Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Einstein dari Bojonegoro! Bocah 9 Tahun Ini Mampu Rakit Mesin Secara Otodidak

Sabtu, 11 April 2026 18:13 WIB

Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten

Sabtu, 11 April 2026 17:51 WIB

Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

Sabtu, 11 April 2026 16:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Einstein dari Bojonegoro! Bocah 9 Tahun Ini Mampu Rakit Mesin Secara Otodidak
  • Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten
  • Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 di Dapur, Benarkah Fakta atau Cuma Editan?
  • Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!
  • Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar
  • Selamat Jalan Bobotoh Sejati, Jenderal Rukandi Berpulang Hari Ini: Aspal Bandung Takkan Lagi Sama
  • Bikin Bonding Makin Erat! Ini 3 Destinasi Wisata Hits di Bandung yang Paling Pas buat Acara Rombongan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 11 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Amarah Warga Bandung Barat Memuncak, Blokade Jalan Perumahan Mewah Diduga Penyebab Banjir

By Aga GustianaSabtu, 19 April 2025 17:29 WIB2 Mins Read
Bandung Barat
Warga blokade perumahan mewah di Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Puluhan warga dari sejumlah RW di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, meluapkan kemarahan mereka dengan memblokade jalan utama menuju perumahan elit The Emeralda Resort, Sabtu (19/4/2025). Aksi ini menjadi puncak dari kekesalan warga atas dampak lingkungan yang ditimbulkan proyek perumahan mewah tersebut.

Menurut warga, The Emeralda Resort yang dibangun di kawasan puncak Gunung Kacapi telah mengakibatkan banjir berulang ke permukiman warga di bawahnya. Setiap hujan deras turun, air mengalir deras membawa lumpur, masuk ke rumah-rumah warga tanpa ampun.

“Yang terdampak ada 12 RW. Setiap hujan, air dari atas (perumahan) langsung limpas ke bawah dan masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Hidayat (60), salah satu tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Inilah Akar Sengketa Lahan yang Mengancam Eksistensi SMAN 1 Bandung

Baca Juga:  Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat Segera Dikebut, Pemprov Jabar Ambil Alih Pembebasan Lahan

Pembangunan The Emeralda Resort disebut telah mengubah bentang alam secara drastis. Lereng Gunung Kacapi yang dulunya hijau, kini disulap menjadi deretan rumah mewah berlapis beton. Sayangnya, proses pembangunan ini mengorbankan daerah resapan air alami, sehingga air hujan tak lagi terserap dengan baik.

Warga juga menyoroti buruknya sistem irigasi proyek. Saluran air yang dibangun pengembang dinilai tidak memadai untuk menampung debit air tinggi, sehingga air dengan mudah meluap ke permukiman.

Baca Juga:  Sanghyang Kenit, Destinasi Wisata Alam Purba yang Tersembunyi di Bandung Barat

“Sudah beberapa kali kami unjuk rasa ke pihak The Emeralda, tapi tidak pernah digubris. Kami merasa diabaikan,” tegas Hidayat.

Salah satu warga yang terdampak langsung, Hendar (41), mengaku rumahnya di Kampung Gantungan RT 01 RW 14 selalu terendam lumpur usai hujan lebat. Lebih mengerikan, posisi rumahnya yang berada di ujung tebing membuat ia khawatir akan terjadi longsor.

Baca Juga: Lahan SMAN 1 Bandung Terancam Disita, PTUN Kabulkan Gugatan Perkumpulan Lyceum Kristen

“Kalau banjir terus-terusan, saya khawatir satu saat longsor terjadi dan rumah saya ambruk ke danau bekas galian pasir. Mungkin kecil sekali kemungkinan saya dan keluarga bisa selamat,” kata Hendar, penuh kekhawatiran.

Baca Juga:  Lapas Cikarang Terendam Banjir, Sejumlah Napi Dipindahkan ke Bandung

Warga menyebut bahwa mereka sudah menahan diri selama dua tahun terakhir sejak proyek perumahan ini dimulai. Namun karena tidak adanya tanggapan dari pihak pengembang, warga kini memilih turun ke jalan dan melakukan aksi nyata.

“Dua tahun kami diam. Tapi sekarang mungkin kesabaran kami sudah habis,” tegas Hendar.

Aksi blokade ini menjadi sinyal kuat bagi pihak pengembang dan pemerintah daerah bahwa persoalan ini tak bisa terus dibiarkan. Warga menuntut solusi nyata, bukan janji manis, agar bencana yang terus berulang ini segera dihentikan sebelum menelan korban jiwa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat banjir Padalarang Perumahan warga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten

Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar

program MBG

Warning! Keracunan Massal Usai Santap MBG Terjadi Lagi di Jabar, Kali Ini Ratusan Siswa di Tasik Jadi Korban

Tantangan Terbuka! Wagub Kalbar vs Dedi Mulyadi: Siapa yang Paling Jago Kelola Anggaran?

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.