Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat

Sabtu, 20 Juni 2026 12:41 WIB
Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Sabtu, 20 Juni 2026 11:16 WIB

Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan

Sabtu, 20 Juni 2026 09:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat
  • Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat
  • Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan
  • Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus
  • Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya
  • Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Menang Tipis 1-0 atas Skotlandia Lewat Drama Gol Cepat
  • Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun
  • Beckham Putra Yakin Argentina Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Buat Poros Baru, Pengamat Sarankan PKS Usung Haru Suandharu-Susi Pudjiastuti di Pilgub Jabar

By Putra JuangSabtu, 10 Agustus 2024 21:09 WIB4 Mins Read
Direktur Eksekutif Trias Politika Institute, Agung Baskoro. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktur Eksekutif Trias Politika Institute, Agung Baskoro menilai, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki mesin politik yang sudah teruji dalam setiap kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Agung mencontohkan, pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018, pasangan Sudrajat-Syaikhu berhasil mengimbangi pasangan Dedi Mulyadi-Dedi Mizwar, bahkan sangat kompetitif dengan Ridwan Kamil-UU.

“Artinya PKS harus mulai mengorkestrasi, gesit, kemudian cerdik, cermat untuk mulai bermanuver melakukan lobi-lobi politik, membuka ruang-ruang komunikasi,” ucap Agung di Bandung, Sabtu (10/8/2024).

Karena itu, Agung pun menyarankan agar PKS bisa bergerak keluar dari zoman nyaman dalam Pilgub Jabar 2024. Sebab menurutnya, PKS bisa saja menjadi mimpi buruk bagi partai politik lain andaikan tidak bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

“PKS harus mulai bergerak, keluar dari zona nyaman, jangan menunggu untuk dipinang, tapi sekarang mereka harus lebih aktif untuk meminang justru,” ungkapnya.

“Seandainya tidak di KIM Plus tadi dengan partai-partai yang lain, misalkan seperti Nasdem itu ada figure Pak Ilham Habibie atau dengan PDIP ada figur Pak Ono Surono atau Ibu Susi Pudjiastuti atau figur siapa lagi seperti itu dan ceruk-ceruk ini saling melengkapi dengan tokoh yang dimiliki oleh PKS,” tambahnya.

Baca Juga:  Ahmad Syaikhu Sebut Jabar Ibarat Pesawat Besar Siap Terbang Tinggi

Agung menilai, satu-satunya cara melawan KIM yaitu dengan membuat poros baru yang bisa diisi oleh PKS, PKB, PPP hingga PDIP.

“Kalau PKB Islam yang perdesaan, kalau PKS Islam yang perkotaan. Jadi PKS masuk ke semua sisi partai-partai yang sekarang ada di Jawa Barat dan saya kira itu sayang untuk tidak dikapitalisasi secara elektoral, kalau tidak momennya lewat nanti PKS hanya jadi pelengkap, penggembira. Apakah itu di KIM Plus ataupun di koalisi yang memang akan ada terbentuk,” tuturnya.

Terlebih lagi, PKS sendiri sudah memiliki potensi untuk bisa mengusung kadernya maju di Pilgub Jabar 2024 tanpa harus masuk dengan KIM Plus.

“Ada potensi PKS tidak harus masuk skema KIM Plus. Artinya membuat poros baru tadi. Karena PKS punya posisi tawar, dia punya kursi yang besar pasca Gerindra kalau enggak salah, dia punya tokoh, sosok banyak, bahkan bisa memunculkan nama,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bima Arya Mundur dari Pilgub Jabar, PAN: Kita Terbiasa Samina Wa Athona

“PKS juga punya basis yang jelas dan ini sudah teruji dari pemilu kemarin. Posisi tawar ini yang bisa dijual ke KIM Plus, istilahnya Kalau lu enggak sama gua, kemungkinan kalah lu besar, apalagi kalau gua buat boros baru bro, hati-hati,” sambungnya.

Menurutnya, dengan membuat poros baru berisikan PKS, PKB, PPP hingga PDIP akan bisa menggoyang KIM Plus yang bisa dikatakan saat ini memikiki kekuatan politik yang besar.

“Saya masih melihat potensi itu besar, kenapa? Tadi, Islam PKS ini kan Islam perkotaan, PKS butuh untuk memperluas ceruk pemilihnya Islam perdesaan, itu biasanya representasi oleh PPP dan PKB. Kalau ini bareng, saya melihat potensi kemenangannya ada besar,” jelasnya.

“Jadi kalau saya mengendorse aja, karena ini Open Election, peta masih terbuka, dinamika masih banyak, digagas aja poros Islam, apakah itu poros tengah, ataukah poros apa namanya nanti poros santri, terserah apapun namanya. Tapi yang jelas potensi partai-partai Islam bersatu di Jawa Barat ada momennya dan tokoh-tokohnya juga saya lihat potensial semua,” lanjutnya.

Baca Juga:  Pengamat Prediksi Ada 4 Poros yang Bertarung di Pilgub Jabar

Jika seandainya poros baru itu terwujud, Agung mengatakan maka PKS harus mengusung figur yang memiliki elektabilitas tinggi.

“Misalkan nama yang cukup moncer, kayak Ibu Susi misalkan diambil sama teman-teman PKS atau teman-teman tadi Koalisi Santri,” ungkapnya.

Menurutnya, sosok Susi Pudjiastuti akan sangat menarik jika disandingkan dengan Haru Suandharu di Pilgub Jabar 2024.

“Karena memang Pak Haru punya mesin, Ibu Susi punya elektabilitas. Nah kalau mesin dan figur ini bersatu, peluang untuk memenangkan Pilkada itu lebih besar. Karena kan yang punya mesin sudah teruji, yang punya elektabilitas juga sudah terbaca oleh survei mainstream,” terangnya.

“Jadi saya melihat idealnya Pilkada itu perkawinan antara figur dan mesin (partai), jangan hanya salah satu saja, figur saja atau mesin saja. PKS butuh figur, figur butuh PKS jadi relasi-relasi yang mutualistik seperti itu,” tandasnya.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Nbcw6LoZTt0[/embedyt]

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Haru Suandharu KIM Partai Keadilan Sejahtera Pilgub Jabar PKS Poros Baru Susi Pudjiastuti
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun

Refleksi Pedas 19 Tahun KBB: Tokoh Pendiri Sindir Pejabat yang Cuma Pamer Pencapaian Semu!

Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo dan Dr Tifa Resmi Diamankan Polisi

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.