Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Sekadar Tempat Nongkrong, Asia Afrika Bandung Simpan Jejak Sejarah Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 05:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal, Syarat Penerima, dan Cara Cek Status

Jumat, 12 Juni 2026 04:00 WIB

Nama Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Link Video Beredar Tuai Kontroversi

Jumat, 12 Juni 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Sekadar Tempat Nongkrong, Asia Afrika Bandung Simpan Jejak Sejarah Dunia
  • Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal, Syarat Penerima, dan Cara Cek Status
  • Nama Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Link Video Beredar Tuai Kontroversi
  • Ramai Diburu di TikTok dan X, Mengapa Netizen Harus Waspada dengan Isu Video Viral Cut Salwa?
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF Terbaru 12 Juni 2026, Dapatkan Skin Senjata dan Bundel Langka Gratis
  • Hasil Semifinal Piala AFF U19: Kalah Tipis dari Australia, Indonesia Harus Puas Rebutan Tempat Ketiga
  • Saingi iPad Mini? Huawei Boyong MatePad Mini ke RI, Tablet Tipis 5,2 mm Bertabur Fitur Premium
  • Berburu Pilar Baru: Intip 7 Amunisi Gahar yang Masuk Radar Transfer Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 12 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ancaman Serius! Database Warga Bandung Diduga Dibobol Hacker, Disdukcapil Buka Suara

By SusanaSenin, 6 April 2026 15:27 WIB2 Mins Read
Ilustrasi hacker/Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Isu dugaan kebocoran data kependudukan warga Kota Bandung tengah menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi ini pertama kali mencuat dari akun Twitter (X) bernama VECERT Analyzer yang mengklaim adanya pembobolan data dalam jumlah besar.

Dalam unggahannya pada 29 Maret 2026, akun tersebut memperingatkan potensi ancaman serius terkait keamanan data pribadi warga.

“PERINGATAN: Kebocoran Database Penduduk Bandung,” tulis akun tersebut, dikutip Senin (6/4/2026).

Lebih dari 1 Juta Data Diduga Bocor

Menurut VECERT Analyzer, kebocoran ini diduga melibatkan lebih dari satu juta data individu yang berisi informasi kependudukan rinci warga Kota Bandung.

Baca Juga:  Hadapi Pemilu 2024: Disdukcapil Kota Bandung Lakukan Pelayanan Adminduk di Tiap Rumah Ibadah

Mereka menyebut bahwa data tersebut diduga diambil secara ilegal dari sistem resmi dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Kami mendeteksi kebocoran data besar yang berdampak pada Kota Bandung. Pelaku ancaman dengan nama ‘petrusnism’ telah merilis database berisi informasi pribadi dari lebih dari satu juta warga,” tulisnya.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan rincian dugaan kebocoran, mulai dari jumlah data hingga waktu kejadian yang diperkirakan terjadi pada Maret 2026.

Diduga Dilakukan Kelompok Hacker ‘Petrunism’

Akun tersebut menuding kelompok peretas bernama Petrunism sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran data.

Baca Juga:  Revolusi Layanan Adminduk Bandung: Urus Akta dan KK Kini Tak Perlu Antre di Loket!

Kelompok ini diklaim telah menguasai database besar yang berisi data pribadi warga, yang sangat sensitif jika benar adanya.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait validitas klaim tersebut.

Disdukcapil Kota Bandung Masih Lakukan Penelusuran

Menanggapi kabar yang beredar, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung, Tatang Muhtar, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut.

Melalui pesan singkat, ia meminta agar informasi tersebut dikaji terlebih dahulu sebelum ditarik kesimpulan.

“Mangga ditelusuri dulu, nuhun infonya,” ujarnya singkat.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah belum dapat memastikan kebenaran dari dugaan kebocoran data tersebut.

Baca Juga:  Jemput Bola Akta Kelahiran, Jurus Wali Kota Bandung Cegah Perdagangan Bayi

Ancaman Serius Jika Data Benar Bocor

Jika dugaan ini terbukti benar, kebocoran data dalam jumlah besar dapat menimbulkan risiko serius, mulai dari penyalahgunaan identitas hingga kejahatan siber lainnya.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya perlindungan data pribadi di era digital, terutama bagi lembaga yang mengelola data sensitif masyarakat.

Publik Diminta Tetap Waspada

Di tengah belum adanya kepastian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Kasus ini masih terus berkembang dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

data pribadi bocor indonesia data warga bandung bocor Disdukcapil Bandung hacker indonesia 2026 kebocoran data bandung petrunism hacker tatang muhtar vecert analyzer
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal, Syarat Penerima, dan Cara Cek Status

Dua Motor Tabrakan di Flyover Kiaracondong, Arus Lalu Lintas Jalan Ibrahim Adjie Lumpuh

Padam Listrik

Listrik Tiba-Tiba Padam di Banyak Kota Termasuk Bandung, ESDM Buka Suara

Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung

Gedung DPRD Jabar Dikepung Mahasiswa, Kebijakan Ekonomi hingga RUU Polri Jadi Sorotan Utama

ilustrasi gempa

Sesar Naik Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Ahli BRIN Ingatkan Potensi Gempa Darat Jawa

Terpopuler
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Video Full Cut Salwa di Telegram Viral, Link Dicari Warganet! Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.