Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas

Selasa, 13 Oktober 2026 11:54 WIB

Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang

Selasa, 13 Oktober 2026 11:49 WIB

Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api

Selasa, 13 Oktober 2026 11:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas
  • Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang
  • Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api
  • Thom Haye Kritik Fasilitas Pemulihan Persib, Akui Jaga Kebugaran Pemain Hampir Mustahil
  • Harga Emas Antam Hari Ini 13 Oktober 2026 Anjlok Rp20.000, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
  • 19 Rumah di Saritem Bandung Masih Dijadikan Tempat Prostitusi
  • Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026
  • Jadwal Pertandingan Persib Bandung vs The Cong-Viettel: Momentum Pangeran Biru Jaga Tren Positif Asia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dilema Rapat Dinas: Dedi Mulyadi Pilih Efisiensi, Hotel Menjerit

By Aga GustianaSenin, 16 Juni 2025 09:00 WIB3 Mins Read
Industri perhotelan lesu akibat kebijakan larangan rapat dinas di hotel. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Instruksi tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menghentikan seluruh kegiatan rapat dinas di hotel menuai respons kritis dari pelaku usaha perhotelan dan pengamat kebijakan publik. Kebijakan ini dinilai berseberangan dengan semangat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang justru mendorong kegiatan pemerintahan di luar kantor guna mendongkrak ekonomi, khususnya sektor hospitality.

Dalam arahannya, Dedi menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan optimalisasi fasilitas pemerintah. “Kantor yang ada sudah cukup untuk rapat. Seluruh keputusan pun banyak yang diambil di ruang kerja, bukan di rapat,” ujarnya dalam unggahan video di Instagram pribadinya pada Kamis (12/6/2025).

Dampak Serius ke Industri Hotel

Namun, kebijakan ini langsung dirasakan pahit oleh para pelaku industri perhotelan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, menyebut keputusan ini telah menyebabkan penurunan signifikan dalam okupansi hotel bintang 3 hingga 5. “Pemasukan dari kegiatan pemerintah ke hotel berkurang sekitar 40 persen. Kami melakukan efisiensi besar-besaran, mulai dari pengurangan listrik, pengadaan barang, hingga tenaga kerja,” ujarnya.

Dodi menyebut banyak pegawai kontrak dan pekerja harian lepas kini tak lagi diperpanjang kontraknya. “Kami hanya bisa berharap ada sedikit kelonggaran dari Pemprov agar kran kegiatan ini dibuka kembali, meski terbatas,” katanya.

Baca Juga:  Akurasi Data Penyaluran, Penerima Bansos Segera Diverifikasi Pakai Pemindai Wajah

Sudut Pandang Akademisi: Bukan Pelanggaran, Tapi Pemikiran Berbeda

Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Asep Sumaryana, menjelaskan bahwa kebijakan Gubernur Dedi tidak bisa disebut sebagai pelanggaran, karena imbauan Kemendagri tidak bersifat mengikat. “Ini bukan pembangkangan. Tapi jelas ada perbedaan cara pandang,” ujarnya.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Siap Jalani Tes DNA, Pertanyakan Sikap Lisa Mariana

Menurut Asep, Kemendagri melihat kegiatan di hotel sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi melalui sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). “Kalau pejabat rapat di hotel, perputaran ekonomi cepat—hotel hidup, katering bergerak, pekerja terserap,” jelasnya.

Sebaliknya, Pemprov Jabar memilih efisiensi. “Rapat di kantor menghemat anggaran. Fasilitas milik pemda digunakan maksimal. Ini soal pengelolaan keuangan daerah secara ketat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dampak Luas ke Kebijakan Daerah

Keputusan Gubernur Dedi diprediksi akan berpengaruh ke kabupaten/kota lain di Jawa Barat, bahkan bisa menjadi rujukan nasional. “Gubernur Dedi bisa menjadi trendsetter. Tapi juga bisa memperlambat denyut sektor perhotelan yang kini tengah kritis,” ujar Asep.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, sebelumnya menegaskan pentingnya pemerintah mendukung sektor perhotelan dan restoran. “Kurangi boleh, tetapi jangan sampai nol. Targetkan hotel dan restoran yang butuh bantuan,” katanya dalam pernyataan awal Juni lalu.

Baca Juga:  Tumbal Birokrasi di Bandung Zoo: Saat Gajah Bersengketa, Harimau Diduga Mati Terlantar

Kritik Terbuka: Efisiensi atau Abai Sektor Strategis?

Kebijakan ini membuka ruang debat: apakah efisiensi anggaran harus mengorbankan sektor-sektor ekonomi riil yang menjadi tumpuan hidup masyarakat? Dalam konteks pemulihan pasca-pandemi dan tantangan ekonomi global, pemanfaatan APBD untuk mendukung sektor MICE sejatinya bukan semata pemborosan, tetapi investasi jangka pendek yang bisa menstimulasi roda perekonomian lokal.

Selama keputusan tetap berpijak pada transparansi dan akuntabilitas, diskursus soal “rapat di hotel” tidak hanya soal tempat, tapi strategi pemulihan ekonomi yang harus melihat dua sisi mata uang: efisiensi fiskal dan keberlanjutan ekonomi rakyat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi HL jawa barat Kemendagri
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas

Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang

Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api

19 Rumah di Saritem Bandung Masih Dijadikan Tempat Prostitusi

Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026

Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.