Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri No Sensor, Waspada Ancaman Malware Mengintai!

Jumat, 3 April 2026 01:00 WIB

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Kamis, 2 April 2026 21:44 WIB

Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga

Kamis, 2 April 2026 21:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri No Sensor, Waspada Ancaman Malware Mengintai!
  • Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya
  • Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung
  • Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan
  • Jelang Lawan Semen Padang, Thom Haye Ungkap Kekuatan Baru Persib
  • Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hadapi Keracunan MBG: Pramono Pilih Jalur Spiritual, Dedi Mulyadi Evaluasi dan KLB

By Aga GustianaKamis, 25 September 2025 12:40 WIB2 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimbulkan respons yang sangat berbeda dari para kepala daerah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memilih berdoa agar insiden tak terjadi lagi, sementara Gubernur Dedi Mulyadi di Jawa Barat langsung menggelar evaluasi menyeluruh dan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Respons Jakarta: “Doa Jadi Langkah Utama”

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku berharap insiden keracunan MBG tak menimpa pelajar di wilayahnya. Saat ditemui awak media di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/9/2025), ia menegaskan:

“Untuk MBG ya saya berdoa di Jakarta tidak terjadi,” ujarnya.

Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta belum mengumumkan langkah antisipatif konkret untuk mencegah kasus serupa.

Baca Juga:  DKPP Jabar Akan Diseminasi Pangan Lokal, Kampanyekan Stop Boros Pangan

“Tegasnya adalah mendoakan, semoga tidak ada yang keracunan,” tambah Pramono.

Jawa Barat Bergerak Cepat: Evaluasi dan KLB

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung menindaklanjuti kasus keracunan massal dengan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, insiden ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga bisa menimbulkan trauma psikologis bagi anak-anak.

“Itu menimbulkan trauma, traumanya adalah anak yang harusnya mendapat asupan gizi, itu kan menjadi keracunan, kan menjadi trauma,” kata Dedi di Bale Pakuan, Bogor, Rabu (24/9/2025).

Ia menyoroti buruknya manajemen program MBG, termasuk ketidakseimbangan jumlah penerima layanan dan tenaga pelayan, serta cara penyajian yang kurang tepat. Dedi memastikan evaluasi akan memeriksa kemampuan penyelenggara dan kesesuaian kualitas makanan dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:  Larangan Study Tour Dikritik Travel, KDM: Kalau Objeknya Sekolah, Jangan Belajar Marketing!

“Kalau penyelenggara tidak mampu, atau vendor tidak punya kemampuan, ya harus diganti,” tegasnya.

Fokus Pemprov Jabar: Keselamatan Anak Nomor Satu

Pemprov Jawa Barat telah menetapkan status KLB untuk menangani kasus dugaan keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat. Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, menekankan keselamatan anak-anak adalah prioritas utama:

“Yang paling penting anak-anak segera ditangani. Alhamdulillah semuanya sudah dirawat, mudah-mudahan bisa segera pulih,” ujar Herman.

Pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk menelusuri penyebab keracunan sekaligus melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Ada Anggaran THR untuk Ormas atau LSM

“Program ini harus sukses, tapi tidak boleh mengorbankan kesehatan anak-anak,” tambah Herman.

Data Keracunan MBG Hingga Saat Ini

Berdasarkan data dari Kepala BGN, Dadan Hindayana, hingga 22 September 2025, total korban keracunan MBG mencapai 4.711 orang. Rinciannya:

  • Wilayah I (Sumatera): 7 kasus, 1.261 korban
  • Wilayah II (Jawa): 27 kasus, 2.606 korban
  • Wilayah III (Kalimantan, Bali, NTT, NTB, Sulawesi, Papua): 11 kasus, 842 korban

“Jadi jumlah yang terdampak KLB dari wilayah I, II dan III total 4.711 orang,” jelas Dadan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Jakarta jawa barat Keracunan MBG Pramono Anung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.