Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Anti-Ribet! 3 Rekomendasi Wisata Ramah Keluarga di Cimahi & Bandung Barat Gratis

Jumat, 29 Mei 2026 21:43 WIB

Rumor Transfer Persib Bandung: Siapkan Rp20 Miliar demi Bintang Eropa!

Jumat, 29 Mei 2026 21:20 WIB

Guncang Super League! Garudayaksa FC Siap Bajak Bintang Timnas Jadi ‘Miniatur Garuda’

Jumat, 29 Mei 2026 21:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Anti-Ribet! 3 Rekomendasi Wisata Ramah Keluarga di Cimahi & Bandung Barat Gratis
  • Rumor Transfer Persib Bandung: Siapkan Rp20 Miliar demi Bintang Eropa!
  • Guncang Super League! Garudayaksa FC Siap Bajak Bintang Timnas Jadi ‘Miniatur Garuda’
  • Strategi ‘Minimalis’ Persib Bandung: Pertahankan Fondasi Juara, Tidak Ada Revolusi Besar?
  • Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci
  • Masa Depan di Persib Terancam, Andrew Jung Jadi Incaran Klub Top Thailand?
  • Ganti Nahkoda, Bojan Hodak Beri Pesan Tegas untuk Pelatih Baru Persib Bandung
  • Sapi Kurban Prabowo Bikin Melongo: Niat Berbagi atau ‘Pencitraan’ Pakai Uang Pajak?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 29 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Benih Unggul dan Teknologi Jadi Kunci Sukses Petani: Dari Lahan Kecil Menuju Panen Miliaran Rupiah

By Aga GustianaSenin, 12 Mei 2025 13:08 WIB3 Mins Read
Petani cabai merah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketahanan pangan nasional tak lepas dari peran petani yang tangguh dan inovatif. Dua di antaranya, Ahmad Lani dari Cirebon dan Nur Azitah Azman alias Maman dari Banyuwangi, menjadi bukti nyata bahwa benih unggul dan adopsi teknologi pertanian modern mampu mengubah nasib petani secara drastis.

Ahmad Lani, petani bawang merah yang mewarisi pengetahuan bertani dari keluarganya, kini dikenal sebagai salah satu pelaku tani berprestasi di Jawa Barat. Meski gagal menempuh pendidikan formal di bidang pertanian karena keterbatasan ekonomi, ia berhasil mencetak produktivitas tinggi, mencapai 18 ton bawang merah per hektare—nyaris dua kali lipat dari rata-rata nasional yang hanya sekitar 10 ton per hektare.

“Menurut saya, kuncinya itu di benih unggul dan teknologi. Kalau pakai benih biasa hasilnya jauh di bawah. Tapi dengan benih berkualitas seperti True Shallot Seed (TSS), hasilnya luar biasa,” ujar Lani.

TSS sendiri merupakan inovasi teknologi pertanian yang memungkinkan petani menanam bawang merah langsung dari biji, bukan dari umbi. Benih varietas unggulan seperti Sanren, Lokananta, dan Merdeka F1 terbukti meningkatkan produktivitas sekaligus ketahanan terhadap hama dan penyakit, sebuah faktor krusial di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.

Baca Juga:  Tak Ingin Mubazir, Dedi Mulyadi Ingin Satu Produk Digital untuk Semua Layanan Publik

Sementara itu di ujung timur Pulau Jawa, Nur Azitah Azman atau akrab disapa Maman, membuktikan bahwa kegigihan belajar dan keterbukaan terhadap teknologi mampu melipatgandakan hasil usaha tani. Mulai dari lahan seluas 5.000 meter persegi, kini Maman mengelola area tanam cabai hingga 5 hektare.

Baca Juga:  Pemkab Bangkalan Gandeng Pemkot Bandung Kembangkan Teknologi dan SDM

“Petani sekarang harus melek teknologi. Saya dulu juga belajar pelan-pelan, apalagi ada bimbingan dari tim Cap Panah Merah. Itu yang membuat saya bisa tanam lebih efisien dan hasilnya makin bagus. Pernah dalam satu musim tanam cabai di lahan 1,5 hektare, saya dapat untung hingga Rp 2 miliar,” ungkapnya.

Cap Panah Merah adalah julukan bagi PT East West Seed Indonesia (EWINDO), perusahaan benih unggul yang telah beroperasi selama lebih dari 35 tahun di Indonesia. Berbasis di Purwakarta, EWINDO telah menghasilkan lebih dari 400 varietas benih sayuran unggulan—mulai dari bayam, kangkung, tomat, timun, hingga semangka dan melon. Seluruh produk benih unggulnya telah tersertifikasi oleh International Seed Testing Association (ISTA), memastikan kualitasnya layak untuk bersaing di pasar global.

Baca Juga:  Pemindaian Canggih Ungkap Detail Mengejutkan Detik-Detik Terakhir Tenggelamnya Titanic

Maman menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah, dan swasta. Menurutnya, pelatihan dan dukungan dari berbagai pihak merupakan bagian tak terpisahkan dari kesuksesan di dunia pertanian.

“Kalau mau sukses, petani enggak bisa jalan sendiri. Butuh kerja sama dan dukungan semua pihak. Lewat pelatihan dan pendampingan, saya jadi lebih paham bagaimana cara bertani yang efisien dan menguntungkan,” katanya.

Kisah Ahmad Lani dan Maman menjadi bukti bahwa benih unggul dan inovasi pertanian tak hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga membuka peluang kesejahteraan bagi para petani. Dengan sinergi antara teknologi, pendidikan, dan kolaborasi, pertanian Indonesia punya masa depan yang menjanjikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

benih petani teknologi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci

sapi

Sapi Kurban Prabowo Bikin Melongo: Niat Berbagi atau ‘Pencitraan’ Pakai Uang Pajak?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH BPNT 2026 Mulai Cair, Nama Anda Masih Terdaftar? Cek di Sini

Bus dari Cicaheum Mulai Beroperasi di Leuwipanjang, Penumpang Mengaku Lebih Nyaman

Terminal Cicaheum Bandung Belum Sepenuhnya Kosong, Ini Penyebabnya

Momen Wisuda Berubah Chaos: Viral Aksi Debt Collector Cegat Mobil Sewaan di Tengah Jalan!

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.