Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai

Selasa, 5 Mei 2026 19:49 WIB

Transfer Panas! Persib Siap Datangkan Kiper Eropa, Jejak Thom Haye Terulang?

Selasa, 5 Mei 2026 19:06 WIB

bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau

Selasa, 5 Mei 2026 18:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai
  • Transfer Panas! Persib Siap Datangkan Kiper Eropa, Jejak Thom Haye Terulang?
  • bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau
  • Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg
  • DRAMA GBK! Izin Laga Persija vs Persib Masih Digantung, Ini Penyebabnya
  • Update Rumor Transfer Persib: Daftar 6 Pemain Bintang yang Dikaitkan dengan Maung Bandung
  • Update 5 Mei 2026: Cara Cerdas Berburu Saldo DANA Gratis yang Terbukti Cair Tanpa Ribet
  • Heboh! Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah Cicendo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 5 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dalih Usir Jin, ‘Walid Lombok’ Lecehkan Puluhan Santri di Ponpes

By SusanaSabtu, 26 April 2025 11:30 WIB2 Mins Read
Pencabulan
Kasus Pelecehan seksual. Foto: ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang tokoh agama di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Faisal (AF), resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya. Polisi menduga korban mencapai sedikitnya 10 orang.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini mencuat setelah para korban mulai berani bersuara, terinspirasi oleh serial drama viral asal Malaysia berjudul Bidaah.

Dalam serial tersebut, karakter “Walid” digambarkan sebagai tokoh agama yang menyalahgunakan kekuasaan spiritualnya, mirip dengan pola perilaku tersangka.

Modus pelecehan dilakukan di berbagai lokasi dalam lingkungan pondok pesantren di Gunung Sari, Lombok Barat, tempat AF menjabat sebagai ketua yayasan sekaligus sosok yang disegani.

Baca Juga:  Gesantara Gelar Rapat Kerja Tahun 2024, Komitmen Dukung Kemajuan Bangsa

“Pelaku mendatangi korban di kamar mereka, kemudian melakukan tindakan tidak senonoh dengan dalih mengusir jin,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (26/4/2025).

Menurut Regi, status AF sebagai tokoh agama yang dihormati membuat para korban enggan melawan atau melapor. Beberapa korban bahkan diiming-imingi akan mendapat keturunan yang baik atau jodoh ideal jika mengikuti perintah pelaku.

Baca Juga:  Menteri Agama dan KPAI Sepakati Langkah Tegas Atasi Kekerasan Seksual di Pesantren

“Pelaku juga sempat menyampaikan kepada korban bahwa dengan meminum ludahnya, keturunan mereka kelak akan menjadi penerang bagi umat. Ini jelas bentuk manipulasi spiritual untuk memuluskan tindakan kejahatannya,” lanjut Regi.

Aksi bejat AF diduga berlangsung dalam kurun waktu 2015 hingga 2021. Saat diperiksa, AF mengaku menyesal dan menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya.

“Ya, saya menyesal. (Korban) sekitar sepuluh orang. Tidak saya pilih-pilih, kadang muncul begitu saja,” kata AF saat digelandang ke Mapolresta Mataram.

AF berdalih bahwa tindakannya dilakukan saat memberikan ijazah doa kepada para santriwati. Namun, ia mengakui bahwa perbuatannya tidak dibenarkan dalam ajaran agama.

Baca Juga:  Kronologi Lengkap Munculnya Tagar Boikot Trans7 dan Gelombang Reaksi Publik

“Saya menyampaikan bahwa mereka akan mendapat pasangan dan keturunan yang baik setelah melayani saya. Itu tentu dari kesesatan dan kelemahan saya,” akunya.

Pihak kepolisian masih membuka ruang bagi korban lain yang ingin melapor. Dugaan sementara, jumlah korban bisa mencapai puluhan orang.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para wali santriwati yang merasa anaknya menjadi korban, untuk melapor. Kami siap menerima laporan dengan terbuka,” tegas AKP Regi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pelecehan pondok pesantren santri Walid Lombok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai

bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau

Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg

Ilustrasi Meninggal Dunia

Heboh! Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah Cicendo

Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya

Bukan Keajaiban! Rahasia Abdul Malik, Anak SD yang Tembus Fakultas Kedokteran UPI di Usia 9 Tahun

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Jangan Klik! Link Video Viral Bandar Membara Diduga Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.