bukamata.id – Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, kembali beroperasi setelah sempat ditutup pada hari Senin 7 September 2026 akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dibukanya kembali operasional bandara menjadi angin segar bagi sejumlah penumpang yang sebelumnya harus membatalkan atau menjadwal ulang penerbangan.
Sejumlah penumpang yang ditemui di Bandara Husein Sastranegara pada Selasa (8/9/2026) mengaku sempat khawatir karena belum mendapat kepastian mengenai keberangkatan mereka.
Salah satunya Muhammad Sofwan (41), penumpang asal Pekanbaru, Riau, yang hendak terbang menuju Bali. Ia sebelumnya dijadwalkan berangkat pada Minggu (6/9/2026), namun penerbangannya dibatalkan akibat penutupan bandara.
Sofwan mengatakan dirinya sudah berada di ruang tunggu dan bersiap untuk boarding ketika mengetahui penerbangannya dibatalkan.
“Sudah di ruang tunggu waktu hari Minggu. Sudah mau siap jadwal untuk boarding, tapi dibatalkan karena bandara ditutup,” ujar Sofwan, Selasa (8/9/2026).
Ia kemudian melakukan refund tiket dan kembali memesan penerbangan untuk keberangkatan hari ini.
Menurut Sofwan, informasi mengenai perubahan penerbangan memang sempat membuatnya waswas. Namun, ia tetap memantau perkembangan melalui pemberitaan media.
“Kalau waswas ada, ya. Tapi kalau dari melihat berita kan sudah ada informasi jelas dari Kemenhub bahwa per hari ini sudah dibuka kembali, ada tujuh bandara,” katanya.
Sempat Kesulitan Dapat Informasi
Sofwan juga menyoroti informasi dari maskapai saat penerbangannya dibatalkan. Ia mengaku tidak mendapat pemberitahuan sebelum berada di ruang tunggu bandara.
“Kalau tahu memang ada potensi bandara ditutup, saya mungkin enggak ke bandara,” ungkapnya.
Ia juga sempat mengalami kendala ketika hendak melakukan refund karena informasi yang diterimanya simpang siur.
“Paling refund-nya yang susah kemarin karena simpang siur informasi, apakah bisa refund langsung atau enggak. Telepon di aplikasi enggak bisa, mungkin lagi crowded,” ujarnya.
Untuk penerbangan hari ini, Sofwan mengatakan statusnya sudah kembali berjalan, meski mengalami keterlambatan dari jadwal awal.
“On schedule, tapi enggak sesuai dengan schedule awal yang diterapkan,” katanya.
Sofwan sendiri berada di Bandung untuk keperluan kuliah. Ia sebelumnya berencana berlibur ke Bali bersama keluarganya.
Penumpang Lain Pilih Reschedule
Pengalaman serupa dialami Aurelia Anna Irene Siregar (25). Ia sebelumnya dijadwalkan terbang dari Bandung menuju Medan pada Senin (7/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Namun, penerbangannya dibatalkan sehingga ia harus menjadwal ulang keberangkatannya. Aurelia mengatakan sejak pagi sudah mendapat informasi dari Citilink mengenai pembatalan penerbangan.
“Dari pagi sudah dikasih tahu sama Citilink kalau penerbangan saya dibatalin,” kata Aurelia.
Sebelumnya, ia memesan tiket melalui Traveloka. Setelah penerbangan dibatalkan, proses refund dilakukan melalui platform tersebut. Untuk penerbangan berikutnya, Aurelia memilih membeli tiket langsung melalui Citilink agar lebih mudah memperoleh informasi terbaru terkait penerbangannya.
Aurelia mengaku sempat bingung dan khawatir ketika mengetahui penerbangannya dibatalkan, terlebih ia memiliki sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan di Medan.
“Ini sih agak bingung karena takutnya bencananya agak lama. Terus ternyata pagi ini dapat berita kalau sudah agak mereda, jadi cepat-cepat pengin pulang,” ujarnya.
Ia telah berada di Bandung sejak Jumat (4/9/2026) untuk berlibur sekaligus bertemu keluarga. Rencana awalnya, ia kembali pada Senin, tetapi harus tertunda akibat penutupan bandara.
Aurelia berharap situasi segera kembali normal sehingga dapat kembali ke Medan dan menjalankan aktivitasnya.
“Karena saya juga banyak ada kerjaan juga di Medan, jadi kayak enggak tenang. Pengin cepat-cepat pulang jadinya,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










