bukamata.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perbincangan hangat lewat pernyataan nyelenehnya dalam forum Future Investment Initiative di Miami, Jumat (27/3). Di hadapan para investor, Trump sempat terpeleset lidah dengan menjuluki Selat Hormuz yang strategis sebagai “Selat Trump”.
Momen menggelitik sekaligus kontroversial ini muncul saat sang presiden membahas eskalasi ketegangan antara AS dan Iran yang kini telah memasuki bulan kedua. Sebagaimana dilaporkan CNBC, Trump mulanya sesumbar mengenai kekuatan militer Iran yang diklaimnya telah luluh lantak, sebelum akhirnya mengeluarkan istilah baru tersebut.
“Iran harus membuka Selat Trump – maksud saya, Selat Hormuz,” cetus Trump yang seketika disambut gelak tawa para hadirin, Sabtu (28/3/2026).
Menyadari kekeliruannya, pria yang dikenal dengan retorika blak-blakan ini segera melontarkan permintaan maaf dengan gaya khasnya. Ia berdalih bahwa kesalahan ucap tersebut bukanlah sebuah kegagalan besar dalam komunikasinya selama konflik berlangsung.
“Maafkan saya. Saya sangat menyesal. Kesalahan yang sangat buruk,” tutur Trump.
Tak berhenti di situ, ia juga menyindir reaksi media yang kerap ia labeli sebagai penyebar berita bohong. “Berita palsu akan mengatakan, ‘Dia tidak sengaja mengatakan’ – Tidak, tidak ada kecelakaan dengan saya, tidak terlalu banyak. Jika ada, kita akan punya berita besar,” tambahnya dengan nada menantang.
Di balik gurauan tersebut, ketegangan diplomatik sebenarnya masih membara. Trump mengklaim bahwa pihak Teheran sedang mencoba mendekat untuk menegosiasikan perdamaian. Namun, pernyataan ini dibantah keras oleh pihak Iran. Menariknya, laporan New York Post menyebutkan adanya opsi radikal dari Gedung Putih untuk mengambil alih jalur pelayaran tersebut dan mengubah namanya menjadi “Selat Amerika”.
Obsesi Trump terhadap penamaan ulang tempat-tempat ikonik memang bukan rahasia lagi. Sebelumnya, ia sempat mewacanakan perubahan nama Teluk Meksiko hingga memplesetkan nama Kennedy Center menjadi “tiang-tiang Trump Kennedy”.
“Tiang-tiang Trump Kennedy yang baru, ups, maksud saya, Kennedy Center,” tulisnya dalam unggahan Truth Social beberapa waktu lalu.
Bahkan, pada Desember silam, administrasi Gedung Putih secara resmi mengumumkan perubahan nama lembaga seni bergengsi tersebut menjadi Trump-Kennedy Center. Langkah-langkah ini semakin mempertegas gaya kepemimpinan Trump yang sarat dengan personal branding di tengah krisis global.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










