Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Buru Pecel Lele Enak di Bandung? Ini 4 Tempat yang Wajib Masuk Daftar Kuliner

Senin, 12 Oktober 2026 03:00 WIB

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Senin, 12 Oktober 2026 01:00 WIB

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Buru Pecel Lele Enak di Bandung? Ini 4 Tempat yang Wajib Masuk Daftar Kuliner
  • 5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Asal-Usul Nama Cibaduyut, Jejak Alam di Balik Sentra Sepatu Bandung

By SusanaSelasa, 13 Mei 2025 20:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi industri sepatu Cibaduyut. Foto: Humas Kota Bandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Cibaduyut telah lama dikenal sebagai ikon industri sepatu di Kota Bandung. Kawasan ini menjadi pusat produksi berbagai jenis alas kaki, mulai dari sepatu olahraga hingga sepatu fashion yang dipasarkan secara lokal maupun nasional.

Namun, siapa sangka, nama “Cibaduyut” ternyata sama sekali tidak berhubungan dengan sepatu?

Di balik reputasinya sebagai sentra industri sepatu, asal-usul nama Cibaduyut justru berasal dari alam.

Dulansir dari berbagai sumber, nama “Cibaduyut” terdiri dari dua kata dalam bahasa Sunda, yakni “Ci” yang berarti “cai” atau air, dan “Baduyut”, yang merujuk pada sejenis tumbuhan air rambat bernama Trichosanthes villosa Blume.

Tumbuhan baduyut ini dulunya banyak tumbuh di sekitar aliran sungai di kawasan tersebut. Ia termasuk dalam keluarga labu-labuan dan masih satu kerabat dengan melon, semangka, serta labu siam.

Baca Juga:  2 Sahabat Sejati Berbagi Kebahagiaan dengan Kaum Difabel di Bandung

Tanaman ini dikenal memiliki batang yang dapat merambat hingga sepanjang 24 meter dan ditumbuhi rambut halus berwarna kuning, memberi kesan tampilan yang unik dan mencolok.

Daunnya berbentuk bulat telur dengan ujung menjantung, dan buahnya berukuran sekitar 15 cm berbentuk elips.

Dulu, keberadaan tumbuhan ini sangat dominan di kawasan tersebut, sehingga masyarakat menyebut wilayah itu sebagai “Cibaduyut”, yang berarti “air tempat tumbuhnya tanaman baduyut”.

Baca Juga:  Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Sebelum berkembang menjadi pusat industri sepatu seperti sekarang, Cibaduyut dikenal sebagai kawasan yang kaya akan keanekaragaman flora, khususnya tanaman air.

Seiring berjalannya waktu, wajah Cibaduyut berubah dari lahan yang identik dengan alam menjadi pusat kerajinan sepatu yang mendunia. Meski demikian, nama dan sejarahnya tetap hidup dalam memori kolektif masyarakat.

Kini, di tengah gempuran modernisasi dan pertumbuhan industri, kesadaran masyarakat untuk mengenali dan melestarikan warisan sejarah Cibaduyut kembali tumbuh.

Cerita asal-usul nama Cibaduyut mulai dikenalkan lagi kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif dan budaya.

Baca Juga:  Catat! Ini 4 Hotel Estetik di Braga Bandung, Cocok untuk Staycation di Akhir Pekan

Tumbuhan baduyut tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menyimpan makna kultural yang erat dengan sejarah kehidupan masyarakat Bandung tempo dulu. Ia menjadi simbol keseimbangan antara manusia dan alam, sebuah nilai yang penting untuk tetap dijaga.

Nama Cibaduyut kini bukan hanya melambangkan pusat sepatu, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah lokal yang patut dihargai.

Identitas ini menjadi pengingat bahwa di balik modernitas, selalu ada akar tradisi yang harus dirawat dan dilestarikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asal usul bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buru Pecel Lele Enak di Bandung? Ini 4 Tempat yang Wajib Masuk Daftar Kuliner

Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!

Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung

Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus

Cek Harga Emas Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, Antam Masih Rp2,631 Juta per Gram

Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.