bukamata.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan sejumlah catatan penting hasil evaluasi selama periode libur panjang dan long weekend yang berlangsung berturut-turut dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut Farhan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah tingginya beban terhadap daya dukung lingkungan Kota Bandung, terutama terkait pengelolaan sampah yang mengalami peningkatan signifikan akibat lonjakan aktivitas masyarakat dan wisatawan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah turun tangan langsung membantu membuka kuota pengangkutan sampah ke Sarimukti. Karena yang memiliki kewenangan untuk menambah kuota dan membuka akses pembuangan di sana adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Farhan kepada wartawan, Senin (1/6/2026).
Farhan menjelaskan, Kota Bandung tidak memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) sendiri sehingga masih bergantung pada fasilitas pengolahan sampah regional. Karena itu, Pemkot Bandung telah mengajukan status darurat sampah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami sedang menunggu ketetapan dari pemerintah provinsi mengenai status darurat sampah sehingga langkah-langkah darurat dalam kebijakan pengelolaan sampah bisa dilakukan,” ujarnya.
Selain persoalan sampah, Farhan juga menyoroti sejumlah gangguan keamanan dan ketertiban yang terjadi selama masa liburan, mulai dari tawuran, tindak kekerasan hingga aksi pemalakan di kawasan perbatasan kota.
“Dari sisi keamanan, ada beberapa kejadian yang memang harus kita perhatikan, mulai dari tawuran, tindakan kekerasan, bahkan pemalakan di batas kota,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah menangani berbagai kasus tersebut dan mengamankan para pelaku.
“Alhamdulillah pihak kepolisian telah menangani dengan sangat baik. Para pelaku sudah ditangkap semuanya. Insya Allah akan mendapatkan tindakan hukum yang tepat,” katanya.
Farhan juga menyoroti meningkatnya kasus kebakaran dalam dua pekan terakhir. Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu dapat meningkatkan risiko korsleting listrik, terutama pada bangunan yang sudah berusia tua.
“Saat hujan, beberapa rumah yang sudah tua menjadi rentan. Ketika kondisi kembali kering, korsleting bisa terjadi dan memicu kebakaran. Jadi memang kita harus lebih waspada,” tuturnya.
Di sisi lain, Farhan menyebut sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran di Kota Bandung tetap berjalan dengan baik selama masa liburan. Namun, persoalan parkir liar masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.
“Parkir liar itu seperti rengit, diusir sekarang datang lagi. Karena itu kami sedang mencari investor untuk membangun gedung parkir di kawasan Asia Afrika, Sudirman, Braga dan sekitarnya,” jelasnya.
Terkait kebutuhan pokok masyarakat, Farhan memastikan pasokan pangan tetap aman meski sempat terjadi kenaikan harga daging sapi dan cabai menjelang Hari Raya Iduladha.
“Alhamdulillah itu hanya sesaat. Sekarang harga sudah kembali normal. Tim Pengendalian Inflasi Daerah terus bekerja memastikan kebutuhan pokok warga dan wisatawan tetap tersedia,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










