Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 18:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BPK IX Jabar Ajak Ratusan Siswa SMA Cintai Negeri Lewat Kegiatan Sakola Budaya

By SusanaJumat, 2 Agustus 2024 19:05 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) IX menggas kegiatan bertajuk ‘Kenali Budayamu Cintai Negerimu’ sebagai upaya meningkatkan internalisasi dan aktualisasi warisan budaya di Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, dari 23-25 Juli 2024, yang berlangsung di tiga lokasi yaitu Museum Konperensi Asia Afrika, Museum Sri Baduga, serta Pesantren Budaya Giri Harja di Jelekong.

Tak hanya itu, gelaran Sakola Budaya juga diisi oleh diskusi yang diikuti peserta sebanyak 117 dari 35 SMA/sederajat se-Jabar. Terlebih, sebagai penerus, mereka akan menjadi tonggak estafet kemajuan budaya di masa depan.

Hadir sebagai narasumber Arief Dwinanto yang mengangkat tema ‘Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan; Pengetahuan Tradisional’.

Dalam presentasinya ia membeberkan Pemajuan Kebudayaan yang tercantum dalam Pasal I, UU RI Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Dimana salah satunya diuraikan poin Pemajuan Kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia ditengah peradaban dunia melalui Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan.

Baca Juga:  Kampung Wisata Kreatif Cigadung, Surga Budaya dan Kuliner di Utara Kota Bandung

Secara rinci Arief memaparkan empat langkah strategis Pemajuan Budaya yaitu Perlindungan yakni upaya menjaga keberlanjutan kebudayaan yang dilakukan dengan cara inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, penyelamatan dan publikasi.

“Untuk pengembangan yaitu upaya menghidupkan ekosistem kebudayaan serta meningkatkan, memperkaya, dan menyebarluaskan kebudayaan,” paparnya dalam pembahasan.

Sedangkan untuk pemanfaatan, lanjutnya, upaya pendayagunaan objek pemajuan kebudayaan untuk menguatkan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan dalam mewujudkan tujuan nasional.

“Dan terakhir yaitu poin pembinaan, dimana upaya pemberdayaan sumber daya manusia kebudayaan, lembaga kebudayaan, dan pranata kebudayaan dalam meningkatkan dan memperluas peran aktif dan inisiatif masyarakat,” bebernya.

Baca Juga:  Dibangun Sejak 1909, TPU Cikadut Jadi Bukti Keragaman Budaya dan Agama di Kota Bandung

Disamping itu juga, ia menjelaskan terkait empat langkah strategis, perlindungan, pemanfaatan dan pembinaan, kesatuan upaya pemajuan kebudayaan.

“Diantaranya pengetahuan tradisional seperti kerajinan, busana, metode penyehatan, jamu, makanan dan minuman tradisional serta lainnya. Selain itu juga pengetahuan membaca tanda alam untuk prediksi dan mitigasi bencana. Dan tidak lupa, pengetahuan lokal terkait makanan tradisional atau makanan dalam kebudayaan sunda,” tutur Arief.

“Terkait makanan kenapa penting, karena kita harus tahu terlebih dahulu makanan tradisional. Contohnya, di Sunda lalap itu merupakan daun-daunan. Dimana ada sekitar 200 lebih jenis dan kita harus mendata apa saja jenis lalap,” katanya.

Baca Juga:  Diskusi Terbuka Calon Wali Kota Bandung dan Pengusaha Reklame: Tingkatkan Ekonomi dan Estetika Kota

Dari situlah, ungkap Arief, kita dapat mengembangan lalap dari makanan tradisional atau ragam jenis panganan yang bisa dikembangkan.

“Misalnya saja, dari pengembangan tersebut dapat dijadikan penunjang ekonomi yaitu bisa dijual. Bahkan, dari sisi ekonomi petaninya serta sebagai identitas masakan Sunda. Kemudian, untuk pembinaannya,” imbuhnya.

Dengan hadirnya diskusi tersebut apalagi diikuti oleh ratusan pelajar, Arief berharap untuk generasi muda berawal dari mencatat pengetahuan tradisional yang dimiliki dalam keluarga.

“Hasilnya, bisa dideskripsikan di media sosial atau sesuai zamannya. Dari catatan itu ditambah dengan foto atau video diposting di medsos agar temen-teman atau lingkungan dapat informasi terkait budaya. Dan itu menjadi upaya pelestarian yang sudah dilakukan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arief Dwinanto BPK IX Jabar budaya diskusi Sakola Budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.