Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Buru Link Video Batang Membara Viral ‘Rp250 Juta’, Polisi Bongkar Modus Telegram Misterius

Selasa, 5 Mei 2026 05:00 WIB
Persib Bandung

Gila! Persib Bandung Dikabarkan Sudah Kunci 2 Pemain Asing, Koeman Jr Ikut Merapat?

Selasa, 5 Mei 2026 04:00 WIB

Bansos Mei 2026 Cair! Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga PBI JKN dan Cara Cek Penerima

Selasa, 5 Mei 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Buru Link Video Batang Membara Viral ‘Rp250 Juta’, Polisi Bongkar Modus Telegram Misterius
  • Gila! Persib Bandung Dikabarkan Sudah Kunci 2 Pemain Asing, Koeman Jr Ikut Merapat?
  • Bansos Mei 2026 Cair! Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga PBI JKN dan Cara Cek Penerima
  • Jangan Tertipu! Video Tasya Gym Batang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Nekat! 13 Paket Narkoba Diselundupkan ke Lapas Banceuy Lewat Anus
  • Update Klasemen Terbaru Liga: Persib Jaga Jarak dari Borneo FC dan Persija
  • Heboh! Video Tasya Gym Batang Jadi Incaran, Ternyata Banyak Link Berbahaya
  • Pohon Tumbang di Cimahi Timpa PKL dan Siswa SD, 11 Orang Terluka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 5 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Industri Perhotelan di Bogor Dihantam Efisiensi Anggaran, Empat Hotel Gulung Tikar

By Aga GustianaSabtu, 19 April 2025 08:12 WIB3 Mins Read
Hotel Sahira
Hotel Sahira Bogor. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Industri perhotelan di Kota Bogor tengah menghadapi tekanan berat. Hingga pertengahan April 2025, dua hotel telah resmi menutup operasional, dan dua lainnya diprediksi akan menyusul. Kondisi ini terjadi akibat dampak langsung dari kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat sejak awal tahun.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan kekhawatiran tersebut saat menghadiri panen raya padi di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, pada Kamis (17/4/2025). Menurutnya, kebijakan efisiensi telah menekan aktivitas pertemuan instansi pemerintah yang selama ini menjadi andalan utama hotel-hotel di Bogor, terutama yang bergerak di sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

“Dua hotel sudah tutup, dan dua lagi akan menyusul dalam waktu dekat. Ini bukan hanya soal kebijakan, tapi juga kondisi ekonomi nasional yang memang sedang tidak stabil,” ujar Dedie.

Baca Juga: Viral! Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien saat USG

Baca Juga:  Jadi Favorit Wisatawan, Ini 4 Rekomendasi Kuliner Khas Bogor

Dari sekitar 120 hotel yang masih beroperasi di Bogor, empat di antaranya kini berada dalam kondisi kritis akibat rendahnya tingkat hunian. Hotel-hotel yang biasanya ramai pada hari kerja karena agenda rapat pemerintah kini kehilangan tamu secara drastis.

Dedie menyoroti bahwa hotel-hotel yang menggantungkan pemasukan dari kegiatan MICE paling terdampak. Dengan minimnya kegiatan dari instansi pemerintah, pendapatan hotel ikut anjlok.

“Efisiensi anggaran telah menurunkan permintaan MICE secara drastis. Ini menjadi pukulan telak bagi hotel yang beroperasi dari Senin hingga Jumat,” jelasnya.

Baca Juga:  12 Hotel Romantis di Bogor untuk Liburan Bersama Pasangan

Dalam kesempatan yang sama, Dedie menyampaikan langsung kepada Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, harapannya agar pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan efisiensi yang dinilai terlalu cepat berdampak ke daerah penyangga ibu kota seperti Bogor.

“Kami mohon, pesan dari Bogor bisa sampai ke Presiden. Kebijakan ini dan juga perang tarif benar-benar terasa di lapangan,” tegas Dedie.

Baca Juga: Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dikritik: Pejabat Hiburan Rakyat Mirip Baim Wong

Sebagai bentuk respons, Pemerintah Kota Bogor tengah mengkaji pemberian insentif bagi hotel-hotel yang masih bertahan, termasuk opsi penundaan pembayaran kewajiban hingga penghapusan denda.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengonfirmasi bahwa tingkat okupansi hotel mengalami penurunan tajam sejak awal tahun.

Baca Juga:  Dalam Tahap Uji Coba, TPPAS Lulut Nambo Ditargetkan Beroperasi Maret 2024

“Maret menjadi bulan terburuk dengan tingkat hunian hanya 28,9%. Sempat membaik saat libur Lebaran pada 31 Maret–6 April, namun setelah itu kembali anjlok di bawah 50 persen,” ungkap Yuno.

Ia juga mengonfirmasi bahwa dua dari tiga properti milik Sahira Hotel Group telah resmi tutup, sementara dua hotel besar lainnya sudah mengumumkan rencana penutupan pada akhir April.

Fenomena ini menjadi alarm keras bagi dunia usaha dan pemerintah. Tanpa langkah adaptif dan dukungan nyata, sektor perhotelan di kota hujan ini berpotensi terus terpuruk dalam waktu dekat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor efisiensi anggaran hotel
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos Mei 2026 Cair! Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga PBI JKN dan Cara Cek Penerima

peredaran narkoba

Nekat! 13 Paket Narkoba Diselundupkan ke Lapas Banceuy Lewat Anus

Pohon Tumbang di Cimahi Timpa PKL dan Siswa SD, 11 Orang Terluka

Viral! Pengeroyokan di Cileunyi Gunakan Ambulans Desa, 2 Pelaku Ditangkap

Bukan Sekadar Ramalan? Bedah Sosok Tirta Siregar dan Sosok yang ‘Membisikkan’ Pesan Misterius

Viral CCTV Begal Astanaanyar! Dua Pelaku Tertangkap, Dua Masih Buron

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Jangan Klik! Link Video Viral Bandar Membara Diduga Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.