bukamata.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat memastikan layanan masyarakat tetap optimal selama bulan Ramadhan. Salah satu fokus utama adalah penelusuran terhadap Kendaraan Tidak Mendaftar Ulang (KTMDU).
Kepala Bapenda Jabar, Dedi Taufik, menyatakan bahwa seluruh pegawai, termasuk petugas di Samsat, akan mengikuti jam kerja yang telah ditetapkan dalam surat edaran Sekretaris Daerah (Sekda) selama bulan Ramadhan.
Berdasarkan surat edaran tersebut, jam kerja pegawai dimulai pukul 06.30 WIB dan berakhir pukul 14.00 WIB pada Senin hingga Kamis. Sementara pada hari Jumat, jam kerja berlangsung dari pukul 06.30 WIB hingga 14.30 WIB.
Untuk meningkatkan pelayanan, Bapenda Jabar meluncurkan program Samsat Ngabuburit, yang akan menghadirkan layanan di titik-titik keramaian menjelang waktu berbuka puasa. Saat ini, teknis pelaksanaan program tersebut sedang dimatangkan dan akan segera direalisasikan.
“Untuk yang ingin datang secara luring (datang ke kantor), layanan kami buka lebih cepat. Layanan digital juga tentu tetap bisa dimanfaatkan oleh Masyarakat,” ujar Dedi Taufik.
“Layanan Samsat Ngabuburit ini kami targetkan bisa dilaksanakan di seluruh Jawa Barat dan memungkinkan jadwalkan setiap hari. Semuanya sedang dipersiapkan. Intinya, kami akan mendatangi Lokasi atau titik keramaian, sehingga warga bisa membayar pajak sambil menunggu waktu berbuka,” tambahnya.
Program ini telah dibahas dalam Rapat Evaluasi bersama para Kepala Bidang dan Kepala P3DW. Selain membahas layanan Samsat Ngabuburit, rapat juga menyoroti upaya optimalisasi penelusuran KTMDU selama Ramadhan. Selain itu, penagihan pajak kendaraan melalui WhatsApp akan kembali diaktifkan mulai pekan depan.
Dedi Taufik menegaskan bahwa seluruh pegawai harus menjalankan tugasnya secara maksimal selama Ramadhan. Semua target, layanan digital, dan pekerjaan harian harus tetap berjalan dengan baik.
Selain itu, Bapenda Jabar terus merumuskan strategi percepatan pencapaian target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Sosialisasi akan dilakukan hingga tingkat RT dan RW, menyesuaikan dengan kearifan lokal di masing-masing wilayah.
“Kami tentu mendorong upaya untuk meningkatkan layanan, mulai dari fisik sampai digitalisasi, termasuk integrasi data Kabupaten Kota,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










