Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ironi Program MBG: Saat Piring Siswa Disorot, SPPG Justru Gelar Bukber di Hotel Mewah

Sabtu, 28 Februari 2026 14:38 WIB

Masih Pantaskah Disebut Gaji? Perjuangan Guru NTT Menantang Maut di Jalanan dengan Upah ‘Seikhlasnya’

Sabtu, 28 Februari 2026 14:12 WIB

Babak Baru TPPO di Sikka: Dua Pengelola Klub Malam Resmi Jadi Tersangka Penyekapan 12 Warga Jabar

Sabtu, 28 Februari 2026 13:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ironi Program MBG: Saat Piring Siswa Disorot, SPPG Justru Gelar Bukber di Hotel Mewah
  • Masih Pantaskah Disebut Gaji? Perjuangan Guru NTT Menantang Maut di Jalanan dengan Upah ‘Seikhlasnya’
  • Babak Baru TPPO di Sikka: Dua Pengelola Klub Malam Resmi Jadi Tersangka Penyekapan 12 Warga Jabar
  • 5 Fakta Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau: Dari Motif Asmara hingga Aksi Terencana
  • Update Daftar Mudik Gratis Bandung 2026: Cek Link Daftar, Rute, dan Syarat Terbarunya!
  • Jadwal Persebaya vs Persib di Pekan ke-24 Super League: Duel Sengit di Gelora Bung Tomo
  • Harga Emas Antam Melejit Drastis Hari Ini 28 Februari 2026, Simak Rincian Per Gramnya!
  • PARODI MENOHOK! Ibu Ini Bangga Anak Bule-nya Jadi WNI, Sindir Alumni LPDP yang ‘Lupa Diri’?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Babak Baru TPPO di Sikka: Dua Pengelola Klub Malam Resmi Jadi Tersangka Penyekapan 12 Warga Jabar

By Putra JuangSabtu, 28 Februari 2026 13:38 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa 12 pekerja asal Jawa Barat di salah satu klub malam di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki babak baru. Aparat kepolisian setempat telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dan melakukan penahanan.

Dua tersangka tersebut yakni YCGW alias AW dan MAAR alias Arina. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap para korban dan saksi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian di NTT yang dinilai serius menangani kasus tersebut hingga ada penetapan tersangka.

Ucapan terima kasih itu ditujukan kepada Polda Nusa Tenggara Timur, termasuk jajaran di tingkat Polres Sikka yang menangani langsung perkara tersebut.

Baca Juga:  Swasta Bisa Mati Pelan-pelan, Pakar Kritik Kebijakan Rombel Gubernur Jabar

“Saya mengucapkan terima kasih atas nama masyarakat Jawa Barat kepada Kapolda NTT, Direktur PPA Polda NTT, Kapolres Sikka, Kasat Reskrim Sikka, dan Kanit PPA Polres Sikka yang telah secara sungguh-sungguh memproses dugaan tindak pidana yang menimpa 12 pekerja asal Jawa Barat,” ujar Dedi, Sabtu (28/2/2026).

Ia menilai langkah cepat aparat penegak hukum di wilayah NTT menjadi bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.

Baca Juga:  Meriah! West Java Festival 2024 Bakal Suguhkan Pertunjukan Bintang Papan Atas

Mantan Bupati Purwakarta itu berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan rasa keadilan bagi para pekerja asal Jawa Barat yang terdampak kasus tersebut.

Selain kepada kepolisian, Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang membantu para pekerja, termasuk Suster Ika dan tim kuasa hukum yang mendampingi para korban selama proses penanganan perkara.

Ia menyebut perjuangan kemanusiaan yang dilakukan berbagai pihak tersebut menjadi bentuk solidaritas lintas daerah dalam melindungi warga.

Di sisi lain, Dedi mengaku menerima laporan bahwa masih terdapat warga Jawa Barat lain yang bekerja di sejumlah klub di wilayah tersebut dan belum dapat kembali ke daerah asalnya.

Baca Juga:  Dilantik Presiden Prabowo, Ini Janji Kampanye Dedi - Erwan

Kondisi itu disebut membuat sebagian dari mereka terlilit utang dan menghadapi berbagai persoalan sosial maupun ekonomi.

“Masih banyak warga Jabar yang berada di beberapa klub di sana tidak bisa pulang dan menimbulkan banyak utang. Ini menjadi jalan untuk mengajak mereka kembali dan menyelesaikan berbagai problem yang dialaminya. Bekerja untuk mendapat penghasilan dan kebahagiaan, bukan mendapat penderitaan,” pungkasnya

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jawa Barat Hari Ini Dedi Mulyadi jawa barat perdagangan orang polres sikka TPPO
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Masih Pantaskah Disebut Gaji? Perjuangan Guru NTT Menantang Maut di Jalanan dengan Upah ‘Seikhlasnya’

5 Fakta Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau: Dari Motif Asmara hingga Aksi Terencana

‎Jangan Ketinggalan! Jadwal Pencairan THR Pensiunan 2026 dan Komponen Lengkap

‎Tragedi Longsor Pasir Kuning: 10 Korban Dimakamkan Massal, Identitas Masih Belum Diketahui

Jabar Oleng? Dedi Mulyadi Nekat Ngutang Rp2 Triliun ke Bank Demi Proyek Ambisius

‎Persis Ramadhan Expo 2026 Digelar di TSM Bandung, Hadirkan Dakwah dan Bazar UMKM

Terpopuler
  • Gaji dan THR Pensiunan Cair Tepat Waktu, Ini Jadwal Resmi Taspen 2026
  • Viral Besar! Link Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Diburu Warganet, Benarkah Ada di Telegram?
  • Viral Tanpa Sensor? Isu Video Teh Pucuk 17 Menit Terbongkar
  • Link Video Ukhti Mukena Pink Guncang TikTok: Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor?
  • Viral Panas! Link Video Teh Pucuk 17 Menit Bisa Curi Data Pribadi, Waspada Phishing!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.