Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Minggu, 14 Juni 2026 17:35 WIB

Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?

Minggu, 14 Juni 2026 16:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bahaya Makanan dan Minuman Kemasan untuk Anak, Ahli Gizi Sebut Orang Tua Berperan Penting

By SusanaSelasa, 6 Agustus 2024 19:40 WIB2 Mins Read
Minuman Manis Kemasan. (Foto: Ilustrasi/Stefan Schweihofer dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Belakangan ini marak kasus gangguan ginjal yang menyebabkan anak harus menjalani tindakan cuci darah. Disinyalir, hal itu disebabkan karena tingginya konsumsi makanan atau minuman pemanis dalam kemasan.

Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen mengatakan, bahaya dalam makanan atau minuman kemasan itu ada bahaya jangka pendek dan panjang.

Selain itu, hal ini juga bukan ranah BPOM untuk menjelaskan terkait bahaya makanan atau minuman kemasan, meski BPOM sendiri yang mengeluarkan izin.

“Kita luruskan dulu soal bahaya, kalau dibilang bahaya tentu kita bicara jangka pendek dan jangka panjang, dan kita harus berpikir juga semua yang beredar itu kan sudah dapat izin dari BPOM, tinggal masalahnya adalah itu bukan ranahnya BPOM untuk bisa menjelaskan bahwa kalau kita konsumsi seumur hidup sampai kecanduan, nah apalagi anak-anak, itu tentu bukan ranahnya BPOM,” papar dr. Tan saat dihubungi, Selasa (6/8/2024).

Baca Juga:  Serba-serbi Kebijakan Dedi Mulyadi: Remaja Dibatasi, Orang Tua Dibebani

Oleh karena itu, dr. Tan menilai bahwa hal ini merupakan peran orang tua untuk bijak dalam memberikan jajanan kepada anaknya.

“Jadi, walaupun katanya sudah dirilis izin oleh BPOM, ini menjadi penting bagi orang tua untuk menjadi lebih bijak apabila memberikan jajanan buat anaknya, itu yang pertama,” ungkapnya.

Kemudian, dr. Tan juga meminta orang tua untuk memberi contoh dalam mengkonsumsi makanan atau minuman kemasan.

Baca Juga:  Simak Tips bagi Orang Tua Isi Waktu Liburan Anak Secara Edukatif

“Dan yang kedua adalah, orang tuanya sendiri memberi contoh atau tidak, anak-anak terkena dengan macem-macem itu biasanya orang tuanya itu juga pernah, maka orang tuanya itu juga harus menjadi contoh rajin makan makanan rumahan, orang tua generasi z atau milineal sekarang ini dikit-dikit jajan, ya tentu anaknya juga,” jelasnya.

dr. Tan menegaskan, bahwa produk kemasan memang diciptakan untuk membuat kecanduan, sehingga ini menjadi perhatian penting bagi orang tua.

“Dan perlu diingat kalau produk selalu diciptakan untuk kecanduan, karena tujuannya adalah mencari keuntungan, nah sehat ga sehat ya itu tergantung,” ujarnya.

“Nah masalahnya yang kita tidak sadari makanan yang dikemas itu yang tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia, tetapi kecanduan, nah itu menjadi masalah,” sambungnya.

Baca Juga:  Jenguk sang Anak, Ibu Pegi Setiawan: Saya Bawa Pisang, Makanan Kesukaannya

Terkait pentingnya peran orang tua tersebut, dr. Tan berpesan jangan sampai orang tua memberikan referensi atau kebiasaan yang buruk pada anak.

“Betul, karena yang pegang duit kan orang tuanya. Nah yang jadi masalah adalah ketika dalam taraf belajar anak ini belajar dengan cara yang ga bener, tadi pegang uang orang tuanya memberikan kemasan-kemasan yang tinggi gula, garam dan seterusnya,” ungkapnya.

“Nah, anaknya nanti ketika remaja bisa pegang duit, dia punya referensi adalah apa yang dia sukai sejak kecil,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ahli gizi cuci darah makanan dan minuman kemasan orang tua pemanis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.