Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kebakaran Lahan di Punclut Bandung Berdampak ke 19 Warga, Ada yang Terkena ISPA dan Asma

Selasa, 15 September 2026 15:39 WIB

18 Bangunan Liar di Cicendo Bandung Ditertibkan, 10 Dibongkar Pakai Alat Berat

Selasa, 15 September 2026 15:25 WIB

Persib Datang dengan Kekuatan Pincang, Ini Susunan Pemain Lawan FC Seoul

Selasa, 15 September 2026 15:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kebakaran Lahan di Punclut Bandung Berdampak ke 19 Warga, Ada yang Terkena ISPA dan Asma
  • 18 Bangunan Liar di Cicendo Bandung Ditertibkan, 10 Dibongkar Pakai Alat Berat
  • Persib Datang dengan Kekuatan Pincang, Ini Susunan Pemain Lawan FC Seoul
  • Eks Aspri Ridwan Kamil Diperiksa KPK Terkait Korupsi Pengadaan Iklan Rp222 Miliar
  • 300 SPPG di Bandung Hasilkan 50 Ton Sampah per Hari, Farhan Soroti Pengelolaannya
  • Kebakaran Lahan 2,2 Hektare di Punclut Bandung Belum Padam, Asap Masih Kepung Permukiman
  • Serahkan Jabatan ke Suahasil Nazara, Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Bungkam Cepat di Podium
  • Surga Kuliner Sukabumi: 11 Destinasi Rasa Legendaris yang Wajib Masuk Bucket List
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Sekolah Biasa! Rahasia Para Siswa Ini Dipuji Karena Super Sopan, Beda Jauh Sama yang Viral!

By SusanaSelasa, 21 April 2026 19:21 WIB3 Mins Read
Viral sekolah dengan disiplin ketat dan budaya hormat siswa jadi sorotan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus viral yang melibatkan siswa SMAN 1 Purwakarta kembali memicu perbincangan luas di media sosial. Sebuah video berdurasi 31 detik memperlihatkan sejumlah siswa diduga mengolok-olok seorang guru perempuan di dalam ruang kelas, yang kemudian menyebar cepat dan menuai kecaman dari publik.

Video tersebut beredar luas di berbagai platform digital seperti TikTok dan memancing reaksi keras warganet yang menilai tindakan tersebut mencerminkan menurunnya etika dan sopan santun di lingkungan pendidikan.

Namun di tengah sorotan negatif tersebut, muncul pula perbandingan menarik dari warganet mengenai sekolah yang menerapkan budaya disiplin dan sopan santun sejak dini.

Sekolah dengan Budaya Hormat: Siswa Membungkuk Seperti di Jepang

Salah satu contoh yang ramai diperbincangkan adalah Mentari Bangsa National Plus Medan, sebuah sekolah swasta di Kota Medan yang dikenal menerapkan pendidikan karakter secara ketat.

Baca Juga:  Program Barak Militer Pelajar di Jabar Disetop? Begini Tanggapan Pakar

Di sekolah ini, siswa memiliki kebiasaan menyapa guru dengan cara membungkuk sebagai bentuk penghormatan, mirip budaya di Jepang. Selain itu, setiap pagi siswa juga diwajibkan mengumpulkan ponsel sebelum masuk kelas untuk menghindari distraksi selama proses belajar.

Kebiasaan sederhana tersebut menciptakan suasana belajar yang lebih fokus, tertib, dan penuh rasa hormat antara siswa dan guru.

Profil Singkat Mentari Bangsa National Plus Medan

Sekolah ini merupakan institusi pendidikan swasta dengan akreditasi A yang berlokasi di Jalan Sulang Saling, Medan Perjuangan, Kota Medan. Mentari Bangsa National Plus Medan menyelenggarakan pendidikan mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA dengan konsep full day school.

Sekolah ini mengusung kurikulum nasional plus dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. Selain itu, pendekatan pembelajaran juga menekankan pada keseimbangan antara akademik, karakter, dan nilai-nilai keagamaan.

Budaya sekolah yang dibangun mencakup sopan santun, disiplin, serta pembentukan karakter sejak dini. Hal ini membuat lingkungan belajar dinilai lebih kondusif dan interaktif.K

Baca Juga:  Disdik Jabar Siapkan Kurikulum Karakter Baru, Akhir Program Barak Militer?

Komentar Warganet: Dari Kritik hingga Perbandingan

Peristiwa viral ini memunculkan berbagai komentar dari warganet di kolom komentar akun TikTok @kesiasgh. Banyak yang membandingkan kondisi sekolah di daerah lain dengan sistem pendidikan berbasis karakter.

“meanwhile di sebuah sekolah di pwk,” tulis akun @cit***

“knafa sekolah negeri gak bisa menerapkan hal hal seperti ini ya?? padahal itu gak mahal, hanya perlu komitmen bersama aja, antara guru , siswa n orangtua,” tulis akun @gal***

“1. Attitude, beretika, sopan santu; 2. Pakaian sopan², 3. Wajah anak² sekolah yg jarang ditemui, natural

  1. Fokus belajar,” tulis netizen lainnya

Komentar-komentar tersebut menunjukkan adanya keresahan publik terhadap pentingnya pendidikan karakter yang konsisten di lingkungan sekolah.

Pendidikan Karakter Jadi Sorotan

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Program Barak Militer untuk Siswa

Perbandingan antara kasus viral di Purwakarta dan praktik disiplin di sekolah lain memunculkan diskusi lebih luas tentang kualitas pendidikan di Indonesia.

Banyak pihak menilai bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan sikap, etika, dan rasa hormat terhadap guru sebagai pendidik.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa masyarakat kini semakin kritis terhadap lingkungan pendidikan, terutama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter.

Penutup

Kasus viral di SMAN 1 Purwakarta menjadi pengingat pentingnya penguatan pendidikan karakter di sekolah. Di sisi lain, praktik di Mentari Bangsa National Plus Medan menunjukkan bahwa budaya disiplin dan sopan santun masih bisa diterapkan secara konsisten.

Di tengah era digital dan sorotan publik yang cepat menyebar, dunia pendidikan dituntut tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga beretika dan beradab.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pendidikan karakter
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kebakaran Lahan di Punclut Bandung Berdampak ke 19 Warga, Ada yang Terkena ISPA dan Asma

18 Bangunan Liar di Cicendo Bandung Ditertibkan, 10 Dibongkar Pakai Alat Berat

Eks Aspri Ridwan Kamil Diperiksa KPK Terkait Korupsi Pengadaan Iklan Rp222 Miliar

300 SPPG di Bandung Hasilkan 50 Ton Sampah per Hari, Farhan Soroti Pengelolaannya

Kebakaran Lahan 2,2 Hektare di Punclut Bandung Belum Padam, Asap Masih Kepung Permukiman

Serahkan Jabatan ke Suahasil Nazara, Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Bungkam Cepat di Podium

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.