bukamata.id – Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencuat dari lingkungan pondok pesantren, kali ini terjadi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang ketua yayasan pondok pesantren diduga menjadi pelaku dalam kasus yang mengejutkan ini.
Pengungkapan kasus tersebut terjadi berkat keberanian para korban yang terinspirasi dari film asal Malaysia berjudul Walid.
Film tersebut mengangkat kisah kelam di lingkungan pesantren yang ternyata memiliki kesamaan dengan pengalaman para korban, sehingga mendorong mereka untuk melaporkan kejadian yang mereka alami kepada pihak berwajib.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh para santri.
Hingga saat ini, jumlah korban yang teridentifikasi mencapai 20 orang.
“Dugaan pelecehan seksual ini terjadi di salah satu pondok pesantren di Lombok Barat. Berdasarkan laporan yang kami terima, sebanyak 20 santri menjadi korban, dan pelaku diduga adalah ketua yayasan pondok pesantren tersebut,” ujar Joko, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (25/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa proses pelaporan terus berkembang. “Pada Rabu lalu, tiga korban pertama mengajukan laporan. Hari berikutnya bertambah satu orang, dan hari ini kami menerima informasi akan ada tiga korban lagi yang siap memberikan keterangan kepada pihak kepolisian,” tambahnya.
Terduga pelaku berinisial AF (60), merupakan warga Lombok Barat yang diketahui menjabat sebagai ketua yayasan dari pondok pesantren tempat kejadian berlangsung. Beberapa korban diketahui merupakan alumni pondok tersebut.
Joko juga menyoroti peran besar film Walid dalam membangkitkan keberanian para korban untuk bersuara dan mengungkap pengalaman traumatis mereka.
“Film tersebut menjadi pemantik keberanian para korban. Mereka melihat cerita yang mirip dengan pengalaman pribadi di pesantren, dan dari situlah muncul keberanian untuk berbicara,” tandasnya.
Pihak berwenang kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kebenaran dan memberikan perlindungan serta pendampingan kepada para korban.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











