bukamata.id – Banjir besar kembali melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu malam (26/4/2025). Hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam menyebabkan sungai, saluran air, dan drainase di sejumlah wilayah meluap.
Akibatnya, tiga kecamatan terdampak parah, ratusan rumah warga terendam, akses jalan nasional Bandung–Cianjur terganggu, serta sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan serius.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Wijaya, mengungkapkan bahwa hingga kini petugas masih melakukan pendataan di Kecamatan Cianjur, Karangtengah, dan Sukaluyu.
“Petugas gabungan sudah kami turunkan ke sejumlah lokasi banjir, termasuk berkoordinasi dengan dinas terkait untuk percepatan penanganan. Ketinggian air di tiga kecamatan bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga 1 meter,” kata Asep Wijaya, dikutip Minggu (27/4/2025).
Selain menggenangi permukiman warga, banjir juga menyebabkan sebagian akses jalan nasional Bandung–Cianjur terendam. Di Kecamatan Karangtengah, ketinggian air mencapai 50 sentimeter, membuat arus lalu lintas tersendat dan pengguna jalan diminta ekstra hati-hati.
Asep juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras.
“Kami sarankan warga untuk mengungsi sementara jika hujan terus turun hingga tengah malam. Saat ini petugas gabungan dari TNI/Polri, Damkar Cianjur, PMI, SAR, serta para relawan tengah bergerak di berbagai titik banjir,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, banjir merendam belasan desa di empat kecamatan. Di Karangtengah, desa-desa terdampak antara lain Sukasari, Sindangasih, Maleber, Bojong, Sabandar, Sukataris, Hegarmanah, Sindanglaka, Babakan Caringin, Sukamulya, Sukasarana, dan Ciherang.
Di Sukaluyu, Desa Selajambe menjadi wilayah terdampak, sementara di Kecamatan Mande banjir melanda Desa Bobojong. Di Kecamatan Cianjur, Kelurahan Bojongherang turut terendam.
Sejumlah infrastruktur dilaporkan rusak cukup parah. Di Kampung Kopo Wetan, Desa Sukataris, jebolnya tanggul sungai mengakibatkan tiga rumah rusak berat. Di Kampung Ciburial Darusalam, Desa Bojong, 10–25 rumah terkena dampak banjir, sementara sebuah tiang listrik di sekitar RS Edelweiss roboh.
Perumahan seperti BTN Grand Amanda, BTN Sukasari, dan BTN Griya Maleber mengalami genangan akibat buruknya sistem drainase dan sedimentasi sungai. Di Desa Sukasarana, jembatan di Kampung Cirata sempat tidak bisa dilewati kendaraan, membuat banyak pekerja pabrik terjebak.
Data BPBD Jabar mencatat, sedikitnya 44 Kartu Keluarga (KK) atau 173 jiwa terdampak banjir. Pendataan lebih lanjut masih berlangsung.
Tak hanya kerusakan material, banjir juga menyebabkan korban luka. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri, menyampaikan bahwa sejumlah warga mengalami luka robek pada kaki akibat menginjak material yang terbawa arus banjir.
Tim PMI bersama relawan juga melakukan evakuasi terhadap sejumlah warga lanjut usia ke tempat yang lebih aman, khususnya di lokasi yang mengalami kenaikan tinggi air secara drastis.
BPBD Kabupaten Cianjur bersama TNI, Polri, PMI, SAR, dan relawan terus berkoordinasi untuk melakukan evakuasi, mengamankan lokasi, serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Sejumlah titik rawan masih terus dipantau ketat mengantisipasi kemungkinan hujan susulan dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah pun kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, serta segera mengungsi ke tempat aman jika curah hujan tinggi kembali terjadi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










