Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak

Kamis, 5 November 2026 18:29 WIB

Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak

Kamis, 5 November 2026 17:20 WIB

Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara

Kamis, 5 November 2026 17:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak
  • Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak
  • Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara
  • Tim Non-Unggulan Bikin Kejutan! Persib Lolos 16 Besar ACL Two, FC Seoul dan Melbourne Victory Saling Sikut
  • Rapor Sempurna Fitrah Maulana: Kiper Muda Persib yang Tak Tersentuh Kekalahan
  • Masuk Masa Transisi Cuaca, BMKG Wanti-wanti Bencana di Bandung Raya dan Sekitarnya
  • Terbakar Cemburu, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar Hingga Tewas
  • Bukan Sekadar YouTuber! Ini Jejak Herri Pras, Guru Besar Silat yang Belajar dari 7 Aliran Bela Diri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gaya Blusukan Dedi Mulyadi Efektifkah? Pengamat Soroti Kebijakan Cepat yang Berujung Kurang Optimal

By Aga GustianaSabtu, 12 April 2025 12:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah). Foto: Instagram @dedimulyadi71.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dikenal sebagai sosok pemimpin yang aktif turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi dan merespons permasalahan di lapangan. Meski pendekatan ini kerap diapresiasi publik, beberapa kebijakan yang diambil secara cepat dinilai membawa konsekuensi yang kurang efektif.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan yang responsif memang penting, tetapi perlu dibarengi dengan pendekatan yang lebih strategis dan terstruktur.

“Beberapa kasus menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang terburu-buru bisa menimbulkan masalah baru di lapangan. Contohnya, antrian panjang di Samsat akibat kebijakan pemutihan pajak, jembatan Bailey di Karawang yang kembali amblas karena pengerjaan kilat, hingga distribusi bantuan Idulfitri untuk sopir angkot di Bogor yang tak sesuai janji awal,” jelas Kristian, Sabtu (12/4/2025).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan-tantangan ini tidak seharusnya membuat pemimpin seperti Dedi berhenti melakukan pendekatan langsung ke masyarakat. Sebaliknya, ini menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui pendekatan yang lebih menyeluruh.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Tuntaskan 121 Rumah yang Belum Teraliri Listrik di 2025

Kristian merujuk pada sebuah artikel dari IBM Center for the Business of Government yang terbit pada 7 April lalu. Artikel tersebut menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan empat pola pikir dalam kepemimpinan sektor publik, yaitu expert thinking (pemikiran ahli), critical thinking (pemikiran kritis), strategic thinking (pemikiran strategis), dan system thinking (pemikiran sistem).

Baca Juga:  Sekda Jabar Beberkan Alasan Dana Operasional Gubernur Tembus Rp28 Miliar

“Penerapan keempat pola pikir ini dapat menjadi kerangka kerja bagi kepala daerah di seluruh Indonesia untuk menciptakan inovasi dalam tata kelola pemerintahan,” kata Kristian.

Ia menambahkan, integrasi pola pikir tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga memperkuat koneksi antara kebijakan dan kebutuhan riil masyarakat.

Baca Juga:  Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Dengan tantangan yang semakin kompleks di era modern, para pemimpin daerah diharapkan mampu menggabungkan interaksi langsung dengan masyarakat dan pendekatan berpikir strategis demi menciptakan kebijakan yang lebih efektif dan berdampak nyata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak

Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak

Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara

Masuk Masa Transisi Cuaca, BMKG Wanti-wanti Bencana di Bandung Raya dan Sekitarnya

Terbakar Cemburu, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar Hingga Tewas

Ramalan Hard Gumay Terbukti? Isu Kudeta Sudah Diramal Sejak 2024, Ada Sosok Licik Incar Kursi Presiden?

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.