Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dibayar Tuntas! 15 Tahun Vakum Akting, Comeback Agnez Mo Langsung Guncang Hollywood!

Minggu, 18 Oktober 2026 18:26 WIB
Ilustrasi gempa

Melonjak dari 17 Jadi 253, Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor Terus Bertambah

Minggu, 18 Oktober 2026 17:30 WIB

Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal di Cianjur, Ini Kronologinya

Minggu, 18 Oktober 2026 16:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dibayar Tuntas! 15 Tahun Vakum Akting, Comeback Agnez Mo Langsung Guncang Hollywood!
  • Melonjak dari 17 Jadi 253, Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor Terus Bertambah
  • Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal di Cianjur, Ini Kronologinya
  • Jelang Persib vs Persik, Beckham Putra Kirim Pesan Khusus untuk Bobotoh
  • Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada
  • Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang
  • Balas Dendam Tuntas! Fajar/Fikri Melaju ke Final Denmark Open 2026
  • Saling Puji Jelang Duel Panas, Siapa Menang di Laga Persib vs Persik Kediri?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 18 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BMKG Beri Peringatan Serius: Karhutla Makin Parah, Kualitas Udara 8 Daerah Ini Menyentuh Level Berbahaya

By Aga GustianaSenin, 31 Agustus 2026 15:37 WIB2 Mins Read
Karhutla Kalimantan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus memperburuk kondisi lingkungan dan memicu krisis kualitas udara di berbagai daerah. Berdasarkan data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Senin (31/8/2026) pukul 10.54 WIB, sejumlah kawasan mencatatkan kualitas udara yang masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya bagi kesehatan.

Kabupaten Murung Raya di Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan tingkat polusi terparah setelah angka ISPU melonjak drastis hingga menyentuh 848 dengan polutan utama partikel PM10.

Tak jauh berbeda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kalteng) menyusul di posisi kedua dengan skor ISPU 773 (dominan PM10), disusul area Pontianak Tenggara di Kalimantan Barat yang berada di angka 732 dengan parameter utama PM2.5.

Daftar 10 Daerah dengan Kualitas Udara Terburuk

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Garut, Terasa hingga Sukabumi dan Cianjur

Dari hasil pemantauan pada Senin (31/8/2026) pukul 10.54 WIB, sebanyak delapan dari sepuluh wilayah teratas mencatatkan nilai ISPU di atas ambang batas 300, yang mengindikasikan status udara sudah sangat Berbahaya.

Berikut rincian 10 wilayah dengan tingkat pencemaran udara tertinggi:

  • Kabupaten Murung Raya (Kalteng): 848 (PM10) – Berbahaya
  • Kabupaten Kotawaringin Timur (Kalteng): 773 (PM10) – Berbahaya
  • Pontianak Tenggara (Kalbar): 732 (PM2.5) – Berbahaya
  • Kabupaten Gunung Mas (Kalteng): 578 (PM2.5) – Berbahaya
  • Kabupaten Tabalong (Kalsel): 399 (PM2.5) – Berbahaya
  • Kabupaten Kapuas (Kalteng): 390 (PM10) – Berbahaya
  • Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kalsel): 373 (PM2.5) – Berbahaya
  • Mobile AQMS BPBD Kalimantan Tengah: 367 (PM2.5) – Berbahaya
  • Kabupaten Tebo (Jambi): 211 (PM2.5) – Sangat Tidak Sehat
  • Kabupaten Kutai Barat (Kaltim): 201 (PM2.5) – Sangat Tidak Sehat

Ancaman Serius Partikel PM10 dan PM2.5 bagi Kesehatan

Baca Juga:  Kasus Karhutla di Indonesia Kian Parah, Titik Api September 2 Kali Lipat Agustus

Tingginya konsentrasi partikel mikro di udara ini memerlukan kewaspadaan ekstra. Paparan polutan berisiko tinggi memicu berbagai masalah pernapasan akut.

“PM10 dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan bagian atas. Paparan PM10 berpotensi menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan mata, terutama saat konsentrasinya meningkat,” tulis BMKG dalam laman resminya, dikutip Senin (31/8).

Baca Juga:  Wisatawan Diimbau Waspada Hujan Disertai Petir saat Malam Tahun Baru di Jabar

Bahaya mendalam juga mengintai dari paparan mikroskopis partikel PM2.5 yang lebih mudah menembus pertahanan tubuh manusia.

“Karena ukurannya sangat halus, PM2.5 dapat masuk lebih dalam ke paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Kelompok yang paling rentan terdampak antara lain anak-anak, lansia, serta pengidap penyakit pernapasan dan jantung,” lanjut BMKG.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG ISPU Karhutla Kualitas Udara polusi udara
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi gempa

Melonjak dari 17 Jadi 253, Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor Terus Bertambah

Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal di Cianjur, Ini Kronologinya

Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada

ASN bisa WFA

Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang

Detik-detik Gas Kaleng Meledak di Gerobak Bakso, Pedagang Alami Luka Bakar

Demo Biaya Hidup di Perancis Rusuh! Balai Kota Dibakar hingga Butik Mewah Dijarah

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.