Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lahan KAI di Bandung Disiapkan Jadi Hunian Subsidi Terintegrasi, Konsep TOD Disiapkan

Senin, 6 April 2026 17:00 WIB

DPRD Jabar Dorong Perizinan SMK IDN Segera Tuntas, Nasib Ijazah Siswa XII Jadi Prioritas

Senin, 6 April 2026 16:06 WIB

Semen Padang vs Persib 0-2! Beckham Bongkar Kesulitan di Lapangan Licin

Senin, 6 April 2026 15:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lahan KAI di Bandung Disiapkan Jadi Hunian Subsidi Terintegrasi, Konsep TOD Disiapkan
  • DPRD Jabar Dorong Perizinan SMK IDN Segera Tuntas, Nasib Ijazah Siswa XII Jadi Prioritas
  • Semen Padang vs Persib 0-2! Beckham Bongkar Kesulitan di Lapangan Licin
  • Ancaman Serius! Database Warga Bandung Diduga Dibobol Hacker, Disdukcapil Buka Suara
  • Viral! Polisi Tegaskan Pemuda Panyileukan Bukan Begal, Tapi Pelajar Diduga Tawuran
  • Jadwal Padat Gila! Timnas Futsal Indonesia Hadapi 3 Laga Beruntun di AFF 2026
  • LKPJ Gubernur 2025, Komisi V DPRD Jabar Soroti OPD yang Lampaui Target!
  • Persib Menang 2-0, Bojan Hodak Akui Awal Laga Paling Menegangkan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 6 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Hanya Gedung Pakuan, Anggaran Rumah Jabatan Gubernur Biayai 4 Kantor Dedi Mulyadi

By Aga GustianaSenin, 15 September 2025 11:48 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Biro Administrasi dan Pimpinan (Adpim) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Akhmad Taufiqurrahman, mengungkap secara terbuka penggunaan anggaran rumah jabatan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menurutnya, semula anggaran yang tercantum mencapai Rp14 miliar per tahun. Namun, atas instruksi gubernur, jumlah itu dipangkas hingga berada di bawah Rp13 miliar.

Alokasi Anggaran Rumah Jabatan

Akhmad menjelaskan, dana tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan rumah dinas semata, melainkan untuk membiayai berbagai pos operasional.

“Untuk gaji non-ASN teknis, makan-minum tamu, belanja bibit dan bunga, cenderamata tamu, ATK, cetakan, alat listrik, langganan listrik-air, perjalanan dinas tim, dan lain sebagainya,” paparnya dikutip dari Instagram Dedi Mulyadi @dedimulyadi71, Senin (15/9/2025).

Baca Juga:  Rayakan HSN di Cianjur, Ini Deretan Prestasi Gita KDI saat Jadi Santriwati

Lebih lanjut, Akhmad menegaskan bahwa anggaran itu mencakup operasional sejumlah kantor wilayah gubernur, antara lain:

  • Bale Pakuan Pajajaran di Kota Bogor.
  • Bale Sri Baduga di Kabupaten Purwakarta.
  • Bale Jaya Dewata di Kota Cirebon.
  • Bale Dewa Niskala di Kabupaten Garut.

“Anggaran-anggaran tersebut tidak hanya digunakan di Gedung Pakuan Bandung yang saat ini dijadikan salah satu kantor wilayah kerja gubernur, tapi juga digunakan untuk empat kantor wilayah kerja gubernur lainnya,” tambahnya.

Gubernur Tak Gunakan Rumah Dinas

Sejak awal menjabat, Gubernur Dedi Mulyadi memilih tidak menempati Gedung Pakuan sebagai rumah dinas. Ia tetap tinggal di rumah pribadinya di Lembur Pakuan, Subang, dan seluruh kebutuhan rumah tangganya ditanggung secara pribadi.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Diprediksi 5-6 April, Wagub Erwan Pastikan Lalu Lintas Aman

“Untuk gubernur sendiri, sesuai arahan beliau sejak menjabat, tidak akan menggunakan Gedung Pakuan menjadi rumah dinas beliau. Beliau tetap tinggal di rumah kediaman pribadi, dan segala kebutuhan rumah tangga tersebut ditanggung sendiri oleh beliau,” jelas Akhmad.

KDM Dorong Efisiensi Anggaran

Tidak berhenti di situ, pria yang akrab disapa KDM atau Kang Dedi Mulyadi itu bahkan meminta pemangkasan lebih lanjut. Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat bersama Akhmad serta Kepala Bappeda Jabar, Dedi Mulyadi (nama sama, berbeda orang), pada awal September 2025.

Baca Juga:  Sekda Herman Suryatman: Lanjutkan Perjuangan Pahlawan PU

“Yang lain selain perjalanan dinas, apa yang bisa digeser?” tanya KDM saat rapat tersebut.

Kepala Bappeda kemudian menyebutkan adanya pos natura, mencakup konsumsi hingga peralatan kebersihan untuk lima kantor gubernur. Semula, anggaran natura selama empat bulan (September–Desember 2025) ditetapkan sebesar Rp1,281 miliar. Namun, KDM kembali memangkasnya menjadi Rp1,225 miliar.

“1,225 (miliar rupiah) saja enggak apa-apa karena itu bukan untuk saya, (melainkan) untuk pemeliharaan kantor,” tegas KDM.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anggaran Rumah Jabatan Dedi Mulyadi Gubernur Jabar jawa barat Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lahan KAI di Bandung Disiapkan Jadi Hunian Subsidi Terintegrasi, Konsep TOD Disiapkan

DPRD Jabar Dorong Perizinan SMK IDN Segera Tuntas, Nasib Ijazah Siswa XII Jadi Prioritas

Ancaman Serius! Database Warga Bandung Diduga Dibobol Hacker, Disdukcapil Buka Suara

Viral! Polisi Tegaskan Pemuda Panyileukan Bukan Begal, Tapi Pelajar Diduga Tawuran

LKPJ Gubernur 2025, Komisi V DPRD Jabar Soroti OPD yang Lampaui Target!

Siswa SDN Langensari Jadi ‘Tumbal’ Bobroknya Manajemen Aset Pemkab Bandung Barat

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Misteri Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Terbongkar, Identitas Pemeran Masih Gelap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.