Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cuma Rp15 Ribuan! 4 Nasi Kuning Terenak di Bandung, Ada yang Buka sampai Dini Hari

Selasa, 22 September 2026 05:00 WIB

Usai 3 Laga Tandang, Persib Libur 4 Hari! Igor Tolic Tunggu Pemain Cedera Kembali

Selasa, 22 September 2026 04:00 WIB

Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu

Selasa, 22 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cuma Rp15 Ribuan! 4 Nasi Kuning Terenak di Bandung, Ada yang Buka sampai Dini Hari
  • Usai 3 Laga Tandang, Persib Libur 4 Hari! Igor Tolic Tunggu Pemain Cedera Kembali
  • Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu
  • Bukan Cuma Kota Pabrik! Ini 8 Wisata Hidden Gems di Bekasi yang Bikin Pikiran Kembali Fresh
  • Liburan ke Cirebon? Jangan Lewatkan 9 Destinasi Wisata Kuliner Legendaris Ini, Dijamin Ketagihan!
  • Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub
  • Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba
  • Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cuaca Ekstrem Melanda Jabar, BMKG Prediksi Hujan Lebat hingga 11 Maret 2025

By SusanaKamis, 6 Maret 2025 09:45 WIB3 Mins Read
Hujan Petir. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan deras yang berpotensi disertai angin kencang serta kilat/petir akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat (Jabar), mulai 4 Maret 2025.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebutkan bahwa kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga 11 Maret 2025.

Hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di berbagai daerah, terutama di bagian barat Indonesia dan Kepulauan Papua.

Penyebab cuaca ekstrem ini antara lain aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Low Frequency, dan Kelvin yang tetap aktif di wilayah barat Indonesia serta Kepulauan Papua.

Wilayah yang rawan mengalami cuaca ekstrem mencakup sebagian besar Sumatra, Jawa bagian barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, serta Kepulauan Papua. Kondisi ini berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan dengan intensitas bervariasi.

Baca Juga:  Jabar Masuk 5 Besar Laporan Dugaan Korupsi Terbanyak ke KPK, Setingkat di Bawah Jakarta

“Curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dan perlu diwaspadai, terutama di daerah yang rentan terdampak cuaca ekstrem,” ujar Guswanto dalam keterangan resmi pada Kamis (6/3/2025).

Analisis terbaru BMKG juga menunjukkan terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia, tepatnya di barat Aceh, serta di selatan Papua.

Keberadaan sirkulasi siklonik ini mengakibatkan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di beberapa perairan seperti Laut Natuna, Laut Banda, perairan selatan Sulawesi, Laut Arafuru, dan Maluku.

“Selain itu, daerah pertemuan angin (konfluensi) juga terdeteksi membentang di Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru, hingga Papua bagian selatan,” tambahnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Resmi Membuka Peparnas XVII 2024 di Surakarta

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya juga terpantau memanjang dari Pesisir Timur Riau hingga Kepulauan Riau, dari Sumatra Barat hingga Sumatra Selatan, dari Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Jawa Barat, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Selatan, serta dari Laut Sulawesi hingga Kalimantan Timur.

“Kondisi ini berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah-wilayah tersebut dan dapat berdampak pada aktivitas maritim serta masyarakat pesisir,” jelasnya.

Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif di Kepulauan Papua turut memperkuat dinamika atmosfer di kawasan timur Indonesia. Fenomena ini meningkatkan aktivitas konveksi yang memperbesar potensi hujan deras di berbagai daerah.

Sementara itu, analisis labilitas lokal mengindikasikan potensi signifikan untuk perkembangan awan konvektif di berbagai wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, serta hampir seluruh wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Baca Juga:  Kejar Target 60 Persen Suara di Jabar, Ridwan Kamil Matangkan Strategi pada Relawan Prabowo-Gibran

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk rutin memantau perkembangan cuaca secara berkala guna mengantisipasi dampak dari dinamika atmosfer yang terus berkembang.

“Dengan meningkatnya aktivitas atmosfer, BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, angin kencang, hingga kemungkinan banjir di daerah rawan,” tutup Guswanto.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor

Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership

RS Premier Bintaro Gunakan Robotic Navigation untuk Bedah Tulang Belakang Lebih Presisi

Investasi Rp800 Miliar Pasar Baru Bandung Ditinjau Ulang, Pemkot Buka Opsi Investor Baru

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.