Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Sekolah Biasa! Rahasia Para Siswa Ini Dipuji Karena Super Sopan, Beda Jauh Sama yang Viral!

By SusanaSelasa, 21 April 2026 19:21 WIB3 Mins Read
Viral sekolah dengan disiplin ketat dan budaya hormat siswa jadi sorotan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus viral yang melibatkan siswa SMAN 1 Purwakarta kembali memicu perbincangan luas di media sosial. Sebuah video berdurasi 31 detik memperlihatkan sejumlah siswa diduga mengolok-olok seorang guru perempuan di dalam ruang kelas, yang kemudian menyebar cepat dan menuai kecaman dari publik.

Video tersebut beredar luas di berbagai platform digital seperti TikTok dan memancing reaksi keras warganet yang menilai tindakan tersebut mencerminkan menurunnya etika dan sopan santun di lingkungan pendidikan.

Namun di tengah sorotan negatif tersebut, muncul pula perbandingan menarik dari warganet mengenai sekolah yang menerapkan budaya disiplin dan sopan santun sejak dini.

Sekolah dengan Budaya Hormat: Siswa Membungkuk Seperti di Jepang

Salah satu contoh yang ramai diperbincangkan adalah Mentari Bangsa National Plus Medan, sebuah sekolah swasta di Kota Medan yang dikenal menerapkan pendidikan karakter secara ketat.

Baca Juga:  Anies Baswedan di Forum Cendekia Unisba: Dosen Harus Jadi Teladan di Era AI

Di sekolah ini, siswa memiliki kebiasaan menyapa guru dengan cara membungkuk sebagai bentuk penghormatan, mirip budaya di Jepang. Selain itu, setiap pagi siswa juga diwajibkan mengumpulkan ponsel sebelum masuk kelas untuk menghindari distraksi selama proses belajar.

Kebiasaan sederhana tersebut menciptakan suasana belajar yang lebih fokus, tertib, dan penuh rasa hormat antara siswa dan guru.

Profil Singkat Mentari Bangsa National Plus Medan

Sekolah ini merupakan institusi pendidikan swasta dengan akreditasi A yang berlokasi di Jalan Sulang Saling, Medan Perjuangan, Kota Medan. Mentari Bangsa National Plus Medan menyelenggarakan pendidikan mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA dengan konsep full day school.

Sekolah ini mengusung kurikulum nasional plus dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. Selain itu, pendekatan pembelajaran juga menekankan pada keseimbangan antara akademik, karakter, dan nilai-nilai keagamaan.

Budaya sekolah yang dibangun mencakup sopan santun, disiplin, serta pembentukan karakter sejak dini. Hal ini membuat lingkungan belajar dinilai lebih kondusif dan interaktif.K

Baca Juga:  Program Barak Militer Pelajar di Jabar Disetop? Begini Tanggapan Pakar

Komentar Warganet: Dari Kritik hingga Perbandingan

Peristiwa viral ini memunculkan berbagai komentar dari warganet di kolom komentar akun TikTok @kesiasgh. Banyak yang membandingkan kondisi sekolah di daerah lain dengan sistem pendidikan berbasis karakter.

“meanwhile di sebuah sekolah di pwk,” tulis akun @cit***

“knafa sekolah negeri gak bisa menerapkan hal hal seperti ini ya?? padahal itu gak mahal, hanya perlu komitmen bersama aja, antara guru , siswa n orangtua,” tulis akun @gal***

“1. Attitude, beretika, sopan santu; 2. Pakaian sopan², 3. Wajah anak² sekolah yg jarang ditemui, natural

  1. Fokus belajar,” tulis netizen lainnya

Komentar-komentar tersebut menunjukkan adanya keresahan publik terhadap pentingnya pendidikan karakter yang konsisten di lingkungan sekolah.

Pendidikan Karakter Jadi Sorotan

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Program Barak Militer untuk Siswa

Perbandingan antara kasus viral di Purwakarta dan praktik disiplin di sekolah lain memunculkan diskusi lebih luas tentang kualitas pendidikan di Indonesia.

Banyak pihak menilai bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan sikap, etika, dan rasa hormat terhadap guru sebagai pendidik.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa masyarakat kini semakin kritis terhadap lingkungan pendidikan, terutama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter.

Penutup

Kasus viral di SMAN 1 Purwakarta menjadi pengingat pentingnya penguatan pendidikan karakter di sekolah. Di sisi lain, praktik di Mentari Bangsa National Plus Medan menunjukkan bahwa budaya disiplin dan sopan santun masih bisa diterapkan secara konsisten.

Di tengah era digital dan sorotan publik yang cepat menyebar, dunia pendidikan dituntut tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga beretika dan beradab.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pendidikan karakter
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.