Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Kamis, 29 Oktober 2026 11:46 WIB

Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 11:14 WIB

Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia

Kamis, 29 Oktober 2026 11:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana
  • Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan
  • Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia
  • Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin
  • Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli
  • Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala
  • Sekulic Menggila, Persib Tekuk Melbourne Victory! Tolic Beri Pujian Setinggi Langit
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Awal Puasa Ramadhan 2025 Pemerintah, NU dan Muhammadiyah Berpotensi Beda, Ini Sebabnya

By Putra JuangRabu, 26 Februari 2025 17:30 WIB2 Mins Read
Ramadhan. (Foto: Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketinggian hilal menjelang Ramadhan 2025 di Indonesia saat ini hampir seluruhnya berada di bawah kriteria imkanur rukyah, kecuali di sebagian wilayah di Aceh.

Di ujung barat Indonesia itu, ketinggian hilal sudah melebihi 3 derajat dan elongasinya di atas 6,4 derajat, sedangkan di wilayah lainnya belum mencapainya.

Melihat data tersebut, keputusan sidang isbat dan ikhbar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) harus menunggu informasi hasil dari rukyatul hilal yang digelar di sebagian wilayah Aceh tersebut.

Sebab, hanya di sanalah, kesaksian yang dapat melihat hilal bisa diterima, sedangkan jika ada yang dapat melihat hilal di wilayah bagian timur Aceh dapat tertolak karena ketinggiannya yang belum memenuhi kriteria kemungkinan hilal dapat terlihat.

Baca Juga:  Lengkap, Ini Jadwal Buka Puasa 2024 untuk Wilayah Bandung Raya

Pengurus Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), Prof KH Ahmad Izzuddin mengatakan, keputusan awal Ramadhan 2025 perlu menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah dan ikhbar yang akan disampaikan PBNU berdasarkan hasil rukyatul hilal yang akan dilakukan pada Jumat (28/2/2025).

“Kita tunggu saat detik-detik rukyatul hilal yang akan dilaksanakan pada hari Jumat 28 Februari 2025,” ucap Ahmad dikutip laman NU Online, Rabu (26/2/2025).

Pihaknya meminta warga NU di wilayah Indonesia Timur dan Indonesia Tengah untuk bersabar menunggu keputusan dan ikhbar PBNU yang insyaallah diumumkan sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca Juga:  Persib Siap Tempur Lawan Persebaya di Tengah Ibadah Puasa

“Dalam waktu sekitar pukul 19.00 akan segera diumumkan hasil pengamatan rekap pengamatan hilal di seluruh Indonesia. Harapannya kita benar-benar beribadah dengan dasar yang kuat terhadap konsep shumu lirukyatihi wa afthiru lirukyatihi,” katanya.

Potensi Beda

Ahmad mengatakan, awal Ramadhan 2025 berpotensi berbeda karena hanya sebagian wilayah Aceh saja yang memenuhi kriteria imkanur rukyah.

Di sisi lain, Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadhan 2025 jatuh pada Sabtu (1/3/2025) berdasarkan kriteria wujudul hilal, yaitu ketika hilal sudah positif di atas ufuk saat matahari terbenam, sehingga diputuskan sudah masuk bulan baru.

Sementara NU dan pemerintah menunggu hasil rukyatul hilal yang didasarkan atas hisab yang akan dijadikan pertimbangan dalam penetapan awal bulan Hijriah.

Baca Juga:  Wajib Dibaca Sebelum Fajar! Ini Lafal Niat Puasa Ramadhan

“NU dan pemerintah yang mencoba untuk memfasilitasi metode hisab dan rukyah sebagai metode untuk saling melakukan konfirmasi,” ujarnya.

Jika hilal berhasil diobservasi di wilayah Aceh yang telah memenuhi kriteria imkanur rukyah, kata Ahmad, maka awal Ramadhan 2025 bisa berjalan bersama-sama, yakni pada Sabtu (1/3/2025).

Namun, jika hilal tidak dapat teramati, tentunya NU akan mengambil keputusan istikmal, yaitu menyempurnakan bulan Sya’ban pada umur 30 hari.

“Tentunya (awal Ramadhan 1446 H) akan mundur satu hari, pada Ahad 2 Maret 2025, sehingga potensi untuk perbedaan masih mungkin terjadi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammadiyah Nahdlatul Ulama pemerintah puasa Ramadhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan

Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.