Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:29 WIB

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:00 WIB

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Sabtu, 1 Agustus 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis
  • Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cegah Korupsi. Pemkot Bandung Gencarkan Penerapan Fraud Control Plan

By Putra JuangSelasa, 26 Mei 2026 19:56 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung menggencarkan upaya pencegahan korupsi melalui penerapan Fraud Control Plan (FCP) yang disosialisasikan kepada seluruh perangkat daerah dalam kegiatan di Hotel Aryaduta, Selasa (26/5/2026).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebutkan, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mencegah terjadinya kecurangan (fraud) di lingkungan pemerintahan sebelum masalah besar muncul.

“Tujuannya adalah membangun integritas. Ini pencegahan kecurangan supaya sebelum badai terjadi, kita sudah beres-beres,” ujar Farhan.

Menurut Farhan, penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) menjadi kunci dalam mencegah praktik korupsi. Namun, ia menekankan bahwa pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan individu, melainkan harus ditopang oleh sistem yang kuat.

“Terpenting adalah sistem harus berjalan, sehingga individu tidak punya peluang untuk melakukan fraud. Kalau sistemnya lemah, peluang penyelewengan akan selalu ada,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi sistem digital dalam pengawasan, termasuk mekanisme whistleblowing yang melindungi pelapor. Menurutnya, perlindungan terhadap pelapor harus menjadi perhatian serius, tidak hanya pada proses pelaporan, tetapi juga setelahnya.

“Ketika seseorang melapor, nasibnya harus jelas. Jangan sampai dia justru dirugikan. Ini yang harus kita pikirkan,” katanya.

Selain itu, Farhan menilai pentingnya memberikan penghargaan terhadap ASN yang berintegritas. ASN yang bekerja jujur dan profesional memiliki jalur karier yang jelas dan baik.

“Orang yang lurus dan baik harus kita pastikan kariernya juga bagus. Ini bagian dari membangun budaya integritas,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyinggung salah satu potensi fraud yang rawan terjadi, yakni dalam penerimaan pajak daerah. Ia mengingatkan adanya praktik manipulasi pembayaran yang dapat merugikan keuangan daerah.

“Itu yang paling berbahaya, misalnya ada kesepakatan pembayaran tidak sesuai. Ini harus kita tutup celahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Inspektur Daerah Kota Bandung, Dharmawan menyampaikan, penerapan FCP merupakan bagian dari penguatan sistem pengendalian internal pemerintah (SPIP) dan manajemen risiko.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam mengendalikan kecurangan secara terintegrasi. Selain itu, FCP juga diharapkan mampu memperkuat budaya integritas dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko korupsi.

“Kami ingin pengendalian kecurangan ini tidak hanya menjadi pemenuhan indikator, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja di setiap perangkat daerah,” kata Dharmawan.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari kepala perangkat daerah, sekretaris, pejabat perencanaan, serta aparat pengawasan intern pemerintah (APIP). Narasumber berasal dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

korupsi Kota Bandung Muhammad Farhan Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.