Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum

Kamis, 1 Oktober 2026 20:42 WIB

Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak

Kamis, 1 Oktober 2026 20:20 WIB

Catat Jadwal Persib Oktober 2026, Maung Bandung Tampil di 3 Kompetisi

Kamis, 1 Oktober 2026 20:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum
  • Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak
  • Catat Jadwal Persib Oktober 2026, Maung Bandung Tampil di 3 Kompetisi
  • Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung
  • Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru
  • Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat
  • Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar
  • BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 1 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Buru Tersangka Penganiayaan Berat di Bandung, Ini Karakteristik Fisik Taufik Hidayat DPO yang Paling Menonjol

By Aga GustianaSelasa, 23 Juni 2026 15:31 WIB4 Mins Read
Tampang Taufik Hidayat, terduga penganiaya wanita di Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah tegas demi mempercepat penangkapan Taufik Hidayat (30), buronan yang memicu kemarahan publik akibat aksi penyekapan dan penyiksaan keji terhadap seorang wanita bernama Yuvita Tri Rezeki. Otoritas setempat resmi mengumumkan hadiah uang tunai sebesar Rp250 juta bagi siapa saja yang berhasil menemukan atau memberikan informasi valid yang mengarah pada penangkapan tersangka.

Imbalan ratusan juta rupiah tersebut disiapkan sebagai bentuk sinergi dengan masyarakat agar ruang gerak pelaku yang kini tengah diburu polisi semakin mempersempit. Guna membantu proses identifikasi di lapangan, selebaran mengenai karakteristik fisik luar dari pria tersebut telah disebarluaskan ke publik.

Karakteristik dan Ciri Spesifik Tersangka

Masyarakat diminta mengamati secara saksama sejumlah tanda fisik menonjol pada diri Taufik Hidayat berikut ini:

  • Alis Kiri Bergaris: Tanda paling mencolok berupa guratan vertikal atau garis putus yang terlihat jelas di area tengah sampai ujung alis sebelah kiri, baik akibat bekas luka maupun sengaja dicukur.
  • Bentuk Wajah: Berbentuk oval dengan struktur dagu yang tegas, sementara tulang pipinya tidak terlalu menonjol.
  • Gaya Rambut: Memiliki potongan rambut model undercut (tipis di sisi samping), dengan rambut atas berwarna hitam yang dibiarkan panjang dan biasanya disisir atau jatuh ke arah kanan wajah.
  • Mata: Mempunyai lipatan kelopak mata ganda (double eyelid) yang tegas dengan pandangan mata yang lurus.
  • Hidung: Berukuran proporsional, tampak lurus dengan bentuk cuping yang sedikit melebar di bagian bawah.
  • Bibir: Ukuran sedang, di mana bibir bagian bawah terlihat agak lebih tebal dibandingkan bagian atas dengan warna yang cenderung gelap.
  • Telinga: Berbentuk agak lebar dan sedikit mencuat ke arah luar.
  • Warna Kulit: Sawo matang.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor melalui saluran resmi kepolisian jika berpapasan atau mengetahui tempat persembunyian pria dengan ciri-ciri di atas. Keterlibatan aktif warga dinilai sangat krusial dalam menegakkan keadilan bagi korban.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Fakta Penangkapan Taufik Hidayat di Kasus Yuvita

“Kepada seluruh warga, mari kita sama-sama membantu mencarinya. Siapa pun yang mengetahui keberadaannya, segera informasikan kepada aparat agar yang bersangkutan dapat segera ditangkap,” ungkap narasi imbauan tersebut.

Penyidik Siap Gali Keterangan Korban

Di sisi lain, proses hukum terus berjalan merujuk pada perkembangan kondisi kesehatan Yuvita yang dilaporkan mulai menunjukkan grafik positif. Pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat menjadwalkan agenda pemeriksaan awal untuk mengumpulkan fakta-fakta baru langsung dari penuturan korban.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa proses interogasi ini akan dilakukan secara sangat hati-hati demi menjaga stabilitas emosional korban yang masih mengalami trauma mendalam.

“Kita terus melakukan evaluasi analisa pendalaman termasuk hari ini kita menjadwalkan, karena kami mendapatkan kabar bahwa korban Yuvita sudah membaik untuk itu kita akan memanfaatkan kondisi ini untuk meng-interview,” kata Irjen Pol Rudi Setiawan saat memberikan keterangan di Bandung Barat, Selasa (23/6).

Baca Juga:  Nekat! Ibu Hamil Selundupkan Sabu ke Lapas Banceuy Bandung, Disembunyikan di Balik Bra

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kesaksian Yuvita memegang peranan vital dalam menyusun berkas perkara, namun prioritas utama tetap tertuju pada proses pemulihan medisnya.

“Karena ini sangat besar sumbangsih nya, ada beberapa materi yang akan kami tanyakan kepada yang bersangkutan. tentunya kami tetap memerhatikan psikologis yang trauma besar, beliau korban dan ini harus kita jaga, jangan sampai pertanyaan pertanyaan tersebut mengganggu psikologisnya nanti berakibat kepada pengobatan. Tentunya informasi dari Yuvita sangat kita tunggu,” jelas Rudi.

Mengenai taktik pengejaran tersangka, Kapolda memastikan tim khusus sudah disebar dan bergerak di lapangan tanpa batas waktu.

“Kami tidak menyampaikan secara teknis, yang pasti sampai kemanapun pelaku itu kita akan kejar,” tegasnya.

Nestapa Tiga Tahun dalam Sekapan

Tragedi kemanusiaan ini terungkap setelah korban diduga kuat disekap dan disiksa oleh tersangka di sebuah rumah kos di daerah Cileunyi, Kabupaten Bandung, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Akibat penganiayaan ekstrem tersebut, wanita berusia 29 tahun ini menderita cedera fisik yang sangat parah, mulai dari gangguan penglihatan, kerusakan pada struktur bibir, hambatan dalam berbicara, hingga kehilangan kemampuan untuk berjalan.

Pihak keluarga telah melayangkan laporan resmi ke Polda Jabar sejak Jumat, 12 Juni 2026. Kakak kandung korban, Melanie Silviani, membeberkan bahwa adiknya saat ini masih diisolasi di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung guna menangani infeksi berat.

Baca Juga:  Yakin Permohonan Dikabulkan, Kuasa Hukum Pegi : Alat Bukti Polda Jabar Tak Penuhi Syarat

“Baru dibersihkan luka-luka yang infeksi di bagian kepala dan wajah, soalnya di kepalanya masih ada cairan nanah,” tutur Melanie saat dikonfirmasi.

Tindakan operasi rekonstruksi untuk memperbaiki kerusakan jaringan luar pada wajah korban baru bisa dilaksanakan apabila penanganan infeksi di area kepala sudah tuntas sepenuhnya.

“Nunggu itu keluar dulu semua, baru operasi lanjutan untuk memperbaiki struktur wajah yang hancur,” ungkapnya.

Melanie menambahkan bahwa meskipun adiknya kini sudah mulai bisa merespons komunikasi, artikulasi suaranya masih sangat lirih dan sulit dimengerti.

“Bisa cuma belum jelas,” ujarnya.

Saat pertama kali mampu mengeluarkan suara di hadapan keluarga, kalimat pertama yang meluncur dari mulut korban justru sebuah ungkapan emosional yang menyayat hati.

“Pertama yang diucapin minta maaf,” kata Melanie.

Sebelumnya, korban sempat didera rasa takut yang luar biasa hingga mencoba menyembunyikan kekejaman yang dialaminya dari tim medis dengan dalih mengalami kecelakaan domestik.

“Pas ditanya dokter lukanya kenapa, dia malah nangis dan bilang kalau dia jatuh dari kamar mandi. Lalu kelamaan dia billing, kalau dia disiksa,” pungkas Melanie mengakhiri cerita pilu tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal Bandung Polda Jabar Taufik Hidayat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum

Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak

Ilustrasi pencairan BSU

Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung

Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru

Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.