Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Kode Redeem FF

Buruan Klaim! Kode FF aktif Hari Ini, Hadiah Premium Langsung Masuk

Senin, 29 Juni 2026 14:26 WIB

Detik-Detik Eropa Terbakar Gelombang Panas Ekstrem! Rel Kereta Meleleh dan Kota Lumpuh!

Senin, 29 Juni 2026 14:01 WIB

Terungkap! Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual dalam Kasus Penyekapan di Bandung

Senin, 29 Juni 2026 13:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Buruan Klaim! Kode FF aktif Hari Ini, Hadiah Premium Langsung Masuk
  • Detik-Detik Eropa Terbakar Gelombang Panas Ekstrem! Rel Kereta Meleleh dan Kota Lumpuh!
  • Terungkap! Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual dalam Kasus Penyekapan di Bandung
  • Jerman Terancam? Paraguay Punya Modal Besar Usai Tumbangkan Brasil dan Argentina
  • Drama Transfer Memanas! Peralta dari Persija ke Persib? Situasi Berubah Drastis
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Heboh Akun TikTok Ustazah Hajar dengan 1 Juta Pengikut, Ternyata Cuma Sosok AI
  • Satu Faktor Krusial Ini Bisa Bikin Mariano Peralta Berpaling dari Persija ke Pelukan Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 29 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

APPMI Jabar dan Maranatha Gelar Fashion Tendance, Fokus pada Sustainable Fashion dan Tren 2025

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 7 November 2024 20:30 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) Jawa Barat dan Maranatha kembali menggelar acara tahunan bertajuk Fashion Tendance di The GAIA Hotel Bandung, Kamis (7/11/2024).

Acara ini menjadi ajang penting bagi industri fashion di Jabar, mempertemukan desainer, pelaku industri kreatif, serta pecinta mode untuk berbagi wawasan dan tren terbaru.

Ketua APPMI Jabar, Susan Zhuang mengungkapkan pentingnya hati-hati dalam menentukan tema dan arah tren fashion tahunan, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan.

“Kami sangat berhati-hati setiap kali mengeluarkan satu tema tahunan. Tren apa yang akan datang di 2025, dan yang akan kami kejar itu. Sustainable fashion harus tetap dijalankan karena kami harus bertahan dan tetap optimis,” ujar Susan saat ditemui di sela-sela acara.

Susan juga menyoroti perkembangan positif yang terjadi pada industri fashion tahun ini, yang mulai bangkit setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19.

“Pesta-pesta sudah cukup besar; yang tadinya 100 orang, sekarang sudah bisa menjadi 500-700 orang, dan itu berdampak besar. Toko kain laku, penjahit juga bergerak. Mereka yang mungkin hampir setengah tahun tidak mendapat orderan, sekarang banyak event lagi. Penjahit, tukang kain, bahkan pabrik tekstil sedikit demi sedikit mengalami kemajuan,” jelasnya.

Baca Juga:  Persib Tak Terkalahkan di Lima Laga Terakhir, Siap Tantang Borneo FC

Dalam menghadapi tantangan besar akibat pandemi, Susan mengungkapkan bahwa APPMI dan pelaku industri fashion lainnya harus kreatif dalam beradaptasi.

“Waktu COVID, kami beralih ke produk lain, seperti APD dan masker kain, itu yang membuat kami bertahan selama satu tahun. Kami tidak harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena kami tetap berproduksi dengan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan saat itu. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kemampuan beradaptasi sangat penting dalam industri ini,” ungkap Susan.

Membahas tren 2025, Susan menyatakan optimisme mengenai tren sustainable fashion yang semakin mendapat perhatian.

Tema tahunan yang diangkat tahun ini mengedepankan lima pilar dimensi dalam fashion berkelanjutan: lingkungan, ekonomi, sosial, estetika, dan budaya.

Baca Juga:  Profil Lengkap Erin Taulany, Istri Andre Taulany yang Jadi Sorotan

Menurut Susan, kelima faktor ini sangat penting untuk menciptakan fashion yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Bahan yang sustainable pasti lebih mahal daripada bahan sintetis seperti poliester, tetapi jika kita melihat dari segi estetika, budaya, dan lingkungan, lima faktor ini sangat besar pengaruhnya untuk dunia fashion. Untuk tren di 2025, saya optimis bahwa di musim semi dan panas (spring-summer), warna-warna cerah akan menjadi dominasi, dengan gaya oversize dan maxi style yang kembali tren,” ujar Susan.

Selain itu, gaya drop waist dan bubble style yang oversize juga diprediksi kembali menjadi favorit, terutama di kalangan Gen Z yang lebih menyukai pakaian simpel namun tetap stylish.

“Fashion memang berputar kembali ke zaman dulu, dan sekarang orang lebih senang memakai pakaian yang tidak berlebihan. Gen Z sangat cerdas dalam memadupadankan gaya, mereka lebih suka sesuatu yang oversize, seperti blus atau drop waist yang kembali tren,” tambah Susan.

Baca Juga:  Tren Tagar KaburAjaDulu Viral di X, Indonesia sedang Tak Baik-baik Saja?

Sebagai Ketua APPMI Jabar, Susan juga menyoroti pentingnya memajukan sektor UMKM dalam industri fashion Indonesia.

“Industri fashion sangat tergantung pada ekonomi bangsa ini. Kami berharap industri kreatif ini bisa mendukung pertumbuhan UMKM. Namun, kami masih kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Thailand dan Cina. Kami sedang belajar bagaimana Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara tersebut, serta bagaimana cara memasarkan produk kami dengan lebih baik,” ujar Susan.

Susan berharap, melalui acara seperti Fashion Tendance dan berbagai seminar atau pelatihan yang diikuti, Indonesia bisa lebih mengembangkan daya saingnya di pasar internasional.

“Saya banyak belajar dan masih terus belajar bagaimana cara memajukan industri fashion Indonesia. Saya berharap event kecil seperti ini bisa memberikan warna baru dan dampak positif bagi perkembangan industri fashion di Indonesia,” tutupnya.

Editor: Rina Rahadian

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APPMI Jabar fashion Fashion Tendance suistanable fashion tren
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Detik-Detik Eropa Terbakar Gelombang Panas Ekstrem! Rel Kereta Meleleh dan Kota Lumpuh!

Terungkap! Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual dalam Kasus Penyekapan di Bandung

Tak Hanya Isu Selingkuh, Jabatan Bupati Gowa Terancam Copot Karena 3 Dosa Besar Ini!

Skandal Kekerasan Terpanjang di Bandung: Fakta Mengerikan Penyiksaan YTR yang Berlangsung 3 Tahun Tanpa Terendus

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Juli 2026 Segera Cair? Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga Bantuan Beras yang Diperkirakan Dibagikan

Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.