bukamata.id – Kota Bandung kembali menunjukkan identitasnya sebagai kota kreatif melalui penyelenggaraan pameran seni rupa Pojok Carita bertema “Ti Alam, Jadi Carita” di Layana Hall, Kiara Artha Park. Pameran yang digelar hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bandung dan Kiara Artha Park ini berlangsung hingga 3 Juni 2026.
Kehadiran Pojok Carita diharapkan menjadi ruang ekspresi bagi para seniman sekaligus memperkuat ekosistem seni dan budaya di Kota Bandung.
Farhan: Bandung Harus Terus Menjadi Kota Kreatif
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turut mengunjungi pameran tersebut pada Minggu (31/5/2026). Ia mengapresiasi manajemen Kiara Artha Park yang telah menyediakan ruang publik bagi para seniman untuk memamerkan karya dan berinteraksi dengan masyarakat.
Menurut Farhan, ruang terbuka publik tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga harus menjadi wadah ekspresi seni dan budaya.
“Sebagai ruang terbuka publik, Kiara Artha Park memang harus menampilkan banyak hal. Tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi juga menjadi tempat untuk menyampaikan ekspresi seni bagi masyarakat,” ujar Farhan.
Ia menilai kehadiran Pojok Carita menjadi bukti bahwa Bandung tetap konsisten menjaga identitasnya sebagai kota kreatif yang mendukung perkembangan seni dan budaya.
Pameran Pojok Carita Jadi Ruang Berkarya Seniman Bandung
Farhan menyebut Bandung memiliki modal besar sebagai kota seni karena didukung berbagai perguruan tinggi yang memiliki program studi seni murni maupun seni terapan.
Selain itu, banyak seniman asal Bandung yang telah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
“Bandung sebagai kota kreatif tidak boleh berhenti dari kegiatan-kegiatan yang sifatnya nyeni. Bandung harus terus bergerak dan memberikan ruang bagi kreativitas masyarakat,” katanya.
Tema “Ti Alam, Jadi Carita” dinilai sangat relevan karena mengangkat alam sebagai sumber inspirasi yang kemudian diterjemahkan menjadi karya seni penuh makna.
Menurut Farhan, seni juga berperan penting dalam meningkatkan literasi budaya serta membangun dialog di tengah masyarakat.
Kiara Artha Park Siapkan Galeri untuk Seniman dan Komunitas
Perwakilan Manajemen Kiara Artha Park, Arif Sutyanegara, mengaku bangga karena Pojok Carita lahir di kawasan wisata tersebut.
Ia berharap galeri seni ini dapat menjadi ruang kolaboratif yang menghubungkan seniman, masyarakat, pelajar, dan komunitas kreatif.
“Kami berharap Pojok Carita menjadi wadah bagi para seniman Kota Bandung, Jawa Barat, maupun Nusantara untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa seni merupakan bagian penting dari kehidupan,” ujarnya.
Keberadaan galeri seni di ruang publik dinilai mampu memberikan akses lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati karya seni secara langsung.
Seniman Apresiasi Hadirnya Ruang Pamer yang Inklusif
Seniman sekaligus jurnalis, Tian Bahtiar, menyambut baik hadirnya Pojok Carita karena memberikan kesempatan bagi para seniman untuk berpameran tanpa terbebani biaya penyelenggaraan.
Menurutnya, meski era digital berkembang pesat, ruang pamer fisik tetap memiliki nilai penting karena menghadirkan interaksi langsung antara karya dan penikmat seni.
Selain memamerkan karya bertema satwa dan lingkungan, Tian juga memperkenalkan sejumlah program edukatif untuk anak-anak seperti summer camp, kelas berkebun, melukis gerabah, hingga kelas memasak.
Program tersebut bertujuan menumbuhkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Diharapkan Jadi Pusat Kolaborasi Seni dan Industri Kreatif
Seniman dan akademisi Warli Haryana menilai kehadiran galeri seni di ruang publik merupakan harapan yang telah lama dinantikannya sejak tinggal di Bandung pada awal 1990-an.
Menurutnya, galeri seni tidak hanya berfungsi sebagai tempat pameran, tetapi juga harus menjadi pusat kolaborasi, edukasi, rekreasi, dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Galeri ini jangan hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga ruang kolaborasi, edukasi, rekreasi, dan pengembangan industri kreatif. Dengan begitu manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak,” ujarnya.
Warli berharap Pojok Carita dapat berkembang menjadi titik temu para seniman dari Bandung, Indonesia, hingga mancanegara untuk bertukar ide, pengalaman, dan karya kreatif.
Dengan hadirnya Pojok Carita, Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat seni dan budaya terdepan di Indonesia yang terus membuka ruang bagi lahirnya kreativitas dan inovasi baru.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









