Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!

Rabu, 4 November 2026 13:53 WIB

6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

Rabu, 4 November 2026 12:56 WIB

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Rabu, 4 November 2026 12:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!
  • 6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
  • 3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita
  • Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
  • Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bikin Emosi dan Kuras Waktu, Orang Tua Murid Keluhkan Sengkarut Sistem Akun Sekolah Maung

By Aga GustianaSenin, 8 Juni 2026 19:17 WIB4 Mins Read
Orang Tua Murid berbondong-bondong mendatangi Kantor Disdik Jabar. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di Jawa Barat diwarnai keluhan dari para orang tua murid. Selain kendala sistem aplikasi yang sempat down, buruknya sosialisasi mengenai mekanisme akun pendaftaran membuat ratusan orang tua telantar dan terpaksa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat.

Salah satu kendala pelik dihadapi oleh orang tua calon murid yang berasal dari SMP luar provinsi. Mereka harus berkejaran dengan waktu akibat sistem yang mewajibkan penggunaan akun berbeda untuk setiap tahapan seleksi, tanpa adanya panduan yang jelas sejak awal.

Keluhan Orang Tua: Harus Bolak-balik KCD demi Akun Berbeda

Suhadis Harim (52), warga Kecamatan Coblong, Kota Bandung, menceritakan pengalamannya saat mendaftarkan anaknya di Sekolah Manusia Unggul (Maung) 5 Bandung melalui jalur Akademik (Rapor dan Tes Kemampuan Akademik/TKA). Karena sang anak lulus dari SMP luar provinsi, proses login ke sistem SPMB terus-menerus mengalami kegagalan.

“Waktu mau login di Maung, saya gagal. Akhirnya saya langsung lari ke KCD (Kantor Cabang Dinas) di Baros. Ternyata diketahui kalau anak dari luar provinsi harus pakai akun khusus dari SMP asal. Petunjuk dari KCD diminta ke sekolah tujuan (Maung 5), akhirnya di sana baru lancar,” ujar Suhadis saat ditemui di Kantor Disdik Jabar, Senin (8/6/2026).

Baca Juga:  Krisis SPMB Jabar 2026: Orang Tua Mengamuk, Pejabat Dicopot, Gubernur Cukup Minta Maaf?

Namun, persoalan tidak berhenti di situ. Setelah pengumuman keluar dan anaknya dinyatakan tidak lolos seleksi Sekolah Maung, Suhadis bermaksud mengalihkan pendaftaran ke jalur Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) reguler.

Saat mencoba login ke sistem PCMB menggunakan username dan password yang sama, sistemnya kembali menolak. Ia pun terpaksa mengantre bersama ratusan orang tua lainnya di Kantor Disdik Jabar demi mendapatkan kejelasan.

“Ternyata baru ketahuan kalau mau daftar PCMB, login dan username-nya itu harus minta akun baru lagi ke sekolah tujuan. Saya rasa ini sangat tidak efisien kalau sampai harus punya tiga akun berbeda. Kami kehilangan waktu dan emosi terkuras karena posisi sudah sore,” sesal Suhadis.

Ia menyayangkan minimnya mitigasi dan sosialisasi dari pihak panitia pusat bagi calon siswa luar provinsi. Menurutnya, pihak dinas seharusnya sudah mengeluarkan petunjuk teknis sejak awal agar orang tua yang tidak lolos jalur Sekolah Maung bisa langsung bergerak cepat meminta akun PCMB tanpa perlu telantar di kantor dinas.

Baca Juga:  Selamatkan 500 Ribu Anak dari Putus Sekolah, Pemprov Jabar dan FKSS Resmi Akhiri Gugatan

Aplikasi Sempat Down, Disdik Buka Opsi Perpanjangan Waktu

Menanggapi membeludaknya orang tua murid yang mendatangi Kantor Disdik Jabar, Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Suhendar, mengakui bahwa sistem aplikasi SPMB 2026 sempat mengalami gangguan teknis pada hari H pengumuman hasil seleksi Sekolah Maung.

“Hanya awal saja pada pukul 07.35 WIB sampai 09.00 WIB karena tiba-tiba banyak yang daftar, tapi sekarang sudah bisa diakses lagi,” jelas Suhendar.

Terkait tenggat waktu pendaftaran PCMB yang semula dijadwalkan ditutup pada Senin (8/6/2026) pukul 24.00 WIB, pihak Disdik Jabar memberikan kelonggaran berupa perpanjangan waktu pendaftaran hingga hari berikutnya untuk mengakomodir para pendaftar yang terkendala teknis sistem.

“Kita lihat kesiapan sistem dengan membeludaknya pendaftar, jika tidak kuat ya diperpanjang. PCMB itu pemetaan saja, bisa diambil atau tidak. Mulai pendaftaran SPMB tahap 1 baru tanggal 15 Juni, jadi masih ada kesempatan daftar,” pungkas Suhendar.

Baca Juga:  Langgar Netralitas ASN, Tiga Guru di Jabar Dipecat Tidak Hormat

Wakil Gubernur Jabar Minta Evaluasi Total Sistem IT

Di tempat terpisah, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, meminta panitia pelaksana SPMB 2026 untuk bergerak cepat menyelesaikan kekecewaan masyarakat serta memperkuat infrastruktur digital agar masalah klasik seperti aplikasi down tidak terus berulang setiap tahun.

“Saya berharap aplikasi ini setiap tahun tidak berubah-ubah, bisa lebih diperkuat lagi, diperbaiki lagi. Sehingga ke depan tidak ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti tiba-tiba aplikasinya tidak bisa digunakan dikarenakan sedang ada masalah,” tegas Erwan saat diwawancarai di Gedung Sate.

Erwan juga menekankan pentingnya panitia di lapangan untuk memberikan edukasi dan penjelasan yang humanis kepada orang tua murid yang tidak puas atau kebingungan dengan sistem seleksi tahun ini.

“Pastilah ada yang kecewa, ada yang merasa sistem sekarang kurang baik dari yang dulu karena anaknya tidak masuk. Ya, itu harus betul-betul diselesaikan dengan baik dan mengakomodir rasa keadilan untuk masyarakat,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Disdik Jabar PPDB Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.