Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Sabtu, 12 September 2026 23:16 WIB

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

Sabtu, 12 September 2026 21:55 WIB

Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib

Sabtu, 12 September 2026 21:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
  • BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda
  • Drama Menit Akhir di GBK: Gol Tandukan Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persib 2-1
  • Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aplikasi Error dan Akun Ruwet, Dedi Mulyadi Minta Maaf Soal Sengkarut SPMB Jabar 2026

By Aga GustianaSelasa, 9 Juni 2026 10:59 WIB4 Mins Read
Orang Tua Murid berbondong-bondong mendatangi Kantor Disdik Jabar. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung bereaksi keras menyikapi kacaunya pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di wilayahnya. Pria yang akrab disapa KDM ini mengaku sangat memaklumi kepanikan dan meluapnya amarah para orang tua murid yang telantar akibat buruknya sistem digital garapan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.

Pernyataan menohok ini dikeluarkan KDM menyusul terjadinya insiden kericuhan dan penumpukan ratusan massa yang menggeruduk Kantor Disdik Jabar. Mereka memprotes aplikasi pendaftaran yang lumpuh serta rumitnya birokrasi akun yang membingungkan masyarakat.

Secara blak-blakan, Dedi Mulyadi mengkritik performa sistem IT yang dinilai belum siap menampung hajat hidup masyarakat banyak.

“Ya, bagi saya, ya wajarlah masyarakat marah, wajarlah masyarakat emosi. Karena apa? Karena sistem aplikasinya sering mengalami gangguan (error). Orang mau daftar susah, setelah daftar pengumumannya berubah-ubah, ditunda-tunda,” cetus Dedi Mulyadi dalam pernyataan resminya.

KDM juga menyoroti hilangnya data nilai secara misterius serta terhapusnya akun pendaftar secara sepihak oleh sistem. Mengingat hal ini menyangkut masa depan anak-anak di Jawa Barat, ia mendesak agar ke depan infrastruktur digital diperkuat secara masif dan dikelola secara transparan.

“Kemudian, nilai yang tadinya ada menjadi tidak ada. Akun yang tadinya sudah masuk, tiba-tiba hilang. Padahal, ini menyangkut nasib masa depan anak-anak mereka untuk bersekolah. Maka, wajar kalau timbul ketidakpercayaan,” tambahnya.

Baca Juga:  Harga BBM Turun, Berikut Tarif Terbaru Pertalite hingga Pertamax di Jawa Barat

Lebih jauh, Gubernur memperingatkan jajarannya agar tidak berlindung di balik dalih kesalahan teknis komputer untuk menutupi ketidakjujuran di lapangan.

“Oleh karena itu, ke depan, kuncinya satu: kalau membuat sistem, buatlah sistem yang memiliki kapasitas yang besar, yang tidak mudah error, dan sistem itu harus transparan serta akuntabel. Dan yang paling utama adalah, panitia atau dinasnya harus memiliki komitmen kejujuran yang tinggi. Jangan sampai sistem komputerisasi ini hanya dijadikan tameng untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak objektif. Demikian terkait PCMB ini. Mohon maaf atas ketidaknyamanan dari @disdikjabar. Hatur nuhun,” pungkas KDM.

Fakta Lapangan: Ruwetnya Akun Bikin Orang Tua Telantar

Sengkarut yang disentil Gubernur tersebut tergambar jelas dari nasib apes yang menimpa Suhadis Harim (52), warga Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Ia terpaksa telantar dan kehabisan waktu hanya untuk mengurus verifikasi akun anaknya yang merupakan lulusan SMP luar provinsi.

Suhadis menceritakan peliknya birokrasi sistem saat berniat mendaftarkan anaknya ke Sekolah Manusia Unggul (Maung) 5 Bandung melalui Jalur Akademik.

“Waktu mau login di Maung, saya gagal. Akhirnya saya langsung lari ke KCD (Kantor Cabang Dinas) di Baros. Ternyata diketahui kalau anak dari luar provinsi harus pakai akun khusus dari SMP asal. Petunjuk dari KCD diminta ke sekolah tujuan (Maung 5), akhirnya di sana baru lancar,” keluh Suhadis saat ditemui di lokasi.

Baca Juga:  Bandara Husein Segera Dibuka Kembali, Dedi Mulyadi Sebut Negosiasi dengan Kertajati Masih Berjalan

Nahas, masalah baru muncul begitu sang anak dinyatakan tidak lolos seleksi Sekolah Maung pada Senin (8/6/2026) pukul 10.00 WIB. Ketika Suhadis ingin mengalihkan pendaftaran ke jalur Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) reguler, akun lamanya mendadak tidak bisa digunakan kembali.

“Ternyata baru ketahuan kalau mau daftar PCMB, login dan username-nya itu harus minta akun baru lagi ke sekolah tujuan. Saya rasa ini sangat tidak efisien kalau sampai harus punya tiga akun berbeda. Kami kehilangan waktu dan emosi terkuras karena posisi sudah sore,” cetus Suhadis berang.

Ia sangat menyayangkan tiadanya mitigasi dan petunjuk teknis yang jelas dari panitia sejak awal pendaftaran dimulai.

Disdik Jabar Akui Sistem Down, Janji Perpanjang Waktu

Merespons membeludaknya protes warga, Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Suhendar, berkilah bahwa kelumpuhan aplikasi hanya terjadi di jam-jam awal pengumuman akibat lonjakan jumlah pengakses secara bersamaan.

“Hanya awal saja pada pukul 07.35 WIB sampai 09.00 WIB karena tiba-tiba banyak yang daftar, tapi sekarang sudah bisa diakses lagi,” dalih Suhendar.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Teken MoU Penguatan Keamanan: Fokus UMKM, Zona Industri, dan Ketertiban Pelajar

Sebagai kompensasi atas gangguan tersebut, Disdik Jabar berjanji akan melonggarkan batas akhir pendaftaran PCMB yang awalnya dipatok tutup pada Senin (8/6/2026) tengah malam.

“Kita lihat kesiapan sistem dengan membeludaknya pendaftar, jika tidak kuat ya diperpanjang. PCMB itu pemetaan saja, bisa diambil atau tidak. Mulai pendaftaran SPMB tahap 1 baru tanggal 15 Juni, jadi masih ada kesempatan daftar,” tambahnya.

Wakil Gubernur Desak Evaluasi Total

Kritik senada juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Dari Gedung Sate, Erwan meminta panitia pelaksana SPMB 2026 segera melakukan pembenahan total agar kendala teknis serupa tidak menjelma menjadi tradisi tahunan.

“Saya berharap aplikasi ini setiap tahun tidak berubah-ubah, bisa lebih diperkuat lagi, diperbaiki lagi. Sehingga ke depan tidak ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti tiba-tiba aplikasinya tidak bisa digunakan dikarenakan sedang ada masalah,” tegas Erwan.

Ia juga mengimbau para petugas di lini depan untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam meredam kekecewaan para orang tua murid.

“Pastilah ada yang kecewa, ada yang merasa sistem sekarang kurang baik dari yang dulu karena anaknya tidak masuk. Ya, itu harus betul-betul diselesaikan dengan baik dan mengakomodir rasa keadilan untuk masyarakat,” tutup Wagub.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Disdik Jabar jawa barat SPMB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.