Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Marc Klok Beri Sinyal Perang! Persib Siap Habis-Habisan Demi Gelar Juara

Kamis, 14 Mei 2026 18:11 WIB

Ramai Diburu di TikTok, Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris vs Siswa’ Diduga Cuma Settingan?

Kamis, 14 Mei 2026 17:29 WIB

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

Kamis, 14 Mei 2026 16:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Marc Klok Beri Sinyal Perang! Persib Siap Habis-Habisan Demi Gelar Juara
  • Ramai Diburu di TikTok, Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris vs Siswa’ Diduga Cuma Settingan?
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan
  • Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!
  • Bursa Transfer Meledak! Persib Dikabarkan Bidik Pemain Timnas dan Bintang Asing
  • Persib Wajib Waspada! PSM Punya Modal Besar di Stadion BJ Habibie
  • Viral ‘Bu Guru Bahasa Inggris’, Part 2 Bikin Netizen Heboh di TikTok
  • Lautaro Martinez Bersinar! Inter Milan Sikat Lazio dan Angkat Trofi Coppa Italia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 14 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

APPMI Jabar dan Maranatha Gelar Fashion Tendance, Fokus pada Sustainable Fashion dan Tren 2025

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 7 November 2024 20:30 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) Jawa Barat dan Maranatha kembali menggelar acara tahunan bertajuk Fashion Tendance di The GAIA Hotel Bandung, Kamis (7/11/2024).

Acara ini menjadi ajang penting bagi industri fashion di Jabar, mempertemukan desainer, pelaku industri kreatif, serta pecinta mode untuk berbagi wawasan dan tren terbaru.

Ketua APPMI Jabar, Susan Zhuang mengungkapkan pentingnya hati-hati dalam menentukan tema dan arah tren fashion tahunan, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan.

“Kami sangat berhati-hati setiap kali mengeluarkan satu tema tahunan. Tren apa yang akan datang di 2025, dan yang akan kami kejar itu. Sustainable fashion harus tetap dijalankan karena kami harus bertahan dan tetap optimis,” ujar Susan saat ditemui di sela-sela acara.

Susan juga menyoroti perkembangan positif yang terjadi pada industri fashion tahun ini, yang mulai bangkit setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19.

“Pesta-pesta sudah cukup besar; yang tadinya 100 orang, sekarang sudah bisa menjadi 500-700 orang, dan itu berdampak besar. Toko kain laku, penjahit juga bergerak. Mereka yang mungkin hampir setengah tahun tidak mendapat orderan, sekarang banyak event lagi. Penjahit, tukang kain, bahkan pabrik tekstil sedikit demi sedikit mengalami kemajuan,” jelasnya.

Baca Juga:  Persib Tak Terkalahkan di Lima Laga Terakhir, Siap Tantang Borneo FC

Dalam menghadapi tantangan besar akibat pandemi, Susan mengungkapkan bahwa APPMI dan pelaku industri fashion lainnya harus kreatif dalam beradaptasi.

“Waktu COVID, kami beralih ke produk lain, seperti APD dan masker kain, itu yang membuat kami bertahan selama satu tahun. Kami tidak harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena kami tetap berproduksi dengan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan saat itu. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kemampuan beradaptasi sangat penting dalam industri ini,” ungkap Susan.

Membahas tren 2025, Susan menyatakan optimisme mengenai tren sustainable fashion yang semakin mendapat perhatian.

Tema tahunan yang diangkat tahun ini mengedepankan lima pilar dimensi dalam fashion berkelanjutan: lingkungan, ekonomi, sosial, estetika, dan budaya.

Baca Juga:  Pakai Tren 'Gak Bisa Yura', Bima Arya Putuskan Mundur dari Pencalonan Pilgub Jabar 2024

Menurut Susan, kelima faktor ini sangat penting untuk menciptakan fashion yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Bahan yang sustainable pasti lebih mahal daripada bahan sintetis seperti poliester, tetapi jika kita melihat dari segi estetika, budaya, dan lingkungan, lima faktor ini sangat besar pengaruhnya untuk dunia fashion. Untuk tren di 2025, saya optimis bahwa di musim semi dan panas (spring-summer), warna-warna cerah akan menjadi dominasi, dengan gaya oversize dan maxi style yang kembali tren,” ujar Susan.

Selain itu, gaya drop waist dan bubble style yang oversize juga diprediksi kembali menjadi favorit, terutama di kalangan Gen Z yang lebih menyukai pakaian simpel namun tetap stylish.

“Fashion memang berputar kembali ke zaman dulu, dan sekarang orang lebih senang memakai pakaian yang tidak berlebihan. Gen Z sangat cerdas dalam memadupadankan gaya, mereka lebih suka sesuatu yang oversize, seperti blus atau drop waist yang kembali tren,” tambah Susan.

Baca Juga:  Tren Tagar KaburAjaDulu Viral di X, Indonesia sedang Tak Baik-baik Saja?

Sebagai Ketua APPMI Jabar, Susan juga menyoroti pentingnya memajukan sektor UMKM dalam industri fashion Indonesia.

“Industri fashion sangat tergantung pada ekonomi bangsa ini. Kami berharap industri kreatif ini bisa mendukung pertumbuhan UMKM. Namun, kami masih kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Thailand dan Cina. Kami sedang belajar bagaimana Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara tersebut, serta bagaimana cara memasarkan produk kami dengan lebih baik,” ujar Susan.

Susan berharap, melalui acara seperti Fashion Tendance dan berbagai seminar atau pelatihan yang diikuti, Indonesia bisa lebih mengembangkan daya saingnya di pasar internasional.

“Saya banyak belajar dan masih terus belajar bagaimana cara memajukan industri fashion Indonesia. Saya berharap event kecil seperti ini bisa memberikan warna baru dan dampak positif bagi perkembangan industri fashion di Indonesia,” tutupnya.

Editor: Rina Rahadian

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APPMI Jabar fashion Fashion Tendance suistanable fashion tren
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!

Nadiem Makarim

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim ‘Meledak’: Mengapa Hukuman Saya Lebih Berat dari Teroris?

Dewan Hisbah PP Persis Bahas Zakat hingga Baiat dalam Safari Dakwah di Majalengka

Sinergi Kreatif: Abizar Machmud dan Menteri LH Perkuat Gerakan Lingkungan Jabar

‘Riweuh’ Karena Nama: Kebijakan Sekolah Maung Dedi Mulyadi Panen Kritik Netizen

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.