkin kalau negeri mau siswa berapapun enggak masalah karena negara sudah menjamin kehidupan,” katanya.

Dari hasil pemantauan sementara BMPS, dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kabupaten Bandung sudah menutup operasionalnya karena kekurangan murid baru.

Baca Juga:  KDM Kecewa, Kirab Budaya Jabar di Bandung Sempat Terganggu Rombongan Sekda

“SMK ada 130 sekolah, dan dua di antaranya sudah tutup. Kalau SMA ada 110, datanya masih kami kumpulkan,” lanjut Atty.

Ia berharap pemerintah tidak hanya memfokuskan kebijakan pada sekolah negeri, tetapi juga memberi ruang adil bagi lembaga pendidikan swasta yang juga melayani masyarakat.

“Kalau negeri dianggap mampu, silakan, tapi kami juga masyarakat Jabar. Kami juga butuh perlindungan dari Gubernur. Kalau memang swasta tidak diinginkan, seharusnya dari awal jangan diberi kesempatan sertifikasi atau tempat untuk berjuang,” pungkasnya.

Adapun delapan organisasi penggugat antara lain:

  • Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Jabar
  • BMPS Kabupaten Bandung
  • BMPS Kabupaten Cianjur
  • BMPS Kota Bogor
  • BMPS Kabupaten Garut
  • BMPS Kota Cirebon
  • BMPS Kabupaten Kuningan
  • BMPS Kota Sukabumi

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMPS Dedi Mulyadi Gubernur Jabar kebijakan rombel sekolah swasta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.