Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lahan KAI di Bandung Disiapkan Jadi Hunian Subsidi Terintegrasi, Konsep TOD Disiapkan

Senin, 6 April 2026 17:00 WIB

DPRD Jabar Dorong Perizinan SMK IDN Segera Tuntas, Nasib Ijazah Siswa XII Jadi Prioritas

Senin, 6 April 2026 16:06 WIB

Semen Padang vs Persib 0-2! Beckham Bongkar Kesulitan di Lapangan Licin

Senin, 6 April 2026 15:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lahan KAI di Bandung Disiapkan Jadi Hunian Subsidi Terintegrasi, Konsep TOD Disiapkan
  • DPRD Jabar Dorong Perizinan SMK IDN Segera Tuntas, Nasib Ijazah Siswa XII Jadi Prioritas
  • Semen Padang vs Persib 0-2! Beckham Bongkar Kesulitan di Lapangan Licin
  • Ancaman Serius! Database Warga Bandung Diduga Dibobol Hacker, Disdukcapil Buka Suara
  • Viral! Polisi Tegaskan Pemuda Panyileukan Bukan Begal, Tapi Pelajar Diduga Tawuran
  • Jadwal Padat Gila! Timnas Futsal Indonesia Hadapi 3 Laga Beruntun di AFF 2026
  • LKPJ Gubernur 2025, Komisi V DPRD Jabar Soroti OPD yang Lampaui Target!
  • Persib Menang 2-0, Bojan Hodak Akui Awal Laga Paling Menegangkan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 6 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ancaman Serius! Database Warga Bandung Diduga Dibobol Hacker, Disdukcapil Buka Suara

By SusanaSenin, 6 April 2026 15:27 WIB2 Mins Read
Ilustrasi hacker/Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Isu dugaan kebocoran data kependudukan warga Kota Bandung tengah menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi ini pertama kali mencuat dari akun Twitter (X) bernama VECERT Analyzer yang mengklaim adanya pembobolan data dalam jumlah besar.

Dalam unggahannya pada 29 Maret 2026, akun tersebut memperingatkan potensi ancaman serius terkait keamanan data pribadi warga.

“PERINGATAN: Kebocoran Database Penduduk Bandung,” tulis akun tersebut, dikutip Senin (6/4/2026).

Lebih dari 1 Juta Data Diduga Bocor

Menurut VECERT Analyzer, kebocoran ini diduga melibatkan lebih dari satu juta data individu yang berisi informasi kependudukan rinci warga Kota Bandung.

Mereka menyebut bahwa data tersebut diduga diambil secara ilegal dari sistem resmi dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:  Jelang Pencoblosan Pemilu, 8.834 Pemilih Pemula di Kota Bandung Belum Miliki KTP-el

“Kami mendeteksi kebocoran data besar yang berdampak pada Kota Bandung. Pelaku ancaman dengan nama ‘petrusnism’ telah merilis database berisi informasi pribadi dari lebih dari satu juta warga,” tulisnya.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan rincian dugaan kebocoran, mulai dari jumlah data hingga waktu kejadian yang diperkirakan terjadi pada Maret 2026.

Diduga Dilakukan Kelompok Hacker ‘Petrunism’

Akun tersebut menuding kelompok peretas bernama Petrunism sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran data.

Baca Juga:  Hadapi Pemilu 2024: Disdukcapil Kota Bandung Lakukan Pelayanan Adminduk di Tiap Rumah Ibadah

Kelompok ini diklaim telah menguasai database besar yang berisi data pribadi warga, yang sangat sensitif jika benar adanya.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait validitas klaim tersebut.

Disdukcapil Kota Bandung Masih Lakukan Penelusuran

Menanggapi kabar yang beredar, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung, Tatang Muhtar, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut.

Melalui pesan singkat, ia meminta agar informasi tersebut dikaji terlebih dahulu sebelum ditarik kesimpulan.

“Mangga ditelusuri dulu, nuhun infonya,” ujarnya singkat.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah belum dapat memastikan kebenaran dari dugaan kebocoran data tersebut.

Baca Juga:  Jemput Bola Akta Kelahiran, Jurus Wali Kota Bandung Cegah Perdagangan Bayi

Ancaman Serius Jika Data Benar Bocor

Jika dugaan ini terbukti benar, kebocoran data dalam jumlah besar dapat menimbulkan risiko serius, mulai dari penyalahgunaan identitas hingga kejahatan siber lainnya.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya perlindungan data pribadi di era digital, terutama bagi lembaga yang mengelola data sensitif masyarakat.

Publik Diminta Tetap Waspada

Di tengah belum adanya kepastian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Kasus ini masih terus berkembang dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

data pribadi bocor indonesia data warga bandung bocor Disdukcapil Bandung hacker indonesia 2026 kebocoran data bandung petrunism hacker tatang muhtar vecert analyzer
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lahan KAI di Bandung Disiapkan Jadi Hunian Subsidi Terintegrasi, Konsep TOD Disiapkan

DPRD Jabar Dorong Perizinan SMK IDN Segera Tuntas, Nasib Ijazah Siswa XII Jadi Prioritas

Viral! Polisi Tegaskan Pemuda Panyileukan Bukan Begal, Tapi Pelajar Diduga Tawuran

LKPJ Gubernur 2025, Komisi V DPRD Jabar Soroti OPD yang Lampaui Target!

Siswa SDN Langensari Jadi ‘Tumbal’ Bobroknya Manajemen Aset Pemkab Bandung Barat

Sinergi Kemanusiaan: Bos Koi Hartono Soekwanto dan Ali Syakieb Sulap Gubuk Saparudin Jadi Rumah Layak

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Misteri Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Terbongkar, Identitas Pemeran Masih Gelap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.