Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two

Senin, 14 September 2026 03:00 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Senin, 14 September 2026 01:00 WIB

Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi

Minggu, 13 September 2026 19:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
  • Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun
  • BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan
  • Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat
  • Jadwal Persib Bikin Deg-degan: Persija Baru Lewat, FC Seoul Sudah Menunggu di Korea
  • Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bahaya Makanan dan Minuman Kemasan untuk Anak, Ahli Gizi Sebut Orang Tua Berperan Penting

By SusanaSelasa, 6 Agustus 2024 19:40 WIB2 Mins Read
Minuman Manis Kemasan. (Foto: Ilustrasi/Stefan Schweihofer dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Belakangan ini marak kasus gangguan ginjal yang menyebabkan anak harus menjalani tindakan cuci darah. Disinyalir, hal itu disebabkan karena tingginya konsumsi makanan atau minuman pemanis dalam kemasan.

Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen mengatakan, bahaya dalam makanan atau minuman kemasan itu ada bahaya jangka pendek dan panjang.

Selain itu, hal ini juga bukan ranah BPOM untuk menjelaskan terkait bahaya makanan atau minuman kemasan, meski BPOM sendiri yang mengeluarkan izin.

“Kita luruskan dulu soal bahaya, kalau dibilang bahaya tentu kita bicara jangka pendek dan jangka panjang, dan kita harus berpikir juga semua yang beredar itu kan sudah dapat izin dari BPOM, tinggal masalahnya adalah itu bukan ranahnya BPOM untuk bisa menjelaskan bahwa kalau kita konsumsi seumur hidup sampai kecanduan, nah apalagi anak-anak, itu tentu bukan ranahnya BPOM,” papar dr. Tan saat dihubungi, Selasa (6/8/2024).

Baca Juga:  Ustadz Adi Hidayat Spill Rahasia Amalan Sederhana Membuka Pintu Kemudahan Dunia dan Akhirat

Oleh karena itu, dr. Tan menilai bahwa hal ini merupakan peran orang tua untuk bijak dalam memberikan jajanan kepada anaknya.

“Jadi, walaupun katanya sudah dirilis izin oleh BPOM, ini menjadi penting bagi orang tua untuk menjadi lebih bijak apabila memberikan jajanan buat anaknya, itu yang pertama,” ungkapnya.

Kemudian, dr. Tan juga meminta orang tua untuk memberi contoh dalam mengkonsumsi makanan atau minuman kemasan.

Baca Juga:  Jenguk sang Anak, Ibu Pegi Setiawan: Saya Bawa Pisang, Makanan Kesukaannya

“Dan yang kedua adalah, orang tuanya sendiri memberi contoh atau tidak, anak-anak terkena dengan macem-macem itu biasanya orang tuanya itu juga pernah, maka orang tuanya itu juga harus menjadi contoh rajin makan makanan rumahan, orang tua generasi z atau milineal sekarang ini dikit-dikit jajan, ya tentu anaknya juga,” jelasnya.

dr. Tan menegaskan, bahwa produk kemasan memang diciptakan untuk membuat kecanduan, sehingga ini menjadi perhatian penting bagi orang tua.

“Dan perlu diingat kalau produk selalu diciptakan untuk kecanduan, karena tujuannya adalah mencari keuntungan, nah sehat ga sehat ya itu tergantung,” ujarnya.

“Nah masalahnya yang kita tidak sadari makanan yang dikemas itu yang tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia, tetapi kecanduan, nah itu menjadi masalah,” sambungnya.

Baca Juga:  Tahun Ajaran Baru, Emak-emak di Bandung Serbu Toko Buku

Terkait pentingnya peran orang tua tersebut, dr. Tan berpesan jangan sampai orang tua memberikan referensi atau kebiasaan yang buruk pada anak.

“Betul, karena yang pegang duit kan orang tuanya. Nah yang jadi masalah adalah ketika dalam taraf belajar anak ini belajar dengan cara yang ga bener, tadi pegang uang orang tuanya memberikan kemasan-kemasan yang tinggi gula, garam dan seterusnya,” ungkapnya.

“Nah, anaknya nanti ketika remaja bisa pegang duit, dia punya referensi adalah apa yang dia sukai sejak kecil,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

orang tua
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.