Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 11:02 WIB

Preview Persib vs Melbourne Victory: Ujian Berat Maung Bandung Pertahankan Puncak Grup E

Rabu, 28 Oktober 2026 10:45 WIB

Kejutan Besar! Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup oleh Tim Kasta Keempat Fleetwood

Rabu, 28 Oktober 2026 10:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta
  • Preview Persib vs Melbourne Victory: Ujian Berat Maung Bandung Pertahankan Puncak Grup E
  • Kejutan Besar! Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup oleh Tim Kasta Keempat Fleetwood
  • Dianggap ‘B Aja’ oleh Warganet, Jawaban Menohok Aiswarya Pandit Buat Juri Mister International Nyesel?
  • Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui
  • Igor Tolic Akui Melbourne Victory Lawan Tangguh, Persib Andalkan Bobotoh
  • Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp 20.000, Cek Daftarnya
  • Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bey Machmudin Harap BNPB Segera Bangun Hunian Tetap bagi Korban Bencana

By Putra JuangKamis, 9 Januari 2025 10:00 WIB3 Mins Read
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin saat rapat koordinasi membahas hunian tetap korban bencana dengan BNPB dan Pemkab Sukabumi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin berharap, proses pembangunan rumah hunian tetap bagi korban bencana segera dibangun.

Harapan itu disampaikan Bey Machmudin usai rapat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, di Aula Setda Pemda Kabupaten Sukabumi, Rabu (8/1/2025).

Diketahui, Kabupaten Sukabumi menjadi daerah prioritas dan yang paling banyak mengajukan Dana Siap Pakai (DSP) untuk pembangunan rumah hunian tetap.

BPBD Jabar mencatat, sepanjang 2024 terjadi 1.763 bencana, mulai bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, tanah bergerak, sampai kebakaran dan gempa bumi.

Terdapat lima daerah yang mengajukan DSP ke BPBD, di antaranya Kabupaten Sukabumi untuk pembangunan 8.145 unit rumah.

“Kita tahu Jawa Barat adalah daerah rawan bencana. Dengan adanya rapat ini, kami berharap Kepala Pelaksana BPBD dapat segera membangun hunian bagi warga terdampak,” ucap Bey.

Baca Juga:  LPG Nonsubsidi Meroket, Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Beralih ke Kayu Bakar

Menurutnya, rakor dengan BNPB dan Pemkab Sukabumi dilakukan untuk mempercepat pemulihan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah tersebut.

“Pemprov Jabar menyampaikan apresiasi kepada BNPB yang mengadakan rapat koordinasi percepatan hunian tetap ini,” ujarnya.

Dalam pembangunan hunian tetap, Bey berharap struktur dan desainnya mengadopsi rumah tahan gempa, mengingat Kabupaten Sukabumi termasuk juga daerah rawan gempa. Rumah tahan gempa sesuai dengan rekomendasi Kementerian Pekerjaan Umum.

“Hasil kajian geologi sudah dilakukan, dan lokasi pembangunan diperbolehkan, tetapi dengan catatan rumahnya harus tahan gempa,” sebutnya.

Bey mengatakan, tidak semua lokasi permukiman yang terdampak akan dipindahkan. Pemindahan hanya dilakukan pada lokasi yang dianggap tidak aman berdasarkan kajian.

“Kami memilih lokasi yang paling aman, misalnya dari tanah berbukit ke tanah yang datar. Ini penting agar masyarakat benar-benar memahami dan memperhatikan rekomendasi,” katanya.

Baca Juga:  ITB Ditantang Dedi Mulyadi Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Sementara itu, Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, masa tanggap darurat di Sukabumi telah selesai dan saat ini memasuki tahap transisi darurat. Proses verifikasi data korban telah dilakukan secara terpadu oleh BNPB, Pemprov Jabar, dan Pemkab Sukabumi.

“Data dari kepala desa sudah dikumpulkan dan diverifikasi oleh tim terpadu. Hasilnya akan diajukan kebutuhan anggarannya ke BNPB, lalu ke Kementerian Keuangan. Kami memastikan proses ini berjalan cepat dan tepat,” jelas Suharyanto.

BNPB juga mendorong pelaporan kerusakan dilakukan secara bertahap agar pembangunan dapat segera dimulai. Rumah yang dibangun akan menggunakan dana stimulan pemerintah dengan standar rumah tahan gempa.

“Untuk rumah rusak berat, stimulan yang diberikan adalah Rp60 juta, dengan desain rumah sederhana sehat tahan gempa,” ucapnya.

Baca Juga:  Bey Machmudin Sebut Inspektur Daerah Ujung Tombak Terciptanya Tata Kelola Pemerintah Bersih Bebas Korupsi

Lebih dari 10 penyedia yang direkomendasikan oleh Kementerian PUPR dan Kementerian PKP telah siap membangun hunian tetap. Penyedia ini akan bekerja sama dengan BPBD untuk memastikan masyarakat mendapatkan hunian yang layak dan tahan bencana.

Dengan langkah koordinasi ini, Pemprov Jabar dan BNPB berharap proses pemulihan bagi masyarakat terdampak dapat segera terlaksana, sehingga mereka bisa kembali menjalani kehidupan secara normal di hunian yang aman dan nyaman.

Sepanjang 2024, di Jabar total ada 1.763 bencana yang merusak 22.217 unit rumah, 59 meninggal dunia, dan 552.201 jiwa terdampak.

Sebanyak 5 kabupaten dan kota mengajukan DSP, yakni Kabupaten Garut untuk 204 unit rumah, Kabupaten Bandung (1.174 unit), Kabupaten Bandung Barat (168 unit), Kabupaten Cianjur (3.508 unit), dan Kabupaten Sukabumi (8.145 unit).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bencana Bey Machmudin BNPB jawa barat Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.