Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

Panduan Lengkap Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP Beserta Prosedur Alternatifnya

Jumat, 25 September 2026 06:00 WIB

15 Ribu Warga Bandung Alami Kenaikan Desil? Dinsos Buka Jalur Sanggah, Cek Caranya

Jumat, 25 September 2026 05:00 WIB

Surga Pencinta Donat! 5 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba

Jumat, 25 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Panduan Lengkap Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP Beserta Prosedur Alternatifnya
  • 15 Ribu Warga Bandung Alami Kenaikan Desil? Dinsos Buka Jalur Sanggah, Cek Caranya
  • Surga Pencinta Donat! 5 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba
  • 3 Reformasi JKN Mulai Diuji Coba di Bandung, Layanan Kesehatan Bakal Berubah?
  • Menjelajah Kelezatan Kuliner Malam di Cirebon: 8 Rekomendasi Tempat Makan Legendaris Paling Dicari
  • 10 Destinasi Wisata Hits di Cirebon, dari Spot Estetik hingga Wisata Sejarah
  • HUT Bandung ke-216, Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216 Selama 3 Hari! Ini Jadwalnya
  • Dramatis! Indonesia Tumbangkan China 3-2, Emas Pertama Asian Games 2026 Akhirnya Datang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 25 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tubuh Balita Raya di Sukabumi Keluarkan 1 Kg Cacing Sebelum Meninggal

By Aga GustianaRabu, 20 Agustus 2025 15:49 WIB2 Mins Read
Raya Sukabumi
Raya, bocah 3 tahun asal Sukabumi meninggal dengan tubuh penuh cacing. (Foto: Tangkap layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang balita perempuan bernama Raya, usia empat tahun, warga Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing. Raya diketahui telah lama berada dalam pemantauan gizi oleh petugas desa di Kampung Padangenyang.

Anak tersebut termasuk kategori BGM (Bawah Garis Merah), istilah medis untuk kondisi gizi buruk, sehingga menjadi perhatian khusus dalam pelayanan posyandu setempat.

“Ya kebetulan Raya itu sering ke posyandu, sehingga berat badannya kita kontrol. Memang sejak kecil Raya termasuk BGM itu di bawah garis merah, benar-benar terpantau kalau untuk berat badannya,” ujar Cisri Maryati, Rabu (20/8/2025).

Bantuan Gizi dan Pemantauan Rutin

Berbagai langkah intervensi telah dilakukan untuk mendukung pertumbuhan Raya. Pemerintah desa rutin memberikan bantuan gizi tambahan, baik dari program reguler maupun alokasi dana desa.

Baca Juga:  Jomblo Auto Mengheningkan Cipta! Momen Manis Bule Cantik Australia Datang ke Lombok Demi Si Hitam Manis

“Jadi sehingga bantuan dari desa pun tetap kita prioritaskan untuk Raya, ada seperti susu, telor, ayam, buahan, itu dapat Raya. Terus kemarin itu ada program PMT lokal, untuk Raya itu dapat 60 hari, jadi terpantau setiap harinya, berat badannya juga kita pantau. Udah ada kenaikan berat badannya waktu kemarin dapat PMT lokal,” jelas Cisri.

Selain itu, Raya tercatat sebagai penerima obat cacing rutin setiap enam bulan sekali dalam program kesehatan anak. Cisri menambahkan, “Sebetulnya obat cacing kalau untuk Raya dan semua anak-anak itu dapat setiap 6 bulan sekali, setiap bulan Februari dan Agustus. Jadi untuk Raya juga terakhir dapat itu bulan Februari itu obat cacing.”

Baca Juga:  Viral Aksi Brutal Diduga Geng Motor Keroyok Pria di Bandung hingga Terkapar

Kendala Rujukan ke Puskesmas

Upaya merujuk Raya ke Puskesmas untuk konsultasi dengan ahli gizi sering terkendala karena orang tua menolak. “Sudah berkali-kali untuk konsultasi minimal dengan ahli gizinya. Cuman memang kalau jawaban dari ibunya, nggak bisa. Mang Rizalnya nggak bolehin, katanya begitu,” tutur Cisri.

Viral di Media Sosial

Kasus Raya menjadi perhatian publik setelah video kondisinya saat dirawat di rumah sakit beredar di media sosial. Dalam video itu, tubuh Raya terlihat mengeluarkan cacing dalam jumlah banyak. Pihak desa menerima informasi dari relawan.

Baca Juga:  Viral Warga di Bogor Geruduk Hotel Diduga Jadi Tempat Prostitusi

“Ada, tahu. Karena dari pihak relawannya juga menghubungi kami, jadi kita diberitahukan kondisi Raya seperti ini, dirawat di RS Bunut, kondisinya seperti ini, cacingnya banyak. Waktu itu udah dapat 1 Kg kalau tidak salah,” imbuh Cisri.

Dukungan Pemerintah Desa

Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, menuturkan bahwa pihak desa telah lama memperhatikan kondisi keluarga Raya. “Pemerintah desa bahkan mengalokasikan bantuan secara khusus untuk mendukung gizi anak tersebut,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Sukabumi viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

15 Ribu Warga Bandung Alami Kenaikan Desil? Dinsos Buka Jalur Sanggah, Cek Caranya

3 Reformasi JKN Mulai Diuji Coba di Bandung, Layanan Kesehatan Bakal Berubah?

HUT Bandung ke-216, Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216 Selama 3 Hari! Ini Jadwalnya

Geger Video Biduan Joget di Teras Masjid Tasikmalaya Pasca Maulid Nabi, Begini Fakta Sebenarnya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cek PKH September 2026 Sekarang, Hanya Modal NIK KTP Bisa Tahu Status Bansos

Bikin Geram! Mutawif Umrah Nyinyirin Jemaah Lansia, Kena Skakmat Telak Satu Indonesia

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.