Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Selasa, 27 Oktober 2026 20:43 WIB

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB

Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 20:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BUMDes Jadi Instrumen Krusial dalam Pergerakan Ekonomi Desa di Jabar

By SusanaJumat, 24 Mei 2024 10:38 WIB4 Mins Read
BUMDes Arya Kemuning yang berada di Desa Kaduela, Kabupaten Kuningan. Foto: Humas Pemprov Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes menjadi instrumen penting dalam menggerakkan perekonomian pedesaan. Selain sebagai salah satu sumber pendapatan asli desa (PADes), BUMDes juga dapat membuka lapangan kerja sekaligus sumber pendapatan warga setempat.

Posisi BUMDes yang begitu krusial untuk perekonomian desa menjadi salah satu latar belakang Pemda Provinsi Jabar bergerak cepat mengembangkan badan usaha di desa-desa.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jabar, jumlah BUMDes di Jabar terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada 2018, ada 3.695 BUMDes di Jabar dari 5.311 desa. Sedangkan pada 2023, jumlah BUMDes di Jabar bertambah menjadi 5.311 BUMDes.

Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jabar intens mengelar sejumlah kegiatan untuk memperkuat kualitas BUMDes.

Salah satunya adalah Sakola Bisnis Desa (SABISA) melalui Bimbingan Teknis, Sekolah Lapang dan Temu Bisnis dengan melibatkan peran para expertise bidang kewirausahaan dan tematik bisnis sebagai source of knowledge atau sumber keuilmuan.

Baca Juga:  Bey: Perlu Peran Aktif Semua Pihak Demi Kurangi Dampak Bencana

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat DPM-Desa Jabar, R Nurtafiyana menuturkan, selain fokus pada pengembangan BUMDes, pihaknya memberikan atensi besar untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes.

“Peningkatan itu dilakukan melalui Sakola Bisnis Desa (SABISA) dan CEO BUMDesa yang merupakan upaya mengembangkan BUMDes berbasis karakteristik dan kebutuhan,” ucapnya.

“CEO BUMDes ini juga menjadi konseptor perubahan manajemen BUMDes, agar BUMDes mampu menjadi salah satu wujud kemandirian ekonomi desa dengan menggerakkan unit-unit usaha yang strategis bagi usaha ekonomi kolektif desa sesuai potensi desa yang dimiliki,” imbuhnya.

Sebagai bentuk upaya terhadap pengembangan BUMDes, Pemda Provinsi Jabar juga berkomitmen mempromosikan unit-unit usaha BUMDes melalui ajang balap sepeda jarak jauh Cycling de Jabar 2024.

Adapun sebagai salah satu contoh nyata soal peran penting keberadaan BUMDes dalam mendongkrak perekonomian desa yakni BUMDes Arya Kemuning yang berada di Desa Kaduela, Kabupaten Kuningan.

Usaha utama BUMDes Arya Kemuning yaitu pengelolaan destinasi wisata Telaga Biru Cicerem dan Kolam Renang Side Land. Dua destinasi wisata tersebut berhasil menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara sekaligus destinasi unggulan di Kuningan.

Baca Juga:  Catat Skor 60,26 Poin, Indeks TDN Jabar 2022 di Klasifikasi Baik

Dari pengelolaan destinasi wisata, BUMDes Arya Kemuning mampu membuka lapangan kerja yang cukup luas. Ada sekitar 230 masyarakat setempat yang bekerja di dua destinasi wisata tersebut.

“Kita juga ingin bagaimana pemberdayaan masyarakat, ekonomi masyarakat, lebih banyak lagi dengan adanya wisata-wisata,” kata Direktur BUMDes Arya Kemuning Iim Ibrahim.

“Tenaga kerja yang di BUMDes Arya Kemuning, khususnya di wisata, yang berkecimpung di wisata ini, sekitar 230 orang. Terdiri dari pedagang, fotografer, petugas-petugas parkir. Ya Alhamdulillah, sangat membantu mereka,” imbuhnya.

Selain mengelola destinasi wisata, BUMDes Arya Kemuning memperluas unit usaha dengan membuat layanan simpan-pinjam. Untuk mengoptimalkan usahanya tersebut, BUMDes Arya Kemuning bekerja sama dengan beberapa bank bjb dan BNI.

Menurut Iim, unit usaha tersebut tidak hanya memberikan akses permodalan dan perbankan, tetapi juga memberantas pinjaman online maupun rentenir di Desa Kaduela, Kabupaten Kuningan.

“Kami berupaya mengatasi bank emok, pinjol, di masyarakat dengan bukti nyata. Kami memberikan pinjaman terhadap masyarakat dengan bunga rendah sebesar 1,5 persen,” ucapnya.

Baca Juga:  Bandara Husein Segera Dibuka Kembali, Dedi Mulyadi Sebut Negosiasi dengan Kertajati Masih Berjalan

Jika BUMDes bergerak cepat dalam mengelola berbagai lini usaha, kata Iim, membangun kemandirian desa bukan hal sulit. BUMDes juga dapat menjadi tempat masyarakat setempat menggantungkan harapan dan melanjutkan kehidupan.

Salah satu karyawan BUMDes Arya Kemuning Diding Muhidin menilai bahwa BUMDes merupakan motor penggerak perekonomian desa. Sebab, katanya, banyak masyarakat yang menaruh harapan kepada BUMDes sebagai sumber penghasilan.

Menurut Diding, keberadaan BUMDes juga dapat menarik minat generasi muda untuk tinggal di desa. Selain mencari pendapatan, mereka dapat turut serta dalam membangun desa sekaligus menggali potensi-potensi desa.

“Saya di sini merasa bangga sekali dengan adanya BUMDes dan dengan adanya wisata Telaga Biru Cicerem, saya bisa bekerja di sini enggak jauh-jauh mencari pekerjaan,” ucapnya.

“Jadi masyarakat bisa diberdayakan di sini, dari pekerja juga dari UMKM-nya, BUMDes selalu menjadi motor penggerak dari perekonomian desa. Alhamdulillah kami bersyukur dengan adanya BUMDes,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.