Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Sabtu, 19 September 2026 19:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
  • Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KDM Kecewa, Kirab Budaya Jabar di Bandung Sempat Terganggu Rombongan Sekda

By SusanaRabu, 20 Agustus 2025 08:00 WIB2 Mins Read
Kemeriahan Kirab Budaya Jabar
Kemeriahan Kirab Budaya Jabar 2025. (Foto: bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kirab budaya “Jabar Hudang” yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Barat, digelar meriah pada Selasa (19/8/2025).

Pawai ini berlangsung dari Gedung Merdeka hingga Gedung Sate, Kota Bandung, dengan menampilkan kekayaan sejarah dan kebudayaan dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Dalam kirab tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut serta menunggang kuda bersama para kepala daerah. Arak-arakan dirancang untuk menghadirkan narasi perjalanan sejarah, mulai dari kerajaan-kerajaan di Tatar Sunda hingga kisah tokoh berpengaruh seperti Nyai Subang Larang.

Namun, jalannya kirab sempat terganggu ketika rombongan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melintas di depan tribun utama.

Baca Juga:  PHRI Ngeluh Soal Larangan Studi Tour, Begini Kata Dedi Mulyadi

Rombongan Setda Jabar tampil dengan kuda dan pawai bertema masing-masing OPD, yang secara tidak sengaja memotong alur cerita yang sedang berlangsung.

Melihat hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung memberikan arahan melalui pengeras suara agar rombongan Setda menghentikan pergerakan.

“Ini karnaval dengan rangkaian cerita sejarah. Setelah Caruban Pajajaran, masuk Subang Larang, lalu kabupaten dan kota menceritakan sejarah Jawa Barat. Bukan Setda yang memotong di tengah,” tegasnya di halaman Gedung Sate.

Baca Juga:  Aktif di Media Sosial, Dedi Mulyadi Tampil Apa Adanya Tanpa Gimmick

Ia menambahkan bahwa kirab budaya ini bukan sekadar pawai, melainkan narasi sejarah yang disampaikan melalui seni.

“Mohon dimengerti, ini bagian dari cerita perjalanan Jawa Barat yang dikemas dalam bentuk karnaval budaya. Jadi, silakan Setda menunggu giliran, lebih dulu kabupaten dan kota tampil sesuai narasi yang sudah disusun,” ujar Dedi Mulyadi disambut tepuk tangan penonton.

Baca Juga:  Said Iqbal Kritik Tajam Kebijakan Dedi Mulyadi Soal UMSK, Pintar Manipulasi Rakyat Lewat Konten

Meski sempat terjadi insiden kecil, kirab budaya Jabar Hudang tetap berlangsung meriah. Ribuan warga yang memadati Jalan Asia Afrika hingga Gedung Sate terlihat antusias menyaksikan atraksi seni, musik tradisional, hingga pertunjukan teatrikal sejarah.

Beberapa peserta menampilkan ikon khas daerah masing-masing, seperti kesenian sisingaan dari Subang, wayang golek dari Bandung, hingga angklung yang menjadi warisan dunia UNESCO. Tidak hanya menampilkan seni tradisional, sejumlah kabupaten/kota juga menghadirkan inovasi budaya dengan memadukan seni kontemporer dan teknologi digital.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Sekda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.