Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Minggu, 14 Juni 2026 14:39 WIB

Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo

Minggu, 14 Juni 2026 14:07 WIB
Persib

Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24

Minggu, 14 Juni 2026 13:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Mantan Kiper Timnas U-23 Nuri Agus Wibowo Hilang Misterius! Keluarga Ungkap Dugaan Mengejutkan
  • Persib Gagal Dekati Tommaso Cassandro? Jurnalis Italia Ungkap Fakta Sebenarnya
  • Harga Emas Hari Ini Mengejutkan! Antam Naik Tipis Tembus Rp2,82 Juta per Gram
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

RSUD Cibabat Disorot Usai Pasien BPJS Meninggal, Wali Kota Cimahi Ancam Rombak Manajemen

By Aga GustianaRabu, 2 Juli 2025 15:54 WIB2 Mins Read
RSUD Cibabat Cimahi
RSUD Cibabat Cimahi. (Foto: Dok. RSUD Cibabat)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – RSUD Cibabat kembali menjadi perhatian publik setelah meninggalnya Ulfa Yulia Lestari, pasien BPJS asal Kabupaten Bandung Barat, yang diduga akibat keterlambatan penanganan medis pada Minggu (29/6/2025). Insiden ini memicu kemarahan keluarga, terutama sang suami yang videonya viral di media sosial karena meluapkan kekecewaan terhadap pelayanan rumah sakit.

Ulfa merupakan warga Kampung Cukang Kawung, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Dugaan keterlambatan tindakan medis membuat kasus ini menyedot perhatian luas dan memunculkan sorotan terhadap kualitas pelayanan RSUD Cibabat, rumah sakit milik Pemerintah Kota Cimahi.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Cimahi Ngatiyana langsung turun tangan. Ia menggelar rapat darurat dengan jajaran direksi dan tenaga medis RSUD Cibabat pada Rabu (2/7/2025). Dalam pernyataannya, Ngatiyana menyampaikan kekecewaannya terhadap buruknya pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit tersebut.

“Manajemen dan operasional RSUD Cibabat harus dievaluasi menyeluruh, mulai dari tenaga medis, fasilitas, hingga infrastruktur. Masyarakat berhak mendapat pelayanan terbaik,” tegas Ngatiyana di hadapan awak media.

Baca Juga:  Jual Sinte Rp60 Juta via Medsos, Anggota Geng Motor Diciduk di Bandung

Tak hanya mengevaluasi, Wali Kota juga memberikan ultimatum keras. Ia mempersilakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan RSUD yang merasa tidak mampu menjalankan tugas pelayanan publik untuk mengundurkan diri secara sukarela.

“Jika ada yang merasa tak lagi sanggup bertugas di sini, ajukan permohonan pindah atau pensiun dini, saya akan tandatangani. Pelayanan kesehatan bukan sekadar pekerjaan, tapi amanah kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan 2025: Syarat, Mekanisme, dan Siapa yang Bisa Dapat

Lebih lanjut, Ngatiyana menginstruksikan pihak rumah sakit untuk segera melakukan audit klinis atas kasus Ulfa. Langkah ini diambil guna memperoleh kejelasan mengenai kronologi kejadian, baik dari perspektif rumah sakit maupun keluarga pasien.

“Audit ini penting untuk objektivitas. Jangan sampai ada pihak yang dikambinghitamkan sebelum hasil investigasi keluar. Jika memang ada kelalaian, harus ada pertanggungjawaban,” imbuhnya.

Dalam evaluasinya, Ngatiyana juga mengungkapkan bahwa RSUD Cibabat tertinggal dalam hal pelayanan dan kepercayaan publik dibandingkan rumah sakit swasta lainnya di Cimahi, seperti RS Mitra Kasih dan RS Kasih Bunda. Hal ini terlihat dari rendahnya penyerapan anggaran BPJS Kesehatan oleh RSUD Cibabat dibandingkan rumah sakit swasta tersebut.

Baca Juga:  Akses Berobat Lebih Mudah! DPRD Jabar Sambut Positif Rencana Penghapusan Tunggakan BPJS

“Padahal anggaran BPJS untuk wilayah ini bisa mencapai hampir Rp1 triliun per tahun. Tapi RSUD Cibabat masih kalah dalam penyerapan maupun jumlah pasien. Ini sinyal kuat perlunya perbaikan menyeluruh,” tutup Ngatiyana.

Kasus ini menjadi momen penting bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Kesehatan Cimahi Kematian Pasien BPJS Layanan Kesehatan Jawa Barat RSUD Cibabat Wali Kota Cimahi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.