Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Buyback Emas Antam Hari Ini 10 Agustus 2026 Tetap Rp2,511 Juta per Gram

Senin, 10 Agustus 2026 10:31 WIB

Jadwal Resmi Super League 2026/2027, Persib Bandung Langsung Hadapi Musuh Bebuyutan

Senin, 10 Agustus 2026 09:59 WIB

Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan

Senin, 10 Agustus 2026 09:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Buyback Emas Antam Hari Ini 10 Agustus 2026 Tetap Rp2,511 Juta per Gram
  • Jadwal Resmi Super League 2026/2027, Persib Bandung Langsung Hadapi Musuh Bebuyutan
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • Makan Beratap Asap, Sholat Beralas Debu: Kisah Gerilya Relawan Bromo
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Persib Punya 12 Pemain Asing, Ramon Tanque Terancam Jadi Korban?
  • Bikin Nagih! 4 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Bandung, Harganya Mulai Rp17 Ribuan
  • Bansos Agustus 2026 Cair Bertahap, Cek Status Penerima PKH dan BPNT di Sini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 10 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BUMDes Jadi Instrumen Krusial dalam Pergerakan Ekonomi Desa di Jabar

By SusanaJumat, 24 Mei 2024 10:38 WIB4 Mins Read
BUMDes Arya Kemuning yang berada di Desa Kaduela, Kabupaten Kuningan. Foto: Humas Pemprov Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes menjadi instrumen penting dalam menggerakkan perekonomian pedesaan. Selain sebagai salah satu sumber pendapatan asli desa (PADes), BUMDes juga dapat membuka lapangan kerja sekaligus sumber pendapatan warga setempat.

Posisi BUMDes yang begitu krusial untuk perekonomian desa menjadi salah satu latar belakang Pemda Provinsi Jabar bergerak cepat mengembangkan badan usaha di desa-desa.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jabar, jumlah BUMDes di Jabar terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada 2018, ada 3.695 BUMDes di Jabar dari 5.311 desa. Sedangkan pada 2023, jumlah BUMDes di Jabar bertambah menjadi 5.311 BUMDes.

Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jabar intens mengelar sejumlah kegiatan untuk memperkuat kualitas BUMDes.

Salah satunya adalah Sakola Bisnis Desa (SABISA) melalui Bimbingan Teknis, Sekolah Lapang dan Temu Bisnis dengan melibatkan peran para expertise bidang kewirausahaan dan tematik bisnis sebagai source of knowledge atau sumber keuilmuan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat DPM-Desa Jabar, R Nurtafiyana menuturkan, selain fokus pada pengembangan BUMDes, pihaknya memberikan atensi besar untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes.

“Peningkatan itu dilakukan melalui Sakola Bisnis Desa (SABISA) dan CEO BUMDesa yang merupakan upaya mengembangkan BUMDes berbasis karakteristik dan kebutuhan,” ucapnya.

“CEO BUMDes ini juga menjadi konseptor perubahan manajemen BUMDes, agar BUMDes mampu menjadi salah satu wujud kemandirian ekonomi desa dengan menggerakkan unit-unit usaha yang strategis bagi usaha ekonomi kolektif desa sesuai potensi desa yang dimiliki,” imbuhnya.

Sebagai bentuk upaya terhadap pengembangan BUMDes, Pemda Provinsi Jabar juga berkomitmen mempromosikan unit-unit usaha BUMDes melalui ajang balap sepeda jarak jauh Cycling de Jabar 2024.

Adapun sebagai salah satu contoh nyata soal peran penting keberadaan BUMDes dalam mendongkrak perekonomian desa yakni BUMDes Arya Kemuning yang berada di Desa Kaduela, Kabupaten Kuningan.

Usaha utama BUMDes Arya Kemuning yaitu pengelolaan destinasi wisata Telaga Biru Cicerem dan Kolam Renang Side Land. Dua destinasi wisata tersebut berhasil menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara sekaligus destinasi unggulan di Kuningan.

Dari pengelolaan destinasi wisata, BUMDes Arya Kemuning mampu membuka lapangan kerja yang cukup luas. Ada sekitar 230 masyarakat setempat yang bekerja di dua destinasi wisata tersebut.

“Kita juga ingin bagaimana pemberdayaan masyarakat, ekonomi masyarakat, lebih banyak lagi dengan adanya wisata-wisata,” kata Direktur BUMDes Arya Kemuning Iim Ibrahim.

“Tenaga kerja yang di BUMDes Arya Kemuning, khususnya di wisata, yang berkecimpung di wisata ini, sekitar 230 orang. Terdiri dari pedagang, fotografer, petugas-petugas parkir. Ya Alhamdulillah, sangat membantu mereka,” imbuhnya.

Selain mengelola destinasi wisata, BUMDes Arya Kemuning memperluas unit usaha dengan membuat layanan simpan-pinjam. Untuk mengoptimalkan usahanya tersebut, BUMDes Arya Kemuning bekerja sama dengan beberapa bank bjb dan BNI.

Menurut Iim, unit usaha tersebut tidak hanya memberikan akses permodalan dan perbankan, tetapi juga memberantas pinjaman online maupun rentenir di Desa Kaduela, Kabupaten Kuningan.

“Kami berupaya mengatasi bank emok, pinjol, di masyarakat dengan bukti nyata. Kami memberikan pinjaman terhadap masyarakat dengan bunga rendah sebesar 1,5 persen,” ucapnya.

Jika BUMDes bergerak cepat dalam mengelola berbagai lini usaha, kata Iim, membangun kemandirian desa bukan hal sulit. BUMDes juga dapat menjadi tempat masyarakat setempat menggantungkan harapan dan melanjutkan kehidupan.

Salah satu karyawan BUMDes Arya Kemuning Diding Muhidin menilai bahwa BUMDes merupakan motor penggerak perekonomian desa. Sebab, katanya, banyak masyarakat yang menaruh harapan kepada BUMDes sebagai sumber penghasilan.

Menurut Diding, keberadaan BUMDes juga dapat menarik minat generasi muda untuk tinggal di desa. Selain mencari pendapatan, mereka dapat turut serta dalam membangun desa sekaligus menggali potensi-potensi desa.

“Saya di sini merasa bangga sekali dengan adanya BUMDes dan dengan adanya wisata Telaga Biru Cicerem, saya bisa bekerja di sini enggak jauh-jauh mencari pekerjaan,” ucapnya.

“Jadi masyarakat bisa diberdayakan di sini, dari pekerja juga dari UMKM-nya, BUMDes selalu menjadi motor penggerak dari perekonomian desa. Alhamdulillah kami bersyukur dengan adanya BUMDes,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BUMDes BUMDes Arya Kemuning ekonomi pedesaan Pemda Provinsi Jabar Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan

Makan Beratap Asap, Sholat Beralas Debu: Kisah Gerilya Relawan Bromo

10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan

Bansos

Bansos Agustus 2026 Cair Bertahap, Cek Status Penerima PKH dan BPNT di Sini

MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru

Pola Usang ‘Bertingkah – Viral – Minta Maaf’, Oknum ASN KBB Ini Diserbu Netizen!

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.