Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Prediksi Ipswich vs Arsenal di Piala EFL: The Gunners Diprediksi Menang Mudah?

Selasa, 15 September 2026 12:47 WIB

TPS Punclut Bandung Terbakar, Api Merambat ke Alang-alang hingga Petugas Turun ke Tebing

Selasa, 15 September 2026 11:46 WIB

Persib Tanpa Uilliam Barros Hadapi FC Seoul, Badai Cedera Makin Bikin Igor Tolic Pusing

Selasa, 15 September 2026 11:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prediksi Ipswich vs Arsenal di Piala EFL: The Gunners Diprediksi Menang Mudah?
  • TPS Punclut Bandung Terbakar, Api Merambat ke Alang-alang hingga Petugas Turun ke Tebing
  • Persib Tanpa Uilliam Barros Hadapi FC Seoul, Badai Cedera Makin Bikin Igor Tolic Pusing
  • Kilas Balik 6 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo: Dari Posisi Menteri hingga Suahasil Nazara Jabat Menkeu
  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 10.000 per Gram, Waktunya Borong?
  • Lahan Alang-alang di Cihampelas KBB Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga
  • “Edankeun di Asia”, Jersey Baru Persib untuk Bertarung di ACL Two 2026/27
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib: Ujian Berat Maung Bandung di Laga Perdana ACL 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Brutal dan Tanpa Alasan: Nenek 80 Tahun Diusir Paksa oleh Oknum Ormas di Surabaya

By Aga GustianaKamis, 25 Desember 2025 09:10 WIB4 Mins Read
Viral nenek 80 tahun di Surabaya diusir paksa oknum ormas. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Sambikerep, Surabaya. Seorang wanita lanjut usia berusia 80 tahun, Elina Widjajanti, menjadi korban pengusiran paksa yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang merupakan oknum salah satu organisasi masyarakat (ormas). Lebih tragis lagi, pengusiran tersebut dilakukan tanpa adanya putusan pengadilan, dan sejumlah barang berharga milik Elina hilang raib.

Kejadian ini pertama kali dilaporkan ke publik setelah Nenek Elina didampingi oleh kuasa hukumnya, Wellem Mintarja, SH., MH., melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur, Selasa (23/12/2025). Wellem menjelaskan kronologi kejadian secara rinci.

“Peristiwa pidana ini terjadi pada 6 Agustus 2025 di Dukuh Kuwukan nomor 27, RT 005/ RW 006, Kelurahan Lontar, Sambikerep. Tanpa alasan jelas, klien kami, Elina Widjajanti, bersama keluarga yang telah menempati rumah tersebut secara permanen sejak 2011, mendadak dipaksa keluar oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh pria berinisial SML dan YSN,” terang Wellem.

Menurut Wellem, saat itu sekitar 50 orang memasuki pekarangan rumah secara paksa. Di dalam rumah, selain Nenek Elina, ada ibunya, Musmirah; cucunya, Sari Murita Purwandari, beserta suami Sari, Dedy Suhendra; dan dua anak kecil berusia lima tahun serta 16 bulan.

“Klien kami menolak dan mencoba mengusir, tetapi kelompok itu tetap menerobos. Mereka mengancam akan mengangkat paksa seluruh penghuni rumah. Takut membahayakan anak-anak, Sari dan Musmirah terpaksa keluar sambil menggendong bayi,” lanjut Wellem.

Baca Juga:  Viral 3 Preman Kampung Teror Minimarket dan Pedagang di Bandung Barat

Sementara itu, Nenek Elina yang menolak meninggalkan rumah, dipaksa oleh YSN dan empat orang lainnya dengan cara diseret dan digendong keluar dari rumah. “Selesai mengeluarkan korban, kelompok itu memasang palang pintu sehingga Elina dan keluarganya tidak bisa masuk lagi,” jelas Wellem.

Lebih lanjut, Wellem menuturkan bahwa pada 15 Agustus 2025, orang suruhan SML dan YSN kembali ke rumah korban. Mereka memindahkan seluruh barang milik keluarga tanpa persetujuan, menggunakan dua mobil pickup, salah satunya berplat L 9818 W. Bahkan, mobil milik anggota keluarga, Iwan Effendy, turut dikeluarkan paksa ke jalan.

Nenek Elina, yang masih terlihat trauma, mengungkapkan bagaimana tubuhnya diperlakukan selama pengusiran. “Lengan saya ditarik, saya diseret, dan tubuh saya diangkat sampai keluar rumah. Hidung dan bibir saya berdarah. Wajah saya juga memar,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Selain kekerasan fisik, kehilangan harta benda juga membuat Nenek Elina terpukul. “Barang saya hilang semua. Ada beberapa sertifikat juga,” ucapnya lirih. Ia berharap agar aparat penegak hukum menindak tegas pelaku dan mengganti kerugian yang dialami. “Pokoknya saya minta ganti rugi karena rumah saya dirobohkan. Tolong diproses hukum orang-orang yang menganiaya,” tambahnya.

Baca Juga:  Viral Foto Syur Diduga Abidzar Al Ghifari, Warganet Minta Klarifikasi

Kasus ini menjadi viral di media sosial setelah video amatir yang merekam aksi brutal tersebut tersebar. Armuji, Wakil Wali Kota Surabaya, mengecam keras tindakan para oknum ormas ini. Menurutnya, tindakan itu melampaui batas kemanusiaan.

“Saksi di lokasi mengatakan, oknum yang menyeret, mengusir, dan membopong nenek untuk dikeluarkan memakai seragam Madas. Mereka main hakim sendiri. Kita menanyakan baik-baik bukti kepemilikan rumah, tetapi mereka tidak menunjukkan dokumen apa pun. Katanya iya, ada begitu saja. Mereka tidak punya surat dari pengadilan,” kata Iwan Effendy, anggota keluarga, kepada Armuji saat pertemuan di lokasi.

Armuji kemudian menegaskan agar aparat kepolisian segera menindak para oknum yang terlibat. “Saya memohon kepada Pak Kapolda Jatim dan Pak Kapolrestabes Surabaya untuk segera menindak oknum-oknum Madas ini,” tegasnya.

Selain itu, Armuji juga meminta kepada organisasi Madas untuk mengambil langkah internal terhadap oknum yang bertindak brutal tersebut. “Organisasinya juga harus melaporkan oknum-oknumnya ke polisi karena sudah bertindak brutal kepada nenek 80 tahun ini. Seluruh masyarakat Surabaya mengecam tindakan ini, bahkan se-Indonesia pasti mengecam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Armuji mempertanyakan peran RT dan RW setempat dalam melindungi warganya. Ia menilai kedua perangkat tersebut bahkan menunjukkan indikasi membela Samuel, pria yang diduga menyuruh oknum Madas membongkar rumah Elina. “Sampeyan bilang tidak tahu itu tidak mungkin. Dari omongan sampeyan berdua (RT dan RW) seperti membela yang namanya Samuel. Apalagi sudah datang ke rumah sampeyan. Indikasinya jelas. Panggil Samuel, suruh datang ke sini,” pungkas Armuji.

Baca Juga:  Dengar Sekali Auto Melongo! Bocah Ini Nyanyi Dangdut dengan Cengkok Tak Biasa

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat mengenai praktik pengusiran paksa yang dilakukan oknum ormas di kota besar. Kasus Nenek Elina tidak hanya menyoroti kekerasan fisik, tetapi juga hilangnya hak milik dan dokumen penting yang seharusnya dilindungi oleh hukum.

Sementara itu, aparat kepolisian kini tengah memproses laporan yang diajukan kuasa hukum korban. Masyarakat berharap bahwa tindakan tegas dan transparan akan diambil sehingga kejadian serupa tidak terulang. Bagi Elina Widjajanti, kasus ini bukan sekadar masalah rumah atau barang, tetapi juga harga diri dan haknya sebagai warga negara yang harus dihormati.

Dengan viralnya video pengusiran ini, kasus Nenek Elina menjadi simbol peringatan bagi semua pihak bahwa hukum dan hak asasi manusia tidak bisa diabaikan, apalagi oleh sekelompok orang yang merasa berkuasa. Tekanan publik kini mengharapkan adanya penyelesaian hukum yang adil, ganti rugi yang layak, serta pemulihan hak-hak korban yang telah dirampas secara paksa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Surabaya viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

TPS Punclut Bandung Terbakar, Api Merambat ke Alang-alang hingga Petugas Turun ke Tebing

Kilas Balik 6 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo: Dari Posisi Menteri hingga Suahasil Nazara Jabat Menkeu

Lahan Alang-alang di Cihampelas KBB Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga

Ramalan Itu Terbukti? Video Lama Noel Mendadak Viral Pasca Purbaya Dicopot dari Menkeu!

Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.