Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat

Jumat, 30 Oktober 2026 17:13 WIB

Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib

Jumat, 30 Oktober 2026 16:34 WIB

Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg

Jumat, 30 Oktober 2026 16:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat
  • Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib
  • Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg
  • November Neraka! Persib Hadapi 7 Laga di 3 Kompetisi, Ini Jadwal Lengkapnya
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Benih Unggul dan Teknologi Jadi Kunci Sukses Petani: Dari Lahan Kecil Menuju Panen Miliaran Rupiah

By Aga GustianaSenin, 12 Mei 2025 13:08 WIB3 Mins Read
Petani cabai merah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketahanan pangan nasional tak lepas dari peran petani yang tangguh dan inovatif. Dua di antaranya, Ahmad Lani dari Cirebon dan Nur Azitah Azman alias Maman dari Banyuwangi, menjadi bukti nyata bahwa benih unggul dan adopsi teknologi pertanian modern mampu mengubah nasib petani secara drastis.

Ahmad Lani, petani bawang merah yang mewarisi pengetahuan bertani dari keluarganya, kini dikenal sebagai salah satu pelaku tani berprestasi di Jawa Barat. Meski gagal menempuh pendidikan formal di bidang pertanian karena keterbatasan ekonomi, ia berhasil mencetak produktivitas tinggi, mencapai 18 ton bawang merah per hektare—nyaris dua kali lipat dari rata-rata nasional yang hanya sekitar 10 ton per hektare.

“Menurut saya, kuncinya itu di benih unggul dan teknologi. Kalau pakai benih biasa hasilnya jauh di bawah. Tapi dengan benih berkualitas seperti True Shallot Seed (TSS), hasilnya luar biasa,” ujar Lani.

TSS sendiri merupakan inovasi teknologi pertanian yang memungkinkan petani menanam bawang merah langsung dari biji, bukan dari umbi. Benih varietas unggulan seperti Sanren, Lokananta, dan Merdeka F1 terbukti meningkatkan produktivitas sekaligus ketahanan terhadap hama dan penyakit, sebuah faktor krusial di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.

Baca Juga:  Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Jabar, Syaikhu-Ilham Akan Bentuk BUMD

Sementara itu di ujung timur Pulau Jawa, Nur Azitah Azman atau akrab disapa Maman, membuktikan bahwa kegigihan belajar dan keterbukaan terhadap teknologi mampu melipatgandakan hasil usaha tani. Mulai dari lahan seluas 5.000 meter persegi, kini Maman mengelola area tanam cabai hingga 5 hektare.

Baca Juga:  Dihadiri Dokter Real Madrid, IHKS Gelar Kongres Conquering Everyday Challenge in Hip and Knee Problem

“Petani sekarang harus melek teknologi. Saya dulu juga belajar pelan-pelan, apalagi ada bimbingan dari tim Cap Panah Merah. Itu yang membuat saya bisa tanam lebih efisien dan hasilnya makin bagus. Pernah dalam satu musim tanam cabai di lahan 1,5 hektare, saya dapat untung hingga Rp 2 miliar,” ungkapnya.

Cap Panah Merah adalah julukan bagi PT East West Seed Indonesia (EWINDO), perusahaan benih unggul yang telah beroperasi selama lebih dari 35 tahun di Indonesia. Berbasis di Purwakarta, EWINDO telah menghasilkan lebih dari 400 varietas benih sayuran unggulan—mulai dari bayam, kangkung, tomat, timun, hingga semangka dan melon. Seluruh produk benih unggulnya telah tersertifikasi oleh International Seed Testing Association (ISTA), memastikan kualitasnya layak untuk bersaing di pasar global.

Baca Juga:  Dari Kolam Kosong ke Panggung Dunia: Perjalanan Hartono Soekwanto, Maestro Koi Indonesia

Maman menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah, dan swasta. Menurutnya, pelatihan dan dukungan dari berbagai pihak merupakan bagian tak terpisahkan dari kesuksesan di dunia pertanian.

“Kalau mau sukses, petani enggak bisa jalan sendiri. Butuh kerja sama dan dukungan semua pihak. Lewat pelatihan dan pendampingan, saya jadi lebih paham bagaimana cara bertani yang efisien dan menguntungkan,” katanya.

Kisah Ahmad Lani dan Maman menjadi bukti bahwa benih unggul dan inovasi pertanian tak hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga membuka peluang kesejahteraan bagi para petani. Dengan sinergi antara teknologi, pendidikan, dan kolaborasi, pertanian Indonesia punya masa depan yang menjanjikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

petani teknologi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat

Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.