Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

GRATIS! Skin dan Bundle Premium FF Bisa Kamu Dapat Hari Ini, Ini Kodenya!

Senin, 22 Juni 2026 16:02 WIB

Sama-Sama Ikut Marathon, Kenapa Gaya Jenderal TNI Ini Berbeda Jauh dengan Ganjar Pranowo?

Senin, 22 Juni 2026 15:48 WIB

Beda Sendiri di HUT Jakarta, Karangan Bunga Monokrom dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jadi Sorotan

Senin, 22 Juni 2026 15:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • GRATIS! Skin dan Bundle Premium FF Bisa Kamu Dapat Hari Ini, Ini Kodenya!
  • Sama-Sama Ikut Marathon, Kenapa Gaya Jenderal TNI Ini Berbeda Jauh dengan Ganjar Pranowo?
  • Beda Sendiri di HUT Jakarta, Karangan Bunga Monokrom dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jadi Sorotan
  • PHK Massal Mengancam! KSPI Ungkap Kondisi Mengerikan Pabrik Sepatu Nike di Bandung
  • FIX ke Persib? FK Sarajevo Bongkar Tujuan Baru Luka Menalo: Indonesia!
  • Viral! Modus Aplikasi Kencan Berujung Penipuan di Bandung, Pelaku Berhasil Diringkus Keluarga Korban
  • Jejak Kelam Taufik Hidayat, Buronan Penganiaya Wanita Bandung: Mantan Debt Collector yang Diduga Punya Banyak Korban
  • Jadwal Panas Piala Dunia 2026! Argentina dan Prancis Siap Lolos Lebih Cepat?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 22 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bawaslu Minta Masyarakat Menjadi Pengawas Kampanye untuk Cegah Pelanggaran Pemilu

By Putri Mutia RahmanRabu, 29 November 2023 15:15 WIB2 Mins Read
Bawaslu menggelar acara sosialisasi pengawasan Pemilu di Jakarta. (Bawaslu).
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Herwyn JH Malonda meminta masyarakat terlibat aktif menjadi pengawas partisipatif pemilu dalam tahapan kampanye yang baru dimulai. Hal ini dilakukan untuk memerangi pelanggaran pemilu seperti hoaks, isu SARA (suku; agama; ras; dan antargolongan), dan netralitas ASN; TNI; dan Polri.

“Masyarakat harus menjadi pengawas pemilu partisipatif yang terlibat memastikan prosedur tahapan kampanye ini sesuai dengan ketentuan. Termasuk meminimalisir hoax dan isu SARA. Ini yang harus kita perhatikan bersama karena hoaks ini biasanya mulai meningkat pada masa kampanye hingga menjelang pemungutan suara,” ucapnya pada Selasa (28/11/23).

Menurutnya hal ini sangat diperlukan mengingat pengalaman Pemilu 2019 banyak yang dilaporkan mengenai hoaks, SARA, dan netralitas ASN.

“Bapak/Ibu yang menjadi pengawas partisipatif minimal bisa memberikan informasi mengenai hal-hal yang boleh dilakukan dan yang tak boleh dilakukan seperti menyebarkan berita-berita yang tak benar atau terlibat menerima politik uang,” ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Pendaftaran Pilpres, KPU Minta Surat Larangan Kampanye di Gedung Pemerintah Dipercepat

“Bawaslu juga akan melakukan pengawasan hal ini, termasuk juga menyelesaikan persoalan-persoalan lalu, misalnya terkait keterpenuhan syarat dalam tahapan pencalonan” tambahnya.

menurutnya sisa permasalahan tahapan pemilu sebelumnya yaitu seperti penanganan dugaan pelanggaran baik di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota dalam tahapan pencalonan atau unsur-unsur yang dilarang dalam pengumpulan massa yang belum memasuki tahapan kampanye.

Baca Juga:  Bawaslu Amankan 11 Ribu APK yang Terpasang Diluar Jadwal Kampanye

“Kita akan selesaikan sambal tetap melakukan pengawasan tahapan kampanye,” tegasnya. 

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bawaslu Kampanye 2024 Pemilu 2024
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sama-Sama Ikut Marathon, Kenapa Gaya Jenderal TNI Ini Berbeda Jauh dengan Ganjar Pranowo?

Beda Sendiri di HUT Jakarta, Karangan Bunga Monokrom dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jadi Sorotan

PHK Massal Mengancam! KSPI Ungkap Kondisi Mengerikan Pabrik Sepatu Nike di Bandung

Viral! Modus Aplikasi Kencan Berujung Penipuan di Bandung, Pelaku Berhasil Diringkus Keluarga Korban

Jejak Kelam Taufik Hidayat, Buronan Penganiaya Wanita Bandung: Mantan Debt Collector yang Diduga Punya Banyak Korban

Pindah ke Vietnam, Dua Perusahaan Otomotif Jepang Mau Angkat Kaki dari Indonesia

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.