Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat

Jumat, 30 Oktober 2026 17:13 WIB

Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib

Jumat, 30 Oktober 2026 16:34 WIB

Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg

Jumat, 30 Oktober 2026 16:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat
  • Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib
  • Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg
  • November Neraka! Persib Hadapi 7 Laga di 3 Kompetisi, Ini Jadwal Lengkapnya
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bahaya Makanan dan Minuman Kemasan untuk Anak, Ahli Gizi Sebut Orang Tua Berperan Penting

By SusanaSelasa, 6 Agustus 2024 19:40 WIB2 Mins Read
Minuman Manis Kemasan. (Foto: Ilustrasi/Stefan Schweihofer dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Belakangan ini marak kasus gangguan ginjal yang menyebabkan anak harus menjalani tindakan cuci darah. Disinyalir, hal itu disebabkan karena tingginya konsumsi makanan atau minuman pemanis dalam kemasan.

Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen mengatakan, bahaya dalam makanan atau minuman kemasan itu ada bahaya jangka pendek dan panjang.

Selain itu, hal ini juga bukan ranah BPOM untuk menjelaskan terkait bahaya makanan atau minuman kemasan, meski BPOM sendiri yang mengeluarkan izin.

“Kita luruskan dulu soal bahaya, kalau dibilang bahaya tentu kita bicara jangka pendek dan jangka panjang, dan kita harus berpikir juga semua yang beredar itu kan sudah dapat izin dari BPOM, tinggal masalahnya adalah itu bukan ranahnya BPOM untuk bisa menjelaskan bahwa kalau kita konsumsi seumur hidup sampai kecanduan, nah apalagi anak-anak, itu tentu bukan ranahnya BPOM,” papar dr. Tan saat dihubungi, Selasa (6/8/2024).

Baca Juga:  Pindah Dapur ke Jalanan, Begini Cara Unik Emak-emak Sentil Bobroknya Sistem SPMB Jabar 2026

Oleh karena itu, dr. Tan menilai bahwa hal ini merupakan peran orang tua untuk bijak dalam memberikan jajanan kepada anaknya.

“Jadi, walaupun katanya sudah dirilis izin oleh BPOM, ini menjadi penting bagi orang tua untuk menjadi lebih bijak apabila memberikan jajanan buat anaknya, itu yang pertama,” ungkapnya.

Kemudian, dr. Tan juga meminta orang tua untuk memberi contoh dalam mengkonsumsi makanan atau minuman kemasan.

Baca Juga:  Ustadz Adi Hidayat Spill Rahasia Amalan Sederhana Membuka Pintu Kemudahan Dunia dan Akhirat

“Dan yang kedua adalah, orang tuanya sendiri memberi contoh atau tidak, anak-anak terkena dengan macem-macem itu biasanya orang tuanya itu juga pernah, maka orang tuanya itu juga harus menjadi contoh rajin makan makanan rumahan, orang tua generasi z atau milineal sekarang ini dikit-dikit jajan, ya tentu anaknya juga,” jelasnya.

dr. Tan menegaskan, bahwa produk kemasan memang diciptakan untuk membuat kecanduan, sehingga ini menjadi perhatian penting bagi orang tua.

“Dan perlu diingat kalau produk selalu diciptakan untuk kecanduan, karena tujuannya adalah mencari keuntungan, nah sehat ga sehat ya itu tergantung,” ujarnya.

“Nah masalahnya yang kita tidak sadari makanan yang dikemas itu yang tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia, tetapi kecanduan, nah itu menjadi masalah,” sambungnya.

Baca Juga:  Ustadz Adi Hidayat: Sedekah ke Orang Ini, Doa yang Diminta Segera Dikabulkan

Terkait pentingnya peran orang tua tersebut, dr. Tan berpesan jangan sampai orang tua memberikan referensi atau kebiasaan yang buruk pada anak.

“Betul, karena yang pegang duit kan orang tuanya. Nah yang jadi masalah adalah ketika dalam taraf belajar anak ini belajar dengan cara yang ga bener, tadi pegang uang orang tuanya memberikan kemasan-kemasan yang tinggi gula, garam dan seterusnya,” ungkapnya.

“Nah, anaknya nanti ketika remaja bisa pegang duit, dia punya referensi adalah apa yang dia sukai sejak kecil,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

orang tua
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat

Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.