Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis

Sabtu, 1 Agustus 2026 10:40 WIB

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:29 WIB

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Benih Unggul dan Teknologi Jadi Kunci Sukses Petani: Dari Lahan Kecil Menuju Panen Miliaran Rupiah

By Aga GustianaSenin, 12 Mei 2025 13:08 WIB3 Mins Read
Petani cabai merah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketahanan pangan nasional tak lepas dari peran petani yang tangguh dan inovatif. Dua di antaranya, Ahmad Lani dari Cirebon dan Nur Azitah Azman alias Maman dari Banyuwangi, menjadi bukti nyata bahwa benih unggul dan adopsi teknologi pertanian modern mampu mengubah nasib petani secara drastis.

Ahmad Lani, petani bawang merah yang mewarisi pengetahuan bertani dari keluarganya, kini dikenal sebagai salah satu pelaku tani berprestasi di Jawa Barat. Meski gagal menempuh pendidikan formal di bidang pertanian karena keterbatasan ekonomi, ia berhasil mencetak produktivitas tinggi, mencapai 18 ton bawang merah per hektare—nyaris dua kali lipat dari rata-rata nasional yang hanya sekitar 10 ton per hektare.

“Menurut saya, kuncinya itu di benih unggul dan teknologi. Kalau pakai benih biasa hasilnya jauh di bawah. Tapi dengan benih berkualitas seperti True Shallot Seed (TSS), hasilnya luar biasa,” ujar Lani.

TSS sendiri merupakan inovasi teknologi pertanian yang memungkinkan petani menanam bawang merah langsung dari biji, bukan dari umbi. Benih varietas unggulan seperti Sanren, Lokananta, dan Merdeka F1 terbukti meningkatkan produktivitas sekaligus ketahanan terhadap hama dan penyakit, sebuah faktor krusial di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.

Sementara itu di ujung timur Pulau Jawa, Nur Azitah Azman atau akrab disapa Maman, membuktikan bahwa kegigihan belajar dan keterbukaan terhadap teknologi mampu melipatgandakan hasil usaha tani. Mulai dari lahan seluas 5.000 meter persegi, kini Maman mengelola area tanam cabai hingga 5 hektare.

“Petani sekarang harus melek teknologi. Saya dulu juga belajar pelan-pelan, apalagi ada bimbingan dari tim Cap Panah Merah. Itu yang membuat saya bisa tanam lebih efisien dan hasilnya makin bagus. Pernah dalam satu musim tanam cabai di lahan 1,5 hektare, saya dapat untung hingga Rp 2 miliar,” ungkapnya.

Cap Panah Merah adalah julukan bagi PT East West Seed Indonesia (EWINDO), perusahaan benih unggul yang telah beroperasi selama lebih dari 35 tahun di Indonesia. Berbasis di Purwakarta, EWINDO telah menghasilkan lebih dari 400 varietas benih sayuran unggulan—mulai dari bayam, kangkung, tomat, timun, hingga semangka dan melon. Seluruh produk benih unggulnya telah tersertifikasi oleh International Seed Testing Association (ISTA), memastikan kualitasnya layak untuk bersaing di pasar global.

Maman menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah, dan swasta. Menurutnya, pelatihan dan dukungan dari berbagai pihak merupakan bagian tak terpisahkan dari kesuksesan di dunia pertanian.

“Kalau mau sukses, petani enggak bisa jalan sendiri. Butuh kerja sama dan dukungan semua pihak. Lewat pelatihan dan pendampingan, saya jadi lebih paham bagaimana cara bertani yang efisien dan menguntungkan,” katanya.

Kisah Ahmad Lani dan Maman menjadi bukti bahwa benih unggul dan inovasi pertanian tak hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga membuka peluang kesejahteraan bagi para petani. Dengan sinergi antara teknologi, pendidikan, dan kolaborasi, pertanian Indonesia punya masa depan yang menjanjikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

benih petani teknologi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.