Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Assist Lucho Antar Persib Tekuk Persija, Guaycochea Akui Maung Bandung Sudah Kehabisan Energi

Rabu, 5 Agustus 2026 09:21 WIB
penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya

Rabu, 5 Agustus 2026 06:00 WIB

Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi

Rabu, 5 Agustus 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Assist Lucho Antar Persib Tekuk Persija, Guaycochea Akui Maung Bandung Sudah Kehabisan Energi
  • Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya
  • Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi
  • Bandung Punya Banyak Hidden Gem! 4 Cafe Kekinian 2026 yang Wajib Masuk List Kamu
  • Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru
  • Cara Aman Klaim Saldo DANA Gratis 5 Agustus 2026: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Tautan Palsu
  • Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dalih Usir Jin, ‘Walid Lombok’ Lecehkan Puluhan Santri di Ponpes

By SusanaSabtu, 26 April 2025 11:30 WIB2 Mins Read
Pencabulan
Kasus Pelecehan seksual. Foto: ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang tokoh agama di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Faisal (AF), resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya. Polisi menduga korban mencapai sedikitnya 10 orang.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini mencuat setelah para korban mulai berani bersuara, terinspirasi oleh serial drama viral asal Malaysia berjudul Bidaah.

Dalam serial tersebut, karakter “Walid” digambarkan sebagai tokoh agama yang menyalahgunakan kekuasaan spiritualnya, mirip dengan pola perilaku tersangka.

Modus pelecehan dilakukan di berbagai lokasi dalam lingkungan pondok pesantren di Gunung Sari, Lombok Barat, tempat AF menjabat sebagai ketua yayasan sekaligus sosok yang disegani.

“Pelaku mendatangi korban di kamar mereka, kemudian melakukan tindakan tidak senonoh dengan dalih mengusir jin,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (26/4/2025).

Menurut Regi, status AF sebagai tokoh agama yang dihormati membuat para korban enggan melawan atau melapor. Beberapa korban bahkan diiming-imingi akan mendapat keturunan yang baik atau jodoh ideal jika mengikuti perintah pelaku.

“Pelaku juga sempat menyampaikan kepada korban bahwa dengan meminum ludahnya, keturunan mereka kelak akan menjadi penerang bagi umat. Ini jelas bentuk manipulasi spiritual untuk memuluskan tindakan kejahatannya,” lanjut Regi.

Aksi bejat AF diduga berlangsung dalam kurun waktu 2015 hingga 2021. Saat diperiksa, AF mengaku menyesal dan menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya.

“Ya, saya menyesal. (Korban) sekitar sepuluh orang. Tidak saya pilih-pilih, kadang muncul begitu saja,” kata AF saat digelandang ke Mapolresta Mataram.

AF berdalih bahwa tindakannya dilakukan saat memberikan ijazah doa kepada para santriwati. Namun, ia mengakui bahwa perbuatannya tidak dibenarkan dalam ajaran agama.

“Saya menyampaikan bahwa mereka akan mendapat pasangan dan keturunan yang baik setelah melayani saya. Itu tentu dari kesesatan dan kelemahan saya,” akunya.

Pihak kepolisian masih membuka ruang bagi korban lain yang ingin melapor. Dugaan sementara, jumlah korban bisa mencapai puluhan orang.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para wali santriwati yang merasa anaknya menjadi korban, untuk melapor. Kami siap menerima laporan dengan terbuka,” tegas AKP Regi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pelecehan pondok pesantren santri Walid Lombok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi

Bansos

Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai

Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan

Isak Tangis Warnai PHK Massal Pabrik Tekstil di Cimahi, Ratusan Buruh Kehilangan Pekerjaan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.